Jakarta, benang.id — Liberty Society dan LindungiHutan bekerjasama membuat program Green Experience Partner, sebuah inisiatif untuk membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia membuat acara keberlanjutan yang bebas sampah dan karbon.
Liberty Society adalah perusahaan sosial (social enterprise) yang mengubah limbah korporat seperti plastik, tekstil, dan kardus, banner menjadi merchandise dalam skema penjualan Business-to-Business (B2B), di mana 10% dari hasil penjualan disalurkan untuk memberdayakan perempuan dan kaum marginal.
Setelah 6 tahun berdiri, tahun ini, Liberty Society melangkah lebih jauh untuk mewujudkan misinya membantu perusahaan menerapkan nilai-nilai keberlanjutan melalui program Green Experience Partner.
“Kami melihat banyak sekali sampah yang dihasilkan dari event yang ada di Indonesia,” kata Tamara Gondo, Founder dari Liberty Society, dalam keterangannya, Jumat (29/8/2025).
“Namun sayangnya, sebagian besar sampah tersebut hanya berujung di TPA, tanpa ada proses pengelolaan yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Faktanya, lanjut dia, satu event dengan 5.000 pengunjung dapat menghasilkan 4 m³ sampah, yang setara dengan gedung perusahaan setinggi 4 meter.
Salah satu contoh nyata datang dari Java Jazz Festival, salah satu festival musik terbesar di Indonesia, yang menghasilkan 6,2 ton sampah hanya dalam tiga hari pelaksanaan pada tahun 2022, dikutip dari laman Liputan6.com (Syaiful Rochman, 2022).
Di sini, Green Experience Partner hadir untuk membantu perusahaan menciptakan event yang berdampak, tak hanya megah namun juga bermakna. Liberty Society percaya bahwa sustainability (keberlanjutan) harus bisa dirasakan langsung oleh audiens, dari karyawan internal hingga publik yang lebih luas.
Bagaimana caranya?

Melalui rangkaian kegiatan seperti sustainability outing, workshop, hingga masterclass yang dirancang secara personal dan interaktif. Setiap pengalaman disesuaikan dengan kebutuhan dan lokasi perusahaan, agar nilai keberlanjutan bisa diterapkan secara relevan dan autentik.
“Melalui Green Experience Partner, sampah yang dihasilkan dari setiap acara akan dikelola secara bertanggung jawab oleh salah satu mitra kami, Rekosistem, yang berfokus pada pengelolaan limbah berkelanjutan.”
“Kami juga memastikan bahwa vendor-vendor menerapkan prinsip berkelanjutan, seperti jasa catering yang tidak menggunakan kemasan sekali pakai,” lanjutnya.
Untuk mencapai target net zero carbon, setiap event yang kami fasilitasi akan disertai dengan kegiatan penanaman pohon melalui kolaborasi dengan LindungiHutan, sebagai bentuk nyata kontribusi terhadap pemulihan lingkungan.
Liberty Society memiliki target untuk mendaur ulang 50 ton sampah di tahun 2025. Hal ini juga ditunjukkan pada salah satu program yang disediakan pada Green Experience Partner, yaitu workshop daur ulang, di mana karyawan atau peserta dapat langsung belajar mengubah limbah menjadi barang bernilai guna.
Dalam peluncuran Green Event Experience Partner pada 29 Agustus, Liberty Society juga berkolaborasi dengan Roemah Koffie, brand kopi lokal yang memiliki komitmen membawa edukasi keberlanjutan lebih dekat dengan masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui workshop daur ulang limbah kopi, yang mengajak peserta belajar mengolah limbah kopi menjadi produk bernilai guna.
Dalam menjalankan misinya, Liberty Society didukung oleh Bank DBS Indonesia melalui DBS Foundation Business for Impact Grant Award Programme 2023. Sejak diluncurkan pada 2015, DBS Foundation Grant Programme menyalurkan dana hibah senilai SGD 21,5 juta kepada 160 wirausaha sosial di negara-negara tempat Bank DBS beroperasi.
Para penerima hibah ini memiliki misi yang sama dengan DBS Foundation dalam meningkatkan kesejahteraan komunitas rentan, terutama melalui tiga fokus, yakni menyediakan kebutuhan dasar (providing essential needs), mendorong inklusi (fostering inclusion), serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat untuk masa tua yang lebih bermartabat (ageing society).

Mona Monika, Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia menyatakan bangga akan kiprah Liberty Society sebagai mitra wirausaha sosial (social enterprise) yang telah memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekaligus memberdayakan perempuan dan komunitas rentan untuk memiliki masa depan yang lebih baik.
”Hal ini sejalan dengan aspirasi kami menjadi ‘Best Bank for a Better World’. Kami berkomitmen untuk terus mendukung social enterprises atau bisnis yang dapat menciptakan dampak melalui DBS Foundation Grant Programme untuk mendorong ekosistem yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Mona Monika.
Dalam menjalankan programnya, Bank DBS Indonesia dipandu oleh tiga pilar keberlanjutan yang mencakup Responsible Banking, Responsible Business Practices dan Impact Beyond Banking. Bank DBS Indonesia juga telah menerapkan berbagai program untuk menekan emisi karbon diantaranya mengelola sampah secara bertanggung jawab, mengurangi pemakaian kertas dan menggantinya dengan versi digital.
Selain itu, karyawan pun diberi pemahaman terkait gaya hidup berkelanjutan serta melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan sukarela seperti mengompos, mendaur ulang (recycling) maupun pemanfaatan kembali dengan nilai tambah (upcycling).
“Kami sangat senang karena dana hibah dari DBS Foundation membantu kami memperluas kontribusi positif kami bagi masyarakat. Dana ini kami gunakan untuk melatih 200 perempuan prasejahtera, mendaur ulang 20 ton sampah, mendirikan fasilitas daur ulang baru guna meningkatkan skala produksi, hingga memperdalam penetrasi pasar,” jelas Tamara. (*/GK)