Sunday, August 31, 2025
No menu items!
spot_img
HomeNasionalIni Pernyataan Sikap Perluni UAJ atas Kondisi Genting Jakarta

Ini Pernyataan Sikap Perluni UAJ atas Kondisi Genting Jakarta

Jakarta, benang.id – Sehubungan dengan ketegangan dan situasi genting yang melanda Jakarta pada 28–29 Agustus 2025, termasuk terjadinya peristiwa tragis yang menewaskan seorang pengemudi ojek daring Affan Kurniawan akibat dilindas kendaraan taktis Brimob, serta eskalasi demo yang berujung pada aksi anarkis dan kerusakan fasilitas publik, Perkumpulan Alumni Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
Jakarta (Perluni UAJ) mengeluarkan pernyataan sikapnya.

Pernyataan sikap Perluni UAJ atas nama Pengurus Perluni UAJ: Ketua Umum : Michell Suharli SE Msi, Wakil Ketua Umum Tarsisius Tukijan Spd, Sekretaris Jenderal Jefri Moses Kam SH MH, dan Bendahara Umum Irene Sinurat SE MM, Sabtu, 30 Agustus 2025 mencakup poin sebagai berikut:

1. Turut Berbelasungkawa Secara Mendalam
Perluni UAJ menyampaikan rasa duka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudara Affan Kurniawan, pengemudi ojek online, yang menjadi korban dalam insiden truk taktis Brimob pada 28 Agustus di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Perluni UAJ berharap keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kekuatan, penghiburan, dan dukungan dari berbagai pihak. Kami juga mengapresiasi upaya pemerintah dan pihak kepolisian dalam memberikan tanggapan, termasuk permintaan maaf dari Kapolri dan penahan sementara tujuh anggota Brimob terkait.

2. Pemimpin Harus Tunjukkan Empati di Tengah Krisis Ekonomi
Dalam masa ekonomi yang masih sangat sulit bagi rakyat ditandai dengan tuntutan demonstran terhadap kenaikan tunjangan parlemen, tingginya biaya hidup, pemutusan hubungan kerja, hingga naiknya pajak properti, kewajiban pemimpin adalah tampil sebagai pelindung dan pendengar. Aksi demo yang berawal dari rasa ketidakadilan ini semestinya ditanggapi dengan kepekaan, bukan dengan tindakan represif.

3. Kekerasan Bukan Solusi, Hentikan Segala Bentuk Kekerasan
Perluni UAJ mengecam setiap bentuk kekerasan dalam unjuk rasa, baik yang dilakukan oleh aparat maupun pihak demonstran. Insiden berujung fatal seperti kematian Affan hanya akan memperlebar luka dan memperlemah ikatan kebangsaan kita. Demo harusnya menjadi ruang dialog, bukan alat perusakan.

4. Waspadai Provokasi Identitas dan Isu SARA
Perluni UAJ memperingatkan agar semua pihak menjauhi provokasi bernuansa komunalisme atau SARA yang bisa memperparah keretakan sosial. Narasi yang dibangun baik di lapangan maupun di media harus disikapi secara kritis dan ditransmisikan dengan penuh tanggung jawab.

5. Tanggung Jawab Elit, Harapan Rakyat.
Pemimpin Nasional harus ada yang bertanggungjawab atas kekacauan ini, baik dari eksekutif maupun legislatif, sebagai bentuk sikap ksatria sekaligus memberi ruang peluang bagi rakyat mendapatkan kepemimpinan nasional kolegial yang lebih efektif, pro kesejahteraan rakyat dan mampu menampilkan kekuatan Bangsa Indonesia dalam dinamika geopolitik global.

Selanjutnya Perluni UAJ berharap:
* Aparat segera menyelesaikan proses hukum terhadap pelaku secara jujur dan terbuka.
* Pemimpin bangsa membuktikan empatinya secara nyata.
* Rakyat tetap menjaga persatuan dan menahan diri dari tindakan yang merusak.
* Semua pihak menolak adu domba berbasis identitas yang akan memperlemah soliditas nasional.
* Elite bertanggung jawab atas situasi ini demi memenuhi harapan rakyat dan menciptakan keteduhan dan kedamaian. (*/GK)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments