Moral dan Fundamental Ekonomi Nasional yang Kuat jadi Fondasi Pembangunan Indonesia

0
32
Anthony Leong

Jakarta, benang.id – Cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 hanya dapat dicapai apabila pembangunan nasional ditopang oleh fondasi moral yang kuat serta fundamental ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.

Demikian dikemukakan Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi), Anthony Leong, saat menyampaikan opening speech dalam Debat Ketiga Calon Ketua Umum BPP Hipmi yang disiarkan secara langsung oleh Metro TV pada Rabu (4/6/2026) malam.

Dalam paparannya, Anthony menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya diukur dari capaian angka-angka makroekonomi seperti investasi, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), maupun realisasi proyek pembangunan. Menurutnya, kualitas karakter, integritas, serta tata kelola yang baik merupakan faktor penentu keberlanjutan pembangunan ekonomi suatu bangsa.

“Fundamental ekonomi yang kuat harus ditopang oleh fondasi moral yang kuat. Tanpa integritas, tata kelola yang baik, dan sumber daya manusia yang berkualitas, pertumbuhan ekonomi tidak akan berkelanjutan,” tegas Anthony dalam debat tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Berbagai lembaga internasional memproyeksikan Indonesia dapat masuk dalam lima besar ekonomi terbesar dunia pada 2045 apabila mampu menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat kualitas sumber daya manusia.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa bonus demografi yang akan mencapai puncaknya dalam dua dekade mendatang dapat berubah menjadi beban apabila tidak diiringi dengan penciptaan lapangan kerja yang memadai, peningkatan kualitas pendidikan, dan lahirnya lebih banyak wirausahawan baru.

“Kita membutuhkan lebih banyak pengusaha yang bukan hanya mengejar profit, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap bangsa dan masyarakat. Pengusaha harus menjadi bagian dari solusi pembangunan nasional,” ujar Anthony.

Data menunjukkan bahwa rasio kewirausahaan Indonesia saat ini telah berada di kisaran 3,4 persen dari total populasi. Meski mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, angka tersebut masih berada di bawah sejumlah negara maju dan negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Menurut Anthony, kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi HIPMI untuk terus mencetak generasi pengusaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Anthony Leong

Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat sektor-sektor strategis nasional seperti industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, ekonomi digital, pangan, energi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penguatan sektor-sektor tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya persaingan antarnegara.

“Hipmi harus menjadi motor penggerak lahirnya pengusaha-pengusaha baru yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan pekerjaan, dan memperluas pemerataan ekonomi hingga ke daerah-daerah,” kata Anthony.

Di tengah tantangan global yang ditandai perlambatan ekonomi dunia, ketegangan geopolitik, serta disrupsi teknologi, Anthony menilai Indonesia membutuhkan kepemimpinan ekonomi yang memiliki visi jangka panjang dan keberanian melakukan transformasi struktural. Menurutnya, kebijakan ekonomi harus dirancang tidak hanya untuk mengejar pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh generasi mendatang.

Dalam visinya, Hipmi memiliki posisi strategis sebagai organisasi kader pengusaha yang tidak hanya melahirkan pelaku usaha sukses, tetapi juga mencetak pemimpin ekonomi masa depan yang berintegritas serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional.

“Indonesia Emas 2045 tidak akan lahir hanya dari angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Indonesia Emas membutuhkan moralitas yang kuat, kepemimpinan yang berintegritas, serta pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Anthony.

Gagasan tersebut menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan Anthony Leong dalam Debat Ketiga Calon Ketua Umum BPP Hipmi. Melalui visi tersebut, Anthony menegaskan bahwa pembangunan ekonomi dan pembangunan karakter bangsa harus berjalan beriringan agar Indonesia mampu mencapai kemajuan yang berkelanjutan dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat. (*/GK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here