Munaslub ABADI Sebagai Momentum Strategis untuk Bisnis Alih Daya Indonesia

0
37
Peserta Munaslub ABADI di Bandung (Ist)

BANDUNG, benang.id –  Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI) menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (MUNASLUB) di Hotel Pullman Bandung dimulai Kamis (18/9) akhir pekan lalu. Acara ini menjadi momentum penting bagi ABADI untuk mengevaluasi kinerja organisasi, merumuskan arah kebijakan baru, serta memperkuat soliditas di tengah dinamika ekonomi, perkembangan teknologi, perubahan generasi dan sistem sosial, serta tantangan industri alih daya di Indonesia.

Acara dibuka dengan laporan Panitia Pelaksana oleh Ketua Panitia, Ndinta Herry Pramana, S.E., M.H. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa MUNASLUB kali ini diikuti hampir 200 peserta, terdiri dari pengurus dan anggota ABADI yang hadir secara langsung. Jumlah partisipasi ini mencerminkan antusiasme dan komitmen anggota dalam memperkuat peran ABADI di industri alih daya nasional.

Ketua Umum ABADI periode 2025–2027, Mira Sonia, S.Psi., M.H., M.M., menegaskan bahwa MUNASLUB ini difokuskan pada pembahasan dan persetujuan perubahan Anggaran Dasar ABADI, khususnya terkait masa periode kepengurusan. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang untuk merumuskan program kerja dan arah kebijakan strategis organisasi untuk periode selanjutnya, sekaligus memperkuat soliditas dan sinergi antar anggota ABADI.

“Jika dilaksanakan dengan baik, benar, dan disertai pengawasan bersama yang ketat, outsourcing akan membawa banyak manfaat bagi bangsa, meningkatkan kesejahteraan pekerja, sekaligus membantu menurunkan tingkat pengangguran,” tegas Mira Sonia.

Pesan Penting dari Pemerintah

Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI, Dra. Indah Anggoro Putri, M.Bus., menyampaikan bahwa ABADI memiliki peran penting dalam peningkatan produktivitas, kepatuhan hukum, dan daya saing nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Beliau berharap ABADI dapat menjadi center of excellence sektor alih daya, mendukung kemitraan antara pemerintah, perusahaan, pekerja, dan UMKM, serta menjunjung tinggi etika bisnis dan perlindungan pekerja.

Sejumlah narasumber turut hadir memperkaya perspektif dalam munaslub tersebut. Antara lain C. H. Widianto, S.E., M.M. , Direktur Kelembagaan dan Pencegahan Perselisihan Hubungan Industrial, Kemnaker RI,  Anne Patricia Sutanto – Wakil Ketua LKS Tripartit Nasional Unsur Pengusaha,  Afif Johan, S.H., M.H. – Wakil Ketua LKS Tripartit Nasional Unsur Serikat Pekerja dan  Lusiani Julia – Senior Programme Officer, International Labour Organization (ILO).

Sesi diskusi dipandu oleh Yanuar Efendi  berlangsung dinamis, interaktif, dan membuka ruang dialog konstruktif. Topik meliputi regulasi hubungan industrial, daya saing industri alih daya, peran serikat pekerja, serta standar ketenagakerjaan internasional yang relevan untuk Indonesia.

Arah Baru ABADI

Ketua Steering Committee, R. Wisnu Wibowo, menegaskan pentingnya forum ini dalam menyerap masukan dari kementerian, pengusaha, serikat pekerja, dan lembaga internasional agar ABADI mampu memainkan peran strategis di era perubahan.

“ABADI harus hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi juga sebagai mitra yang mampu menjembatani kepentingan seluruh pemangku kepentingan industri alih daya,” ungkap Wisnu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here