Sorotan terhadap AI Tepercaya dalam Membangun Masa Depan Pembayaran di Indonesia

0
46
Vira Widiyasari- Country Manager Visa Indonesia, Ross Dawson- Futurist, Author, and Entrepreneur. dan Arturo Planell- Group Country Manager, Regional Southeast Asia (IPVMC), Senior Vice President, Global/Regional Sellers and Co-brand, Visa.

Bali, benang.id – Visa (NYSE: V), pemimpin global dalam pembayaran digital, baru‑baru ini mempertemukan para pemimpin senior dari seluruh ekosistem pembayaran dan perbankan Indonesia dalam forum tahunan, Visa Indonesia Client Forum, yang diselenggarakan di Bali.

Sebagai platform penting untuk membangun masa depan industri, forum ini berfokus pada kondisi pasar yang mulai mengalami pergeseran pesat menuju perdagangan berbasis kecerdasan buatan (AI). Ketika AI mendorong transformasi cara konsumen dan pelaku usaha menemukan, mengambil keputusan, dan melakukan pembayaran, diskusi dalam kegiatan ini menyoroti pentingnya kepercayaan, keamanan, dan kolaborasi untuk menjamin perkembangan dari inovasi bisa berjalan secara aman dan bertanggung jawab.

Sesi diskusi bertajuk “Reimagining Loyalty: Driving Engagement & Sustainable Growth” dalam Visa Indonesia Client Forum 2026.

Forum ini juga menyoroti pergeseran fundamental, di mana AI tidak lagi hanya berperan dalam mendukung pengambilan keputusan, tetapi kini juga mampu mengeksekusi keputusan tersebut secara langsung. Secara global, agen AI telah berkembang hingga dapat secara otomatis melakukan pemesanan ulang inventaris perusahaan maupun mengatur perjalanan yang kompleks.

Dengan kapabilitas ini, pembayaran menjadi semakin terintegrasi langsung pada momen ketika konsumen memiliki niat untuk bertransaksi. Perkembangan tersebut mentransformasi pengalaman pelanggan tradisional sekaligus mendefinisikan ulang peran bank dan institusi keuangan dari sekadar pemroses transaksi menjadi mitra tepercaya dalam ekosistem perdagangan digital yang semakin otomatis.

Poojyata Khattar, Head of Products and Solutions, Regional Southeast Asia (IPVMC), Visa dalam sesi “Agentic Commerce and AI in Financial Services”.

“Indonesia saat ini berada pada fase penting dalam perjalanan digitalnya. Melalui forum ini, kami ingin mempertemukan para pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperkuat fondasi sistem keuangan Indonesia, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mempercepat digitalisasi. Bagi kami, kemajuan yang berkelanjutan berarti memastikan transaksi yang aman dan lancar serta dapat diakses oleh lebih banyak masyarakat dan pelaku usaha. Sehingga, fondasi sistem keuangan yang kuat tersebut akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi Indonesia,” ujar Vira Widiyasari, Country Manager, Visa Indonesia.

Dari Produk ke Platform

Sesi “Turning Tech into Impact: Driving Value with AI” di acara Visa Indonesia Client Forum 2026.

Salah satu tema utama forum ini adalah pembahasan soal perubahan pendekatan industri terkait added-value atau nilai tambah ke arah model platform dan kolaborasi ekosistem. Berdasarkan pendekatan ini, nilai tambah tidak lagi dibangun dengan produk yang berdiri sendiri, melainkan melalui kerja sama antar pelaku industri yang menghubungkan jaringan, data, dan mitra dalam ekosistem terbuka.

Futuris, Ross Dawson menekankan bahwa daya saing industri jasa keuangan di Indonesia akan sangat ditentukan oleh kejelasan peran masing-masing pihak, hubungan yang dilandasi kepercayaan, serta kemampuan menggabungkan keahlian manusia dan pemanfaatan teknologi secara seimbang.

Hiper‑personalisasi, Produktivitas, dan Kepercayaan dengan Kecepatan Mesin

Prateek Sanghi, Head of Visa Consulting & Analytics, Asia Pacific, Visa, dalam sesi “Agentic Commerce and AI in Financial Services”.

Di “Era Pembayaran Cerdas”, industri berjalan dalam skala dan kompleksitas tingkat tinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Forum ini menyoroti bagaimana personalisasi real‑time yang berbasis AI menjadi semakin penting untuk menjaga relevansi bagi pelanggan.

Agentic AI mendorong peningkatan produktivitas melalui otomatisasi proses bisnis yang penuh hambatan dan tantangan seperti area layanan, risiko, dan pembayaran komersial. Namun, para pembicara juga menegaskan bahwa penipuan dan risiko menjadi semakin terorganisasi karena memanfaatkan AI, sehingga keamanan harus beroperasi pada “kecepatan mesin” di seluruh siklus hidup pembayaran.

Axel Boye-Møller, Head of Value-Added Services (VAS), Asia Pacific, Visa, dalam sesi “Powering Your Business for Tomorrow in The Intelligent Payments Era”.

Untuk mendukung modernisasi ini, Visa terus memperluas investasinya pada platform cloud‑native, solusi keterlibatan, serta manajemen risiko berbasis intelijen sebagai bagian dari Value‑Added Services atau layanan nilai tambah untuk membantu klien melakukan skala secara aman.

Relevansi sebagai Pendorong Pertumbuhan Selanjutnya

Gareth Parrington, Head of Visa Commercial Solutions, Regional Southeast Asia (IPVMC), dalam sesi “Modernising Commercial Payments for Growth”.

AI juga telah mengubah bagaimana pemasaran diselenggarakan. Dari segmentasi statis menuju perjalanan pelanggan real‑time yang dibangun atas dasar kepercayaan. Untuk menjangkau Generasi Z dan Generasi Alpha, pendekatan berbasis minat dan pengalaman kini dianggap lebih efektif dibandingkan penargetan demografis tradisional. Termasuk dalam hal ini Visa Marketing Services yang menyediakan akses bagi bank ke sponsorship global, layanan kreatif, serta pengembangan dan eksekusi kampanye.

Pembayaran komersial, pendanaan fleksibel, dan kartu co‑brand kini semakin terintegrasi ke dalam alur kerja bisnis sehari‑hari. Sehingga proses yang secara tradisional dilakukan secara manual justru menjadi komponen penting dalam mendorong efisiensi, cashflow atau arus kas, diferensiasi, serta hubungan klien yang lebih kuat guna meningkatkan pertumbuhan bisnis di Indonesia.

Minh Tran, Head of Marketing, Regional Southeast Asia (IPVMC), Visa, dalam sesi “Navigating the Future of Marketing and Payments”.

Visa Indonesia Client Forum 2026 ditutup dengan satu pesan kunci yaitu kepercayaan merupakan fondasi utama masa depan pembayaran. Fondasi ini dibangun melalui pemanfaatan teknologi, infrastruktur yang modern, serta kolaborasi yang kuat dalam ekosistem. Seiring dengan semakin luasnya adopsi digital, Indonesia memiliki peluang besar untuk terus mendorong inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan di industri pembayaran. (*/GK)

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here