Home Berita Kecam Anarkisme, Warga Sleman Tuntut Polisi Ungkap Dalang Rusuh Demo Ciptaker

Kecam Anarkisme, Warga Sleman Tuntut Polisi Ungkap Dalang Rusuh Demo Ciptaker

0

Kota Jogjakarta (19/10), benang.id – Kelompok masyarakat yang menamakan dirinya Aliansi Sleman Guyub Rukun menyesalkan aksi anarkisme saat berlangsungnya demonstrasi menolak Undang Undang Omnibus Law, khususnya UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD DIY, beberapa waktu lalu.

Melalui sejumlah spanduk yang dibentangkan di sejumlah titik strategis di Jogja, Aliansi Sleman Guyub Rukun mendesak agar aparat kepolisian melakukan tindakan tegas untuk kondusifitas dan kedamaian Jogja tetap terjaga.

Koordinator Sleman Guyub Rukun Rudi menyatakan, aksi demonstrasi yang berakhir ricuh itu mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum.

“Sebagai sesama warga, kami menyatakan tidak sepakat dengan aksi yang rusuh. Kami Sleman Guyub mengutuk segala aksi kekerasan,” tegas Rudi melalui siaran pers yang diterima di Sleman, Senin (19/10) malam.

Sebagai kota pendidikan, Jogja merupakan ekosistem yang sangat baik untuk berpikir kritis. Namun, masih menurut Rudi, semua harus dilakukan dalam batas-batas ketertiban umum.

“Silakan menyampaikan pendapat, itu hak berdemokrasi, tapi jangan rusuh sehingga merugikan kepentingan umum,” kata Rudi.

Menurut dia, aksi massa yang berujung ricuh di sepanjang Jalan Malioboro serta sebagian kompleks Gedung DPRD DIY pada tanggal 8 Oktober lalu setidaknya mengakibatkan satu bangunan restoran dibakar massa. Akibatnya, pemilik maupun ratusan pekerja yang menggantungkan hidup pada restoran itu harus kehilangan pendapatan.

Rudi menambahkan, jika anarkisme tidak dihentikan, dikhawatirkan akan menambah beban warga yang tengah berupaya bangkit akibat pandemi Covid-19.

“Tentu belum hilang dalam ingatan kami, tanggal 1 Mei 2018. Aksi demo ratusan massa yang menamakan diri Gerakan 1 Mei dalam aksi demonstrasi Hari Buruh di Pertigaan UIN Sunan Kalijaga yang berujung bentrok,” sesal Rudi.

Selain itu, Rudi menyebut masyarakat D.I. Yogyakarta menjunjung tinggi aturan hukum dan kearifan. Sehingga, cara-cara penyampaian pendapat yang melibatkan kekerasan tidak semestinya terjadi di Yogyakarta.

“Kau mau rusuh, kami warga Sleman, siap melawan. Segala bentuk anarki dari pihak yang ingin mengacaukan kedamaian Jogja harus kami lawan,” ujar Rudi.

Untuk itu, dia mengajak seluruh tokoh dan elemen masyarakat D.I. Yogyakarta bersatu padu menciptakan suasana aman dan tenteram.

“Kami mendukung segala upaya petugas yang berwajib dan pihak terkait untuk mengungkap otak di balik kerusuhan kemarin,” pungkas Rudi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here