Home Berita Terdampak Pandemi COVID-19, BI DIY Sebut Penjualan Kendaraan Bermotor Minus hingga 62...

Terdampak Pandemi COVID-19, BI DIY Sebut Penjualan Kendaraan Bermotor Minus hingga 62 Persen

0
Ilustrasi mobil. (Foto: Shutterstock)

YOGYAKARTA, Benang.id – Sejak Maret 2020, pandemi COVID-19 berdampak pada kemerosotan ekonomi di Yogyakarta. Guna memulihkannya, perlu ada peningkatan konsumsi dari sektor pariwisata dan pendidikan atau pembelajaran tatap muka di tingkat perguruan tinggi.

Kepala Deputi Bank Indonesia (BI) Yogyakarta, Miyono mengatakan indikator ekonomi di DIY mengalami penurunan pada triwulan kedua.
Salah satunya terlihat dari tingkat penjualan kendaraan bermotor yang sampai minus hampir 62 persen.

“Ini tidak hanya turun, tapi sudah terjun bebas,” katanya.

Menurut Miyono, selama ini ekonomi di DIY hampir 68 persen ditopang dari sektor konsumsi di pariwisata dan pendidikan.  “Pendorong konsumsi dari pariwisata dan mahasiswa. Ketika dua motor ini berhenti itu dampaknya ke mana-mana. Jadi betapa pentingnya menggalakkan konsumsi,” katanya. 

Miyono mengatakan dalam upaya menghadapi pandemi Corona ini, tidak bisa mendikotomi kesehatan atau ekonomi yang didahulukan. Namun harus berjalan beriringan dengan mengedepankan protokol kesehatan. 

“Karena kita tidak tahu, kapan pandemi ini akan berakhir. Jadi harus berjalan bersama-sama,” kata dia. 

Miyono berkata, dari sektor pariwisata dalam mendorong konsumsinya pun saat ini secara perlahan beberapa destinasi telah mulai menerima tamu. Namun harus tetap berhati-hati dan lebih mengutamakan kunjungan dari wisatawan yang berkualitas. 

“Pariwisata tidak dibuka secara besar-besaran, karena khawatir juga yang datang wisatawan tidak berkualitas. BI sangat support, karena kami sadar efeknya besar sekali,” ucapnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here