Anthony Leong Siapkan Empat Pilar Besar Transformasi Ekonomi Nasional Lewat Hipmi

0
54
Anthony Leong

Jakarta, benang.id — Anthony Leong –Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi)– menyiapkan empat pilar besar transformasi ekonomi nasional sebagai arah baru penguatan peran Hipmi.

Gagasan tersebut disusun untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju melalui peningkatan rasio pengusaha nasional hingga mencapai sekitar 8 persen atau setara dengan tambahan 13 juta pengusaha baru.

Anthony ynng juga Co-Founder Haluan Digital Network yang sukses menjadi salah satu perusahaan social commerce agency terbesar di Indonesia, menilai Hipmi harus tampil lebih progresif sebagai akselerator perekonomian nasional dengan menggerakkan kekuatan kolektif jaringan organisasi di seluruh BPD (Badan Pengurus Daerah) dan BPC (Badan Pengurus Cabang).

Menurutnya, pengusaha muda tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi motor penggerak transformasi ekonomi Indonesia.

Pilar pertama yang diusung adalah Hipmi Creative & Production Hub. Program ini difokuskan pada pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata daerah, dan adopsi inovasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas nasional. Anthony juga menyoroti pentingnya penguatan sektor maritim melalui standardisasi teknologi hilirisasi, termasuk pengembangan budidaya rumput laut dan komoditas pesisir agar menghasilkan produk turunan bernilai ekspor tinggi.

Menurut Anthony, daerah harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia dengan pengusaha muda sebagai aktor utamanya. Gagasan tersebut sejalan dengan visinya menjadikan Hipmi sebagai mesin penggerak ekonomi nasional berbasis potensi daerah dan industrialisasi.

Pilar kedua adalah pembentukan Youth Development Bank. Anthony mengusulkan hadirnya bank baru yang fokus memberikan pembiayaan produktif bagi bisnis baru berbasis feasibility study dengan proses kurasi ketat oleh pemerintah dan asosiasi pengusaha. Skema pembiayaan tersebut dirancang memiliki bunga kompetitif sekitar 2 hingga 3 persen di atas BI rate.

Anthony menegaskan perjuangan utamanya bukan sekadar menghadirkan bunga murah, tetapi menciptakan akses pembiayaan nyata bagi lahirnya generasi baru pengusaha nasional, khususnya pengusaha muda dan sektor usaha menengah yang selama ini dinilai belum mendapatkan perhatian optimal dari sistem perbankan nasional.

Pilar ketiga adalah Hipmi Green Infrastructure Business. Dalam konsep ini, Anthony mendorong pengusaha Hipmi masuk ke sektor infrastruktur strategis nasional dan transisi energi bersih. Ia menawarkan pengurangan ekspor batubara secara bertahap dengan menggantikannya melalui pengolahan bernilai tambah domestik, termasuk pembangunan PLTU supercritical berteknologi efisiensi tinggi yang terintegrasi dengan Carbon Capture and Storage (CCS).

Anthony juga mengusulkan pengembangan inisiatif ASEAN Super Grid agar Indonesia dapat menjadi pemain penting dalam ekspor energi listrik kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, pengusaha muda harus mulai berani masuk ke sektor-sektor strategis nasional yang menentukan masa depan bangsa.

Pilar keempat adalah Hipmi Philanthropy, yakni wadah profesional untuk mengelola tanggung jawab sosial organisasi sekaligus menjadi inkubator bantuan modal awal dan investasi produktif bagi pengusaha muda serta pelaku usaha ultra mikro yang belum tersentuh lembaga keuangan formal.

Tak hanya berhenti pada program ekonomi, Anthony juga mengusulkan penyusunan Undang-Undang Kewirausahaan Nasional. Melalui regulasi tersebut, ia ingin membangun kerangka hukum yang komprehensif mulai dari penyederhanaan perizinan usaha, fasilitasi pendanaan modal ventura, hingga integrasi pendidikan kewirausahaan ke dalam kurikulum nasional dengan roadmap jangka pendek, menengah, dan panjang.

Berbagai gagasan tersebut semakin memperkuat positioning Anthony Leong sebagai figur pengusaha muda yang aktif membangun kerangka pemikiran ekonomi nasional sekaligus mendorong lahirnya generasi baru wirausaha Indonesia yang lebih modern, inklusif, dan berdaya saing global. (*/GK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here