Home Ekbis Gara-gara Impor Dihentikan, Harga Bawang Putih di Gunungkidul Capai Rp 60.000 per...

Gara-gara Impor Dihentikan, Harga Bawang Putih di Gunungkidul Capai Rp 60.000 per Kilogram

0
Ilustrasi bawang putih. (Foto: Shutterstock)

GUNUNGKIDUL, Benang.id – Pemerintah mulai mengehentikan impor sejumlah komoditas dari Cina karena berbagai hal. Rupanya, hal ini berdampak pada harga komoditas tersebut. Sebut saja salah satunya adalah bawang putih. Sebelumnya, harga bawang putih di pasaran hanya Rp 25.000 per kilogram. Kini, harga bawang putih melonjak hingga Rp 60.000 per kilogramnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Yuniarti Ekoningsih, telah memprediksi adanya kenaikan harga bawang putih jika impor bawang putih dari Cina dihentikan. Sebab, hampir semua bawang putih yang beredar di pasar tradisional di Gunungkidul merupakan bawang putih impor.

“Sebagian besar bawang putih (di Gunungkidul) impor karena tidak ada bawang putih lokal,”tuturnya, Rabu (5/2/2020) usai acara peresmian Pasar Playen Gunungkidul.

Bawang putih juga menjadi salah satu komoditas yang digunakan dalam perlbagai kuliner di Gunungkidul seperti bakmi jawa. Untuk memenuhi kebutuhan bawang putih tersebut, sebagian besar berasal dari Solo dan hanya sebagian kecil dari Pasar Giwangan.

Pihaknya tak bisa berbuat banyak terkait dengan lonjakan harga bawang putih tersebut. Saat ini pasokan bawang putih sedang tersendat karena penghentian impor bawang putih maka harga melonjak karena permintaan stabil.

“Ini berkaitan dengan supply dan demand. Kita tidak bisa intervensi,”tambahnya.

Kepala Disperindag Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, berharap segera ada solusi berkaitan dengan penghentian impor bawang putih dari Cina. Pihak akan terus memantau harga bawang putih di pasaran termasuk dampaknya terhadap komoditas komoditas yang lain.

“Kita akan pantau terus perkembangan harganya,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here