Jumlah Kelompok Tani di Kota Yogyakarta Naik Selama Pandemi COVID-19

0
Ilustrasi pertanian. (Foto: Shutterstock)

YOGYAKARTA, Benang.id – Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengklaim jumlah kelompok tani di Kota Yogyakarta justru bertambah di masa pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung sejak Maret hingga Juni ini. 

Heroe mengatakan, kelompok tani di Kota Yogyakarta itu hingga akhir Juni ini sudah lebih dari 200 kelompok. Padahal sebelumnya jumlahnya tak lebih dari 100 kelompok.

“Pendataan saat tahun 2017 lalu, kelompok tani itu malah masih belum sampai 30 kelompok,” ujar Heroe, Senin (29/6/2020).

Heroe menduga pertumbuhan kelompok tani, khususnya di masa pandemi ini, kemungkinan karena ada peningkatan kebutuhan keseharian. Warga pun mulai tertarik merintis kelompok di lingkungan tinggalnya demi tujuan awal memenuhi kebutuhan yang dinilai mulai seret pasokannya. Kelompok tani ini lantas mengubah kampungnya menjadi kampung sayur.

Pertumbuhan kelompok tani ini pun diikuti dengan terbentuknya 1.700 kolam lele yang dikelola kelompok-kelompok tani yang tersebar di Kota Yogyakarta itu.

“Dari pemenuhan kebutuhan pangan sendiri itu lalu berkembang, mereka juga jualan tanaman sayur itu dan mendapat hasil lebih,” ujarnya.

Di masa pandemi ini, ujar Heroe, dari kampung kampung sayur yang dikelola para kelompok tani itu juga muncul sisi kemanusiaan dalam bentuk berbagi pangan dengan cara dan istilah beragam. 

Misalnya ada kampung yang berbagi dengan cara membuat program Nyantelke (menggantungkan) bahan pangan. Di mana warga yang memiliki bahan pokok berlebih, bisa membungkus kelebihan bahan itu dengan plastik, kemudian menggantungkannya di sebuah papan yang tersedia di tengah kampung untuk bisa diambil cuma-cuma oleh warga lain yang sedang kekurangan. 

Heroe mengatakan, lebih dari setahun terakhir mendorong masyarakat bisa mengembangkan tanaman sayur di halaman-halaman perkampungan karena lahan sawah di Kota Yogya sangat terbatas.

“Kami sekarang sedang menggagas, bagaimana ke depan hotel-hotel yang ada di Kota Yogya landscapenya  bukan sekedar bunga-bunga lagi, tetapi sayuran,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here