Vatikan, benang.id – Banyak jalan menuju Roma. Salah satu jalan itu telah ditempuh Deni Iskandar. Seorang pemuda Muslim asal Pandeglang, Banten ini berkesempatan menimba ilmu pendidikan perdamaian di Roma.
Tiba di Roma, pada 30 Januari 2023, Deni Iskandar adalah Sarjana S1 lulusan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Jurusan Studi Agama-Agama. Dia yang saat ini juga menjabat Wakil Bendahara Umum PBHMI, memperoleh beasiswa Nostra Aetate dari Dikasterium Tahta Suci Vatikan untuk belajar di dua Universitas Kepausan.
Di dua kampus tersebut Deni mengambil 4 mata kuliah di antaranya tentang rahasia Allah yang hidup yang membahas ajaran gereja soal Tritunggal Mahakudus, dan kedua tentang Eskatologi.
Deni Iskandar mengaku bahwa sebelum berangkat ke Negara Vatikan dan Kota Roma, ia sowan dan minta izin ke KH Abuya Muhtadi Al Bantani, yang kemudian memberinya restu dan mendoakannya.
Ulama-ulama di Banten, terkhusus Abuya Muhtadi sangat mendukung langkah Deni, untuk belajar di Nostra Aetate. “Bahkan, pada saat saya di Roma pun kami sering kontak-kontakan kadang video call-an dengan Abuya. Saya juga sharing dengan beliau. Saat beliau masih di Mekkah, sedang melaksanakan pertemuan dengan para ulama Islam se-dunia,” terang Deni Iskandar.
Bagaimana ia bisa menerima beasiswa kuliah satu semester di Kota Roma? Ada apa dengan buku berjudul “Katolik di Tanah Santri” yang ditulisnya?, Bagaimana pula pengalaman pertamanya saat berpuasa hingga 15 jam namun tidak pernah merasa haus? Dan, masih banyak lagi pengalaman baru nan berharga selama di Roma ia ceritakan kepada Pater Markus Solo Kewuta SVD menjelang kembalinya Deni ke Tanah Air. Perbincangan nan hangat ini bisa Anda simak di sini: https://www.youtube.com/watch?v=nV9gnPT2agI (*)