“Bahagia Bareng Dia”: Langkah Kecil Manajemen Gula Darah untuk Kualitas Hidup Lebih Baik

0
50
Suasana sesi sharing ‘Bahagia Bareng Dia’ Hospital to Hospital bersama tenaga kesehatan, dan komunitas peduli kesehatan juga masyarakat kota Medan di RS Murni Teguh Medan

Jakarta, benang.id – Di tengah ritme hidup yang serba cepat, banyak orang tanpa sadar mengabaikan pola hidup sehat. Kurang istirahat, tekanan pekerjaan, hingga stres yang menumpuk kini menjadi bagian dari keseharian, terutama bagi mereka yang hidup di kota besar. Tanpa disadari, kebiasaan ini bukan hanya membuat tubuh lelah, tetapi juga memengaruhi kesehatan metabolik tubuh, termasuk kadar gula darah.

Menjaga kesehatan gula darah merupakan langkah penting dalam mendukung fungsi tubuh secara optimal. Gula darah yang tidak terkontrol dapat memicu berbagai komplikasi serius seperti gangguan jantung, obesitas, kerusakan pada ginjal, diabetes dan masih banyak lagi.

Tidak hanya berkaitan dengan pencegahan penyakit, manajemen kesehatan gula darah juga tentang bagaimana kita mengatur dan memahami kebutuhan tubuh agar tetap seimbang. Manajemen kesehatan gula darah mencakup dua aspek utama, yaitu preventif dan kuratif.

Secara preventif, dapat dilakukan melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, istirahat cukup, dan pengelolaan stres. Menariknya, penelitian terbaru menemukan bahwa stres dapat memicu lonjakan gula darah, bahkan tanpa kita konsumsi makanan manis.

Sedangkan secara kuratif, diperlukan pemantauan kadar gula darah secara rutin serta penyesuaian gaya hidup. Artinya, keseimbangan pikiran dan tubuh punya peran besar dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan.

dr Laurencia Ardi MGizi AIFO-K, Health Communicator Kalbe Nutritionals mengatakan, “Menjaga kesehatan gula darah bukan hanya soal angka di alat cek, tapi bagaimana kita memahami apa yang dibutuhkan tubuh. Selain pola makan dan olahraga, pikiran yang tenang serta asupan gizi seimbang juga penting untuk menjaga kesehatan dan kebahagiaan.”

Kelola Gula Darah Lewat Pikiran, Rasa, dan Langkah Kecil

(Ki-ka) moderator, dr Putri Handayani MKed (PD) SpPD– Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Imam Saloso SGz– Brand Manager Diabetasol, dan Andy Chandra SPsi MPsi– Psikolog dalam acara ‘Bahagia Bareng Dia’ Hospital to Hospital di RS Murni Teguh Medan

Kesehatan sering kali diartikan sebatas makan sehat dan rajin berolahraga, padahal tubuh manusia jauh lebih kompleks dari itu. Di balik kadar gula darah yang stabil, ada manajemen kesehatan yang seimbang, antara pikiran yang tenang, emosi yang terjaga, dan rutinitas yang dijalani dengan penuh kesadaran.

Ketika stres datang, tubuh merespons seolah sedang menghadapi ancaman. hormon kortisol meningkat dan memicu produksi gula darah. Itulah sebabnya, stres yang tidak dikelola dengan baik bisa memicu lonjakan gula darah layaknya setelah mengonsumsi makanan manis. Maka, menjaga gula darah bukan hanya tentang apa yang dimakan, tapi juga bagaimana kita merasa dan merespons hidup.

Mulailah dari hal kecil seperti tarik napas saat beban terasa berat, berjalan ringan di sela pekerjaan, atau menulis hal-hal kecil yang membuat hati tenang. Aktivitas sederhana ini justru bisa menjadi kunci menjaga keseimbangan gula darah sekaligus suasana hati. Melakukan aktivitas berjalan kaki 20–40 menit lima kali seminggu, makan dengan lebih sadar, dan menikmati setiap prosesnya, tubuh bisa menjadi lebih sehat dan pikiran akan terasa lebih ringan.

Diabetasol juga terus mengajak masyarakat untuk menerapkan Metode 5J, Jenis, Jumlah, Jadwal, Jurus Masak, dan Jujur, sebagai panduan hidup sehat yang sederhana namun efektif. Metode ini bisa mendukung penerapan manajemen kesehatan gula darah dalam keseharian melalui pilihan asupan yang lebih seimbang – seperti susu, pemanis, dan camilan sehat dari Diabetasol. Karena pada akhirnya, menjaga gula darah bukan tentang pantangan, tetapi tentang menemukan keseimbangan di pola makan, di langkah kaki, dan di kedalaman hati. Bahagia Bareng Dia: Langkah Nyata Bersama Diabetasol

“Melalui berbagai program edukasi, Diabetasol berkomitmen membantu masyarakat memahami pentingnya manajemen kesehatan gula darah. Kami percaya hidup sehat dimulai dari langkah kecil yang konsisten, dan Diabetasol hadir sebagai teman yang selalu mendampingi perjalanan itu,” ujar Nita Novita, Marketing Kalbe Nutritionals.

(Ki-ka) moderator Dr dr F Eliana Taufik SpPD-KEMD– Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Imam Saloso SGz– Brand Manager Diabetasol, dan Nidya Dwika Puteri SPsi MPsi Psi –Psikolog di RS Mitra Keluarga Kemayoran Jakarta dalam acara ‘Bahagia Bareng Dia’ Hospital to Hospital.

Sebagai bagian dari kampanye besar Stand by You, Diabetasol kembali menghadirkan program “Bahagia Bareng Dia” sebuah inisiatif yang dikemas dengan cara lebih hangat dan interaktif. Tahun ini, program tersebut hadir dengan format Hospital to Hospital, menyapa pasien dan tenaga kesehatan di berbagai rumah sakit untuk berbagi semangat hidup sehat dan seimbang.

Melalui talkshow interaktif, pemeriksaan gula darah , senam bersama, hingga kreasi menu sehat Diabetasol, rangkaian kegiatan ini mengajak berbagai kelompok masyarakat, mulai dari generasi muda yang mengutamakan gaya hidup sehat, keluarga, komunitas yang peduli kesehatan, juga para caregiver. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bahwa kebahagiaan dan kesehatan bisa berjalan beriringan.

Tahun ini, Kalbe Nutritionals melalui Diabetasol menghadirkan program ‘Bahagia Bareng Dia’ di lima Rumah Sakit di berbagai kota, yaitu RS Murni Teguh Medan, RS Mitra Keluarga Kemayoran Jakarta, RS Mayapada Surabaya, RS Telogorejo Semarang dan RS Siloam Makassar. Kehadiran kegiatan ini disambut antusias oleh lebih dari 500 peserta dari berbagai latar belakang.

Melalui pendekatan yang lebih personal dan menyenangkan, Diabetasol ingin menunjukan bahwa melakukan manajemen kesehatan gula darah bukan hal yang menakutkan, tapi bisa dilakukan dengan cara yang ringan dan penuh kebersamaan. Kampanye Stand by You juga akan diperluas ke lebih banyak rumah sakit, perusahaan, dan komunitas di berbagai kota besar lainnya, agar pesan ini dapat menjangkau lebih banyak orang. Karena menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab individu, tapi juga gerakan bersama, dimulai dari dukungan orang-orang terdekat kita. (*/GK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here