
Yogyakarta, benang.id – Sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mempererat toleransi antarumat beragama, Kapolsek Gedongtengen AKP Yuliyanto SH MH menghadiri Ibadah Sabtu Sunyi atau Malam Paskah di Gereja GKI Wongsodirjan, Yogyakarta, Sabtu (4/4/2026).
Mengawali sambutannya, Kapolsek AKP Yuliyanto yang hadir bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa Kemantren Gedongtengen, serta jajaran Banser tingkat Kemantren, menyampaikan salam hormat kepada pendeta, majelis gereja, karyawan, serta seluruh jemaat yang hadir malam itu.

Seraya mengutip Matius 22:14, “Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih,” ia mengungkapkan rasa syukurnya dapat hadir langsung dan menyampaikan ucapan Paskah di mimbar gereja sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman.
“Perkenankan kami dari Forkopimtren Gedongtengen bersama organisasi kemasyarakatan mengucapkan Selamat Hari Paskah tahun 2026. Kehadiran kami di sini merupakan wujud penghormatan dan toleransi antarumat beragama,” ujarnya.

Memaknai tema Ibadah Sabtu Sunyi “Tetap mencinta saat semua pergi”, AKP Yuliyanto mengatakan bahwa tema tersebut mengajarkan pentingnya kesetiaan, keteguhan hati, dan ketulusan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Cinta membutuhkan kesetiaan yang tulus dan keteguhan hati. Hal ini juga menjadi dasar dalam menjaga persatuan bangsa. Cara memupuknya adalah dengan saling menghormati dan bertoleransi meskipun terdapat perbedaan keyakinan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, AKP Yuliyanto juga mengajak seluruh jemaat untuk terus mengedepankan moderasi beragama guna menciptakan kerukunan serta situasi wilayah yang aman dan nyaman.
Ia menekankan bahwa menjaga kondusivitas dimulai dari diri sendiri dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. “Dengan saling peduli dan menghormati, kita dapat menciptakan suasana yang harmonis di tengah masyarakat,” tandasnya.

Menutup sambutannya, Kapolsek AKP Yuliyanto menyatakan harapannya bahwa perayaan Paskah dapat membawa kebahagiaan serta kedamaian bagi semua.
Berkat sinergi antara aparat keamanan, TNI, serta elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas dan kerukunan di wilayah Gedongtengen, Ibadah Sabtu Sunyi malam itu berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. (*/GK)


