Friday, April 4, 2025
No menu items!
spot_img
HomeInternasionalPemerintah Malaysia Izinkan Ocean Infinity Cari Bangkai MH370 di Samudera Hindia

Pemerintah Malaysia Izinkan Ocean Infinity Cari Bangkai MH370 di Samudera Hindia

Kuala Lumpur, benang.id – Upaya pencarian bangkai pesawat MH370 yang raib pada 8 Maret 2014 silam akan kembali dilanjutkan. Dewan Menteri Malaysia, Rabu (19/3/2025), telah menyetujui syarat dan ketentuan yang diajukan Ocean Infinity, perusahaan tekonologi asal United Kingdom, untuk meneruskan operasi pencarian bangkai salah satu armada pesawat Malaysia Airlines tersebut.

Demikian dikemukakan Menteri Transportasi Malaysia Loke Siew Fook, dalam keterangan resminya, Rabu (19/3/2025), seperti disampaikan salah satu keluarga korban, VPR Nathan kepada Frans Leonard, seorang pengusaha asal Merauke, Papua Selatan, Indonesia yang merupakan simpatisan korban Tragedi MH370.

Dengan persetujuan Dewan Menteri tersebut, Kementerian Transportasi akan mewakili Pemerintah Malaysia untuk menandatangani perjanjian operasi pencarian dengan Ocean Infinity,” ujar Loke Siew Fook.

Menteri Transportasi Malaysia Loke Siew Fook bersama keluarga korban menyalakan lilin dalam acara peringatan 10 Tahun Tragedi MH370 di Hotel Nu Empire, Subang Jaya, Kuala Lumpur, Minggu (3/3/2024). Foto: benang.id/Gora Kunjana

Ia menjelaskan bahwa Dewan Menteri memutuskan untuk mengizinkan Ocean Infinity melakukan operasi pencarian ke dasar laut dan menemukan bangkai MH370 di lokasi baru yang diperkirakan seluas 15.000 kilometer persegi di Samudera Hindia bagian Selatan, berdasarkan prinsip “no find, no fee”.

Berdasarkan prinsip ini, Pemerintah Malaysia tidak perlu mengeluarkan pembayaran apapun ke perusahaan tersebuut jika tidak ada puing-puing yang ditemukan. Biaya sebesar US$70 juta akan dibayarkan kepada Ocean Infinity jika lokasi terjadinya kecelakaan penerbangan MH370 beserta puing-puingnya berhasil ditemukan.

Pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan operasi pencarian dan memberikan update informasi untuk keluarga terdekat penumpang MH370,” tutup Loke Siew Fook.

Masih meninggalkan misteri

Puing-puing MH370 yang ditemukan pada rentang tanggal 27 Desember 2015-23 Desember 2016. Foto: benang.id/Gora Kunjana

Tragedi hilangnya pesawat Malaysia Airline MH370 pada penerbangan Kuala Lumpur- Beijing, 8 Maret 2014 silam masih meninggalkan misteri. Sebanyak 239 penumpang termasuk awak pesawat hingga kini belum diketemukan. Hanya sejumlah kecil puing-puing pesawat yang ditemukan tahun 2015 dan 2016.

Tragedi MH370 sudah pasti menimbulkan kepedihan yang luar biasa tak terbayangkan bagi keluarga. Mereka berharap jenazah para penumpang pesawat nahas tersebut — meski kemungkinannya sangat kecil namun bukan mustahil– bisa ditemukan dan misteri bagaimana dan apa penyebab pesawat itu hilang terpecahkan.

Para keluarga korban yang kemudian membentuk kelompok Voice MH370 meminta masyarakat luas tidak melupakan tragedi MH370 dan upaya pencarian terus dilakukan.

Anne Catherine Daisy. Foto: facebook

Jangan pernah melupakan tragedi MH370 dan terus berupaya melakukan pencarian adalah dua poin yang mengemuka dalam acara peringatan 10 Tahun Tragedi MH370 di sebuah mal yang melekat dengan Hotel Nu Empire di kawasan Subang Jaya, Kuala Lumpur, Minggu (3/3/2024). Hadir di antara para keluarga korban, Menteri Transportasi Malaysia Loke Siew Fook.

Dalam acara itu, untuk mengenang para korban, anggota keluarga dari Malaysia, Tiongkok, Australia, dan India memberikan penghormatan dengan menyalakan lilin. Ada juga beberapa anggota keluarga yang memberikan kesaksian tentang kehidupan mereka selama 10 tahun terakhir sejak kehilangan orang yang mereka cintai.

Tampak pula sejumlah puing yang diyakini merupakan bagian bangkai pesawat MH370 dipajang. Puing tersebut ditemukan pada rentang tanggal 27 Desember 2015- 23 Desember 2016.

Grace S Nathan bersama suami dan anak-anak mereka. Foto: benang.id/Gora Kunjana

Dalam sambutannya, Menteri Loke Siew Fook mengungkapkan bahwa pemerintah mendukung upaya pencarian MH370 dan menyambut baik tawaran Ocean Infinity. Perusahaan itu telah mengajukan proposal yang menarik yaitu No find no fee yang artinya mereka tidak menerima biaya (pembayaran) jika tidak mendapatkan temuan dalam misi pencarian pesawat yang hilang tersebut.

Nah, setelah setahun berlalu proposal Ocean Infinity akhirnya disetujui. “Pemerintah bertekad untuk menemukan MH370. Kami sangat berharap pencarian ini dapat menemukan pesawat tersebut dan mewujudkan harapan keluarga korban,” ujar Loke Siew Fook kala itu.

Mimpi didatangi korban

Frans Leonard memegang puing sayap MH370 yang dalam mimpinya ia pegang di sebuah pantai. Foto: benang.id/Gora Kunjana

“Kita doakan semoga operasi pencarian yang dilakukan Ocean Infinity membawa hasil,” ujar Frans Leonard, dalam pesan WhatsApp-nya kepada benang.id, pekan lalu.

Untuk diketahui Frans Leonard adalah seorang pengusaha asal Merauke, Papua Selatan, Indonesia, yang secara khusus menyempatkan hadir ke acara peringatan 10 Tahun Tragedi MH370 di Kuala Lumpur, tahun lalu.

Meski tidak memiliki hubungan apa-apa dengan korban MH370, Frans merupakan simpatisan kelompok Voice MH370 yang terus mengikuti perkembangan tentang upaya pencarian MH370. “Setelah bertemu dengan Nathan (salah satu keluarga korban-red) di acara peringatan 10 Tahun Tragedi MH370 tahun lalu, kami masih saling berkomunikasi,” jelasnya.

Keterkaitan Frans Leonard dengan Tragedi MH370 gara-gara sejumlah mimpi. Pada mimpi pertama, ia didatangi oleh sosok wanita berdarah India dengan menggunakan sari tak lama setelah pesawat itu hilang.

Frans Leonard mengungkapkan mimpi yang ia alami kepada VPR Nathan, disaksikan Putut Prabantoro. Foto: benang.id/Gora Kunjana

“Karena mimpi saya tidak jauh dari peristiwa besar itu, saya searching dan mendapatkan jawaban. Saya merasa yakin bahwa sosok yang datang dalam mimpi saya itu adalah Anne Catherine Daisy,” tandas Frans, saat datang ke acara peringatan 10 Tahun Tragedi MH370 didampingi AM Putut Prabantoro, penasihat Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI).

Selang tiga tahun kemudian Frans bermimpi untuk kali keduanya, “Saya mimpi memegang puing bagian sayap pesawat nahas itu di sebuah pantai,” ujarnya. Dan, terakhir atau setahun setelah mimpi kedua, Frans bermimpi hadir dalam satu acara dan bersalaman dengan sejumlah pejabat yang tengah memberikan penjelasan seputar hilangnya MH370.

Lantaran mimpi itulah, Frans melakukan berbagai upaya untuk bisa menemui keluarga Anne Catherine Daisy tersebut dan terlaksana saat menghadiri peringatan 10 Tahun Tragedi MH370 tahun lalu. Di acara tersebut, Frans Leonard didampingi Putut Prabantoro menemui suami dan putri Anne Catherine Daisy, VPR Nathan dan Grace S Nathan, untuk mengucapkan turut prihatin dan mengungkapkan ketiga mimpinya. (*/GK)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments