Melestarikan Lereng Merapi Bersama Paguyuban Trail Merapi

0
Pengendara sedang melakukan kegiatan trail di Lereng Merapi. (Foto: Istimewa)

SLEMAN, Benang.id – Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menikmati keindahan di Kawasan Lereng Merapi. Salah satunya adalah dengan ngetrail di kawasan ini. Setidaknya ada 7 club trail di Yogyakarta yang menjadikan lereng Merapi sebagai area untuk melakukan kegiatan trail Namun, muncul anggapan bahwa trail menjadi salah satu kegiatan yang merusak Lereng Merapi.

Rupanya bahwa trail merusak alam kurang tepat. Hal tersebut mungkin muncul lantaran ada pihak yang melakukan kegiatan trail yang melintasi perkampungan namun tidak berlaku sopan pada warga sekitar.

“Sebenarnya kalau dikatakan merusak, seberapa sih yang dirusak? Kan nggak terlalu. Karena kan paling merusak jalan petani untuk menuju ke sawah. Mungkin itu yang paling parah, sedangkan yang lain ya enggak,” kata Ragil, Ketua Paguyuban Trail Merapi, Rabu (12/2/2020).

Terkait dengan jalan menuju sawah yang dirusak, ia membenarkannya. Namun, tidak sepanjang jalur trail merupakan jalur yang digunakan petani ke sawah. Jalan untuk menuju sawah yang digunakan petani hanya 20 – 30%.

Pengendara trail sedang memandangi Gunung Merapi. (Foto: Istimewa)

Sebagai salah satu upaya untuk mencintai alam, para pecinta Merapi dengan trail ini membentuk Paguyuban Trail Merapi yang salah satu programnya adalah melestarikan lingkungan hidup terutama di lereng Merapi.

“Bagaimana pun juga, diakui atau tidak, gunung adalah pusat kehidupan, di mana ada gunung berapi, disitu tanahnya subur. Pusat – pusat pertanian selalu ada di gunung, karena memang Merapi itu sebuah berkah untuk kita semua,” ujarnya.

Merapi adamenjadilah sumber nafkah bagi ribuan orang mulai dari petani, pelaku wisata, penambang, dan lain sebagainya. Tak hanya itu menurut Ragil, sudah menjadi kewajiban untuk melestarikan alam.

Ragil, Ketua Paguyuban Trail Merapi (Kanan) bersama Rendi berfoto bersama, Rabu (12/1/2020).

“Kalau tidak dilestarikan, maka merapi akan terus bergerak. Namanya alam, pasti akan menuntut keseimbangannya. Ketika manusia tidak bisa bersinergi dengan alam, tidak mampu menyatu dengan alam, ketika alam meminta haknya untuk menyeimbangkan diri maka itu akan terjadi yang namanya bencana,” katanya.

Kini, Paguyuban Trail Merapi masih berkoordinasi dan melakukan silaturahmi dengan warga di Lereng Merapi terkait dengan pembentukan paguyuban tersebut. Usai silaturahmi dengan warga, pihaknya merencanakan akan melakukan bersih sungai di Kali Pelang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here