
Jakarta, benang.id – Pekan seni rupa Indonesia paling dinantikan Art Jakarta melebarkan sayapnya. Setelah Art Jakarta International, dan Art Jakarta Garden, Art Jakarta untuk kali pertama memperkenalkan Art Jakarta Papers, yang akan digelar di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta, pada 5–8 Februari 2026.
Menghadirkan antara lain EDISII, DEVFTO Printmaking Institute, The Leonardi, Irfan Hendrian, dan Krack!. Art Jakarta Papers 2026 akan mengajak pengunjung menemukan kisaran luas penjelajahan artistik seputar kertas, mulai dari gambar, seni cetak, patung, hingga instalasi. Konsep pekan seni rupa baru ini diharapkan dapat memupuk pasar bagi seni rupa kontemporer berbasis kertas di Indonesia.
Enin Supriyanto, Artistic Director Art Jakarta mengatakan bahwa keragaman seni rupa selain memberikan ruang yang luas bagi para seniman untuk berekspresi memilih medium atau bahan tetapi juga mempunyai kendala bahwa setiap jenis ekspresi seni berebut untuk mendapatkan perhatian.
Ia mengungkapkan sepanjang perjalanannya, gelaran Art Jakarta International di JIExpo, Kemayoran, karya seni konvensional terutama lukisan berbasis kanvas tampil dominan, sementara yang berbahan kertas atau patung misalnya seperti sekadar tambahan. Hal ini memberikan dasar pemikiran Art Jakrta untuk menyediakan platform khusus pada karya-karya yang medium atau bahannya spesifik maka lahirlah Art Jakarta Gardens pada 2022.

“Pameran kerja sama dengan Hutan by Plataran memberikan kepada kami untuk mengangkat karya-karya patung atau instalasi yang bisa ditampilkan di luar ruang. Alhamdullilah acara tersebut disambut baik, dan karya-karya seni rupa berupa instalasi atau patung di luar ruang kemudian mendapatkan perhatian yang semakin baik,” kata Enin, pada acara Media Gathering Art Jakarta Papers 2026 di Artotel Thamrin, Rabu (21/1/2026).
Dengan dasar pemikiran yang sama pula, lanjut Enin, sekarang lahir Art Jakarta Papers. “Maka kami mengajak para galeries, seniman yang mengisi dan berpartisipasi di acara ini dengan syarat medium utamanya harus berbahan kertas. Harapan kami tidak saja apresiasi dan perhatian masyarakat terhadap seni berbahan kertas yang sebenarnya perkembangannya sudah sedemikian dinamis ini meningkat, kami berharap dengan ini dapat berkontribusi untuk menaikkan perhatian seniman, masyarakat luas, kolektor pencinta karya seni kurang lebih setaralah untuk berbagai macam medium yang ada di dalam seni rupa kontemporer,” jelasnya.

Seperti biasa pada gelaran sebelumnya, Art Jakarta Papers 2026 dapat terselenggara dengan dukungan berbagai pihak. Kali ini selain Kementerian Kebudayaan dan EKRAF, Art Jakarta Papers di-support oleh myBCA dan Sucor Asset Management, serta berbagai pihak lainnya.
Edisi perdana Art Jakarta Papers akan diisi oleh 28 galeri seni rupa, di antaranya, Jagad Gallery, ara contemporary, ROH, Ruang MES 56, Art Sociates, dan lain-lain. Art Jakarta Papers juga menghadirkan seniman dari berbagai kota di Indonesia dan sejumlah negara Asia.
Pada booth myBCA tampil seniman asal Jogja, Rudy Atjeh Dharmawan, yang akan menampilkan karya seni instalasi berbahan kertas berbentuk pohon.

Norisa Saifuddin, Executive Vice President of Transaction Banking Business Development BCA, menjelaskan pihaknya menggandeng Rudy Atjeh untuk mengisi myBCA Space dengan sebuah instalasi pohon yang megah, yang menggambarkan perjalanan hidup manusia.
“Kolaborasi ini menghadirkan interpretasi tentang proses dan pertumbuhan. Kami harap dukungan kami dalam gelaran seni bermedium kertas perdana ini bisa ikut mengembangkan ekosistem seni yang sehat di Tanah Air, membuka akses bagi para seniman, serta menyajikan pengalaman seni yang bermakna buat publik dan pengguna kami,” jelas Norisa.
Ia menambahkan, pada event ini BCA menawarkan beberapa program antara lain diskon 10% untuk pembelian tiket masuk dengan myBCA atau kartu BCA lainnya, dan cashback belanja hingga Rp1 juta, juga bebas cicilan 1 kali untuk progran cicilan 0% 24 bulan. “Jangan disia-siakan untuk mendapatkan koleksi karya seni yang indah dari seniman Indonesia. Diharapkan pengunjung selain dapat menikmati instalasi yang indah, bisa memahami bagaimana kita manusia itu berproses untuk tumbuh begitu pula finansial kita,” imbuhnya.
Sedangkan pada booth Sucor Asset Management, akan tampil karya Naufal Abshar. Direktur Sucor Asset Management Fajrin Hermansyah menjelaskan bahwa Naufal Abshar akan mengekspresikan karyanya di Sucor AM Corner berupa ragam permainan catur unik.

Fajrin menyebut karya itu berusaha menggambarkan sekaligus mengedukasi pengunjung tentang profil risiko, seperti ketika berinvestasi.
“Profil risiko dalam berinvestasi itu ada rendah, medium, dan risiko tinggi. Nah, itu akan kami terjemahkan dalam permainan catur ini. Untuk permainan catur level rendah tempat duduknya akan lebih nyaman dan bidak caturnya berbahan plastik, naik ke kelas menengah kursinya kita siapkan menghadap samping, jadi tingkat kesulitannya makin tinggi, dengan catur berbahan lebih berat, kemudian di level high risk, tidak dikasih kursi. Jadi main sambil berdiri, dan materi caturnya dari marmer semakin berat diangkat. Pengunjung akan bermain melawan tim Sucor AM yang sudah kami seleksi secara internal. Pemenang akan mendapatkan merchandise yang ada di Art Jakarta Papers 2026, dibuat oleh Naufal Abshar,” paparnya.

Menutup acara, Enin kembali menyampaikan harapannya. “Dengan Art Jakarta Papers, diharapkan minat dan perhatian masyarakat secara umum dan tentu saja para pencinta seni kepada karya seni berbahan kertas akan jauh meningkat dan pemahamannya juga membaik sehingga minat untuk mengoleksi atau mengapresiasi karya berbahan kertas juga akan jauh lebih baik di masa datang,” pungkasnya. (*/GK)

