YOGYAKARTA, BENANG.ID – Sebanyak 147 atlet Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipersiapkan untuk merebut tiket menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY memperkuat pembinaan melalui Pusat Latihan Daerah (Puslatda) Tahap II yang melibatkan 28 cabang olahraga (cabor) dan didukung 41 pelatih.
Program yang dimulai pada Oktober 2026 ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Babak Kualifikasi (BK) PON 2027.
Pembinaan difokuskan pada peningkatan performa, kesiapan fisik dan mental, serta evaluasi berkala untuk mengoptimalkan peluang atlet lolos kualifikasi.
Ketua Umum KONI DIY KGPAA Paku Alam X meminta setiap cabor menetapkan target prestasi dan memetakan perkembangan atlet, mulai dari yang telah lolos, berpeluang lolos, hingga yang membutuhkan perhatian khusus.
Sri Paduka menegaskan, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari medali, tetapi juga dari peningkatan kemampuan atlet selama menjalani latihan.
“Peraihan prestasi tidak harus medali. Tetapi peningkatan catatan, skor, daya tahan, dan semacamnya, itu yang kita hargai juga,” kata Sri Paduka dalam rapat pleno pengurus KONI DIY di Yogyakarta, Sabtu (17/10).
Wakil Ketua Umum I KONI DIY Prof. Dr. Rumpis Agus Sudarko menjelaskan, jumlah peserta Puslatda meningkat dari 32 atlet pada Tahap I tahun 2025 menjadi 147 atlet pada Tahap II.
Selain atlet yang berlatih di daerah, terdapat 16 atlet DIY dari tujuh cabor yang mengikuti pemusatan latihan nasional, yakni voli pasir, voli indoor, taekwondo, judo, menembak, catur, dan basket.
Menurut Rumpis, rekam prestasi di PON sebelumnya maupun kompetisi internasional menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan program pembinaan.
KONI DIY mencatat sejumlah capaian atlet di tingkat internasional, antara lain peringkat keempat voli pasir, posisi 10 besar taekwondo, serta prestasi cabang menembak dan panjat tebing.
Capaian tersebut menjadi modal untuk meningkatkan daya saing, meski atlet tetap membutuhkan peningkatan performa guna menghadapi persaingan kualifikasi.
Pembinaan akan berlanjut melalui Puslatda Tahap III pada 2027 dengan fokus menghadapi BK PON. Setelah kualifikasi selesai, KONI DIY akan memetakan atlet dan cabor yang berhasil memperoleh tiket ke PON 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Rumpis menegaskan, peluang lolos terbuka bagi atlet yang memenuhi ketentuan kualifikasi masing-masing cabor.
“Terbuka, terbuka. Persaingannya terbuka,” tegasnya.
Melalui latihan terarah dan evaluasi berkelanjutan, KONI DIY berharap para atlet mampu mencapai performa terbaik, melewati BK PON 2027, dan memperkuat kontingen DIY pada PON 2028.


