Pariwisata Terdampak COVID-19, Warga Kaliurang Beralih ke Ativitas Bercocok Tanam

0

Sleman, Benang-Id – Ganasnya pandemi COVID-19 ini membawa dampak di seluruh dunia tak terkecuali di wilayah Yogyakarta. Pariwisata di kawasan wisata Kaliurang, Hargobinangun, Yogyakarta juga menjadi salah satu sektor paling parah yang terkena dampaknya.

Seperti yang diketahui, kawasan wisata primadona lereng Merapi sudah terkenal sejak lama di Yogyakarta karena jip wisata dan juga jadah tempe. Bahkan, hampir 75% warga kawasan wisata yang mencakup 3 padukuhan ini yaitu Kaliurang Barat, Timur dan Ngipiksari, mayoritas berprofesi sebagai pelaku wisata yang benar-benar mengandalkan perekonomian dari sektor pariwisata. Namun akibat pandemi ini perekonomian mereka dari sektor pariwisata lumpuh.

“Saat ini imbas dari pandemi COVID-19 ini perekonomian di kawasan wisata Kaliurang benar benar lumpuh total, karena pariwisata ditutup dan sama sekali tidak ada pemasukan,” ujar bapak Nere warga Ngipiksari yang merupakan salah satu pelaku wisata di kawasan Kaliurang saat ditemui pada Selasa (12/5/2020).

Meski pariwisata lumpuh, warga tak lantas berdiam diri. Warga Dusun Ngipiksari yang berada dikawasan wisata Kaliurang ini bersama sama kelompok ibu-ibu PKK dan juga relawan Pagar Merapi melakukan kegiatan bercocok tanam untuk mengisi kegiatan. Selain mengisi kegiatan, aktivitas ini juga untuk membantu ketahanan pangan di kawasan wisata Kaliurang.

Di atas lahan sekitar 3000 meter persegi dan juga memanfaatkan media botol air minum mineral bekas, warga menggarap untuk ditanami tanaman pangan seperti cabai, sawi, ketela, kangkung dan sayuran lainnya. Meski digarap secra bersama-sama warga tidak lupa menerapkan social distancing di masa pandemi ini.

“Kegiatan yang dilakukan oleh sebagian besar ibu-ibu PKK ini selain untuk mengisi waktu dan ketahanan pangan, nantinya bisa dijadikan destinasi wisata baru di kawasan Kaliurang dan bisa menggugah warga dikawasan lereng Merapi untuk bangkit bersama dan gotong-royong menghadapi pandemi yang tidak tahu sampai kapan akan berakhir,” ujar salah satu relawan Pagar Merapi, Heri Trubus.

Relawan beserta ibu-ibu pun memberikan edukasi warga sekitar berupa kegiatan menanam tanaman ketahanan pangan dan setelah masa pandemi ini diharapkan kebun tanaman pangan dengan memanfaatkan barang bekas sebagai tempat media tanam diharapkan bisa dijadikan wisata alternatif. Salah satu warga, Sri Suwartini berharap supaya kodisi sekarang ini bisa segera selesai dan kembali beraktifitas kembali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here