Sebanyak 150 Peserta Ikuti Pelatihan Potensi SAR Wilayah Pesisir Malang Selatan

0
84
Sebanyal 150 peserta ikuti Latopsmatla PSR dan TNI AL. Foto: PSR

Malang, benang.id — Sebanyak 150 peserta, 39 di antaranya merupakan personel organik TNI AL, dan selebihnya berasal dari berbagai unsur potensi SAR, termasuk PSR, MSR, KNDJA 020, RAPI, serta komunitas relawan lainnya dari wilayah Malang dan Blitar, mengikuti Kegiatan Latihan Operasi Matra Laut (Latopsmatla), 11-13 Mei 2026 di Pantai Wonogoro, Jalur Lintas Selatan (JLS), Kabupaten Malang.

Latopsmatla yang diinisiasi Pantai Selatan Rescue (PSR) dengan dukungan TNI Angkatan Laut melalui Lanal ini berfokus pada peningkatan kapasitas potensi Search and Rescue (SAR) wilayah pesisir, sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan relawan dalam menghadapi situasi darurat di wilayah pesisir selatan yang dikenal memiliki tingkat risiko tinggi.

Ketua Panitia Pelaksana, Adisih Pireno (Mbah Pirno). Foto: PSR

Ketua Panitia Pelaksana, Adisih Pireno (Mbah Pirno), yang juga menjabat sebagai Ketua PSR, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi momentum penting dalam membentuk task force SAR laut yang tangguh dan profesional.

“Pelatihan ini sangat dinantikan oleh para relawan karena memberikan pembekalan teknis sekaligus penguatan mental dalam menghadapi dinamika operasi di lapangan,” ujar Mbah Pirno, seperti disampaikan Ketua Umum Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) Ag Tedja Bawana, dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

Materi pelatihan mencakup teknik water rescue, manajemen kebencanaan, pertolongan pertama, navigasi darat dan laut, hingga survival. Pelatihan dipandu oleh instruktur berpengalaman, termasuk dari satuan elit TNI AL, serta didukung oleh Basarnas dan BPBD Kabupaten Malang.

Sardono, Kabid Kesiapsiagaan BPBD Kab Malang. Foto: PSR

Kabid Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Malang, Sardono, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan dukungan berupa logistik, tenaga ahli, serta materi kebencanaan. “Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas potensi SAR sehingga lebih siap dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah Kabupaten Malang,” jelasnya.

Danpos AL Sendang Biru Lanal Malang, Kapten Marinir Ali Sumanggar. Foto: PSR

Sementara itu, Danpos AL Sendang Biru Lanal Malang, Kapten Marinir Ali Sumanggar, menegaskan bahwa latihan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, meningkatkan keterampilan teknis, serta memperkuat soliditas antar personel SAR. Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan Full Mission Profile sebagai simulasi operasi SAR terpadu.

Perwakilan PSR, Rudi Hari Susilo. Foto: PSR

Di sisi lain, perwakilan PSR, Rudi Hari Susilo, mengungkapkan bahwa meskipun kegiatan berjalan dengan baik, masih terdapat berbagai tantangan yang dihadapi, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana. “Kebutuhan akan ambulans, alat komunikasi, serta dukungan operasional masih sangat minim. Selama ini kami banyak bergantung pada swadaya dan bantuan terbatas dari berbagai pihak,” ungkapnya.

Data menunjukkan bahwa dalam satu tahun, kasus kecelakaan laut di wilayah wisata pantai selatan Malang dapat mencapai lima hingga enam kejadian atau lebih. Operasi SAR umumnya dilaksanakan oleh relawan Malang Raya di bawah koordinasi Basarnas, dengan keterlibatan aktif PSR yang memiliki cakupan wilayah dari Lumajang hingga Blitar.

Selain keterbatasan fasilitas, isu kesejahteraan relawan juga menjadi perhatian utama. Hingga saat ini, sebagian besar anggota PSR belum mendapatkan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan yang memadai. Hal ini menjadi tantangan serius mengingat tingginya risiko dalam setiap operasi penyelamatan.

Sebanyal 150 peserta ikuti Latopsmatla PSR dan TNI AL. Foto: PSR

Melalui kegiatan ini, PSR bersama seluruh pemangku kepentingan berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah maupun pusat, khususnya dalam hal dukungan anggaran, pengadaan peralatan, serta jaminan perlindungan bagi relawan SAR. “Relawan adalah garda terdepan dalam operasi kemanusiaan. Sudah seharusnya mereka mendapatkan dukungan yang layak,” tegas Mbah Pirno.

Kegiatan Latopsmatla ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem penanggulangan darurat pesisir yang lebih terintegrasi, profesional, dan berkelanjutan di wilayah Malang Selatan. (*/GK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here