Jakarta, benang.id – Saham PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) mencatatkan performa luar biasa di pasar modal hari ini, Jumat (11/7/2025), menjadi Top Gainer berdasarkan persentase kenaikan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“MERI adalah mimpi kami bersama. Selama 10 tahun kami bangun secara organik tanpa investor, tanpa pinjaman bank, tetapi cashflow, selalu positif dan profitable. Ini bukan garis akhir, tapi awal dari sebuah legacy. Selamat datang di perjalanan MERI: Selamat datang di masa depan pendidikan Indonesia,” ujar Merry Riana, Founder & Komisaris Utama PT Merry Riana Edukasi Tbk, dalam keterangannya.
MERI mencatatkan lonjakan harga sebesar +60 poin atau naik 34,88%, menutup perdagangan di level 232. Volume transaksi pun mencerminkan tingginya antusiasme pasar, dengan total volume mencapai 423,52 juta lembar saham dan nilai transaksi menembus Rp94,71 miliar — sebuah angka yang luar biasa untuk emiten yang baru melantai di Papan Pengembangan.

Lonjakan ini membuktikan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang PT Merry Riana Edukasi Tbk, yang dikenal sebagai pionir dalam pengembangan karakter dan soft skills generasi muda Indonesia. Didukung oleh fundamental bisnis yang kuat dan ekspansi terukur MERI kini tampil sebagai salah satu saham paling menjanjikan di sektor pendidikan.
Tak hanya menarik perhatian retail investor, keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa IPO MERI bukan sekadar pencatatan saham — tetapi menjadi simbol lahirnya generasi baru perusahaan edukasi Indonesia yang profesional, profitable, dan berdampak nyata. Dengan pencapaian ini, MERI telah mengirimkan sinyal kuat kepada publik dan investor bahwa MERI bukan hanya investasi, tetapi komitmen jangka panjang untuk membangun masa depan generasi muda Indonesia.
“Terbukti dari perfomance ini kita bisa mencapai ARA. Itu pastinya dari alokasi yang sehat antara fixed allotment dan pooling allotment. Nasabah-nasabah yang membeli saham fixed allotment kemarin adalah nasabah yang kualitas long term dan berkomitmen untuk terus bertumbuh bersama MERI,” ujar Direktur Utama Lotus andalan Sekuritas, Wientoro Prasetyo.

Founder Tancorp, Hemanto Tanoko menegaskan akan memberikan dukungan penuh bagi pengembangan bisnis PT Merry Riana Edukasi Tbk. Melalui pencatatan ini, PT Merry Riana Edukasi Tbk menjadi perusahaan ke-9 yang berhasil dibawa Hermanto Tanoko untuk melantai di BEI.
“Kami akan melakukan M&A (merger dan akuisisi). Kami akan terus menambah cabang dan juga akan memberikan tambahan edukasi nonformal yang berguna bagi masyarakat Indonesia,” tegasnya.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, turut menyampaikan apresiasinya. Dia menekankan tata kelola perusahaan yang baik, pertumbuhan berkelanjutan, dan penciptaan nilai adalah tiga pilar utama bagi perusahaan tercatat.
“Semoga perusahaan terus melaju dengan prestasi, menjadi kebanggaan serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Momentum bersejarah ini juga diwarnai lewat sebuah flash mob yang menggema di halaman belakang Gedung BEI. Dengan suasana penuh semangat, ratusan Warrior (sebutan bagi karyawan Merry Riana Group) melakukan flash mob sambil menyanyikan lagu dan credo yang selama ini menjadi semangat perjuangan bersama dalam pencapaian IPO MERI.
Disaksikan langsung oleh para pendiri, Merry Riana & Alva Tjenderasa serta investor strategis Hermanto Tanoko beserta Istri, Sanderawati Joesoef, seremoni ini menjadi simbol penuh makna dan tonggak penting dalam sejarah dunia pendidikan di Indonesia bahwa PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) menjadi perusahaan edukasi pertama di Papan Pengembangan yang melantai di BEI.

“Dengan adanya MERI melantai di BEI menjadi sejarah di dunia pendidikan. Semoga sinyal ini memberikan semangat positif bahwa ini bukan perayaan finansial, tetapi menunjukkan bahwa edukasi harus menjadi prioritas bagi bangsa ini untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia,” tegasnya.
Sebagai pendiri, Merry Riana & Alva Tjenderasa menunjukkan komitmen luar biasa dengan mengunci (lock up) seluruh kepemilikan sahamnya selama 5 tahun penuh—sebuah langkah langka di pasar modal.
“Kami tidak akan menjual 1 lembar pun saham kami sendiri sampai tahun 2030 karena kami ingin membangun bukan untuk dijual. Kami membangun untuk ditumbuhkan bersama dengan Anda,” tutup Merry Riana. (*/GK)