Home Seni Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, Tanda Keberagaman Hidup di Yogyakarta

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, Tanda Keberagaman Hidup di Yogyakarta

0
Maskot tikus logam dalam pembukaan Pekan Budaya Tinghoa XV, Minggu (2/2/2020). (Foto: adh)

YOGYAKARTA, Benang.id – Jogja Istimewa. Demikian bunyi salah satu slogan yang tersemat pada Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Berbagai hal membuat Yogyakarta menjadi istimewa dari pada daerah lain. Salah satunya adalah keberagaman yang ada, dan warganya mampu hidup rukun satu sama lain.

Salah satu gelaran budaya yang dinantikan oleh warga Yogyakarta tak lama usai Perayaan Tahun Baru Imlek tiba adalah Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY). Event ini digelar rutin di Kampung Ketandan yang terletak di Kawasan Malioboro.

“Tahun ini perayaan imlek dengan shio tikus logam. Kita berikan tema ‘The Cultural Color of Wonderful Indonesia’, yang mana kita diingatkan akan kebersamaan di Yogyakarta,” papar Ketua Pelaksana PBTY ke-15, Tri Kirana Muslidatun, dalam pembukaan PBTY di Titik Nol Kilometer, Minggu (2/2/2020) malam.

PBTY menjadi salah satu tanda keberagaman masyarakat di Yogyakarta. Tak hanya itu, perhelatan ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan citra pariwisata Yogyakarta melalui budaya.

Penampilan reog dalam pembukaan Pekan Budaya Tinghoa XV, Minggu (2/2/2020). (Foto: adh)

“Nantinya tidak hanya kesenian dari Tionghoa saja, tetapi juga kesenian Nusantara,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Pakualam X, mengungkapkan bahwa PBTY menjadi salah satu ungkapan syukur yang bermakna karena warga bisa merasakan suasana kehidupan yang nyaman di Yogyakarta.

“Tiap pekan budaya (PBTY) hendaknya selalu diusahakan sebagai media integrasi sosial budaya dalam perspektif ekonomi,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here