Cetak Rekor, PLN Bangun Pembangkit Listrik untuk Banda Aceh dalam Seminggu

0
284
Tim Pembangkitan PT PLN Persero di Lueng Bata, Banda Aceh. Minggu (14/12/2025).

Banda Aceh, benang.id —PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN Persero) membukukan rekor nasional tercepat saat membangun pembangkit listrik di Nanggroe Aceh Darussalam. Pembangkit berkekuatan 5 MW (Megawatt) tersebut dibangun hanya satu minggu dan akhirnya masuk ke sistem kelistrikan Banda Aceh, Sabtu (13/12/2025).

“Dua minggu lalu saya meneken administrasinya dan hanya seminggu tepatnya 5 hari kerja penuh siang dan malam kemudian masuk 5 MW ke sistem, dan besok lagi 5 MW. Total 10 MW dari Lueng Bata,” ujar Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN Persero Rizal Calvary Marimbo di Lueng Bata, Banda Aceh. Minggu (14/12/2025).

Rizal mengatakan, rekor sebelumnya PLN mampu membangun pembangkit listrik dalam waktu dua bulan. Menurutnya, rekor ini terjadi berkat dorongan dan motivasi dari Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mempercepat layanan kelistrikan di Banda Aceh. “Menteri ESDM memasang target agar hari ini, Sabtu, pembangkit Leung Bata segera menyala dan kami sanggupi,” ucap Rizal.

Ia mengatakan, petugas PLN bekerja siang-malam nonstop membangun pembangkit ini yang dibagi dalam tiga shift. Nantinya, setelah PLTD Leung Bata ini, akan segera selesai lagi di Krueng Raya sebesar 15 MW dan 50 MW menyusul di Ule Kareng 15 MW, Banda Aceh.

Rizal mengapresiasi atas kerja keras petugas dan karyawan PLN di lapangan. “Mereka yang tanpa lelah siang malam bekerja keras perlahan-lahan untuk menuju pemulihan total listrik di Banda Aceh,” paparnya.

Rizal menambahkan, saat ini pihaknya tengah bekerja keras siang dan malam membangun pembangkit sebesar MW 100 MW di dalam Kota Banda Aceh dan di sekitar Kota sehingga sebelum ramadhan nanti keandalan listrik di Banda Aceh semakin kuat

“Jadi, kelemahannya di Kota Banda Aceh ini tidak ada pembangkit-pembangkit listrik yang berdaya besar. Sehingga harus bergantung pada daya tertransfer dari tempat yang jauh dari Arun dan Nagan. Sebab itu, kami inisiasi menambah 100 MW di Banda Aceh agar Banda Aceh ini kuat dan mandiri daya lisriknya,” ujar Rizal yang dua minggu belakangan berkantor di Banda Aceh. (*/GK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here