Home Berita Sosialisasi Pilkada 2020, DWS – ACH Temui Umat Katolik Paroki Klepu dan...

Sosialisasi Pilkada 2020, DWS – ACH Temui Umat Katolik Paroki Klepu dan Unsur NU di Moyudan

0

Sleman (19/10), benang.id – Pasangan Calon Bupati – Wakil Bupati Sleman nomor urut 1, Danang Wicaksana Sulistya – R. Agus Cholik (DWS-ACH) memaparkan visi dan misinya di depan umat Katolik Paroki Klepu dan perwakilan masyarakat Nahdlatul Ulama (NU) di Dusun Tugenen, Sumberagung, Moyudan Sleman, Minggu (18/10).

Pada kesempatan tersebut, DWS mengemukakan keinginannya mengintensifkan kembali penataran P4 dalam rangka merawat toleransi di Sleman bila dirinya dan ACH mendapat amanah untuk memimpin Sleman.

“Kembali saya tekankan, tanpa adanya kedamaian dan kerukunan di masyarakat Sleman, program pembangunan sebaik apapun tidak akan bisa berjalan,” kata DWS.

Sedangkan ACH menegaskan pernyataan DWS tersebut, bahwa dirinya sudah diperintahkan para kyai NU untuk memastikan keberagaman dan toleransi di Sleman berjalan dengan baik.

“Ibarat seperti tentara, kalau di NU itu dhawuh kyai itu harus dilaksanakan. Harus siap,” timpal ACH sambil berkelakar yang disambut tawa hadirin.

Selain soal keberagaman dan toleransi, ACH juga menceritakan pengalamannya mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Tridadi Makmur, yang mengelola restoran Puri Mataram.

Pada pertemuan tersebut, beberapa peserta permuan mengungkapkan uneg-uneg dan harapannya.

Salah satunya Sugiyatno yang mengeluhkan soal rendahnya harga komoditas pertanian yang berakibat pada kesejateraan petani.

“Tolong, Pak. Kalau njenengan besok jadi (bupati). Nasib petani tolong diperhatikan biar bisa sejahtera,” harap Sugiyato.

Menanggapi keluhan Sugiyatno, DWS menyatakan pihaknya akan mengkaji solusi agar petani khususnya di wilayah Sleman barat yang merupakan daerah lumbung pangan bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

Selain Sugiatno, ada pula Rini, yang mengeluhkan banyaknya anak- anak muda dan remaja yang terseret pergaulan dan terlibat perilaku yang tidak baik seperti klithih maupun melakukan kerusuhan di tempat mahasiswa melakukan demonstrasi.

“Jangan khawatir, Bu. Ada Mas Agus (ACH) yang sudah sangat berpengalaman di kegiatan- kegiatan Karang Taruna. Jadi kami yakin, bisa memecahkan persolan anak- anak kita tersebut. Akan kami kaji program – progam pemberdayaan generasi muda agar tidak terseret kepada hal- hal negatif tersebut,” tambah DWS.

Pada kesempatan tersebut DWS juga menyatakan bahwa pembangunan daerah Sleman kedepan harus benar- benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Untuk memastikan hal tersebut berjalan, segala bentuk pembangunan khusunya di pedesaan harus diusulkan dari masyarakat. Jangan lagi ada pembangunan yang mubazir,” tandas DWS.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gubuk Jowo Resto tersebut dihadiri oleh 50 orang dan panita memberlakukan protokol kesehatan yang ketat. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here