Tak Hanya Antraks, Warga Gunungkidul Masih Hadapi Serangan Kera Ekor Panjang

    0
    Kera ekor panjang. (Foto: pixabay)

    GUNUNGKIDUL, Benang.id – Warga Gunungkidul masih berjuang dengan adanya kasus antraks. Rupanya, sebagian dari mereka masih menghadapi serangan kera ekor panjang. Hal ini membuat tanaman yang dibudidayakan petani jadi sasaran kera ekor panjang.

    Kecamatan Saptosari, Gunungkidul, menjadi salah satu kawasan yang diserang oleh kera ekor panjang. Sejak musim kemarau tahun 2019 lalu, serangan ini masih belum berhenti.

    Putro, salah seorang warga Desa Kepek, Kecamatan Saptosari, mengatakan tanaman kacang tanah, jagung, dan juga keledai, banyak yang rusak akibat dimakan oleh kera ekor panjang. Alhasil, mereka tak bisa memanennya.

    “Tanaman jagung saya sudah hampir ludes,” ceritanya sedih, Rabu (22/1/2020).

    Para petani pun merasa kewalahan dengan serangan kera ekor panjang tersebut. Beberapa diantaranya bahkan harus menunggui tanaman agar bisa panen. Hal ini sebenarnya sudah dilaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Gunungkidul. Sayangnya masih belum ada tindakan nyata.

    “Sebenarnya 3 tahun terakhir ada (serangan kera ekor panjang). Tapi tahun ini yang paling parah,” katanya.

    Saat musim kemarau sebagian besar tanaman yang diserang oleh kera ekor panjang adalah rumput-rumput untuk pakan ternak. Namun, memasuki musim penghujan ternyata serangan kera ekor panjang tersebut beralih ke tanaman palawija

    Kepala Desa Kepek, Kecamatan Saptosari, Suhut membenarkan adanya serangan kera ekor panjang. Menurutnya serangan kera ekor panjang tersebut sudah menyeluruh terjadi di Kecamatan Saptosari. Di kecamatan ini, ada 7 desa dan 60 padukuan yang hampir semuanya diserang oleh kera ekor panjang.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here