Transportasi Umum Kembali Berjalan, 2 Bandara di Yogyakarta Dirikan Posko Penjagaan

0
YIA yang sepi pengunjung. (Foto: Istimewa)

YOGYAKARTA, Benang.id – Hingga hari Jumat (8/5/2020), sudah ada 4 maskapai yang sudah menyampaikan jadwal penerbangan mereka ke PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto ataupun Yogyakarta International Airport (YIA) berkaitan dengan diperbolehkannya angkutan udara beroperasi.

“Sebenarnya ini sudah berlangsung sejak tanggal 26 April 2020 lalu,”tutur Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager PT Angkasa Pura I YIA, Agus Pandu Purnama, Jumat (8/5/2020)

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto ini menyebut maskapai tersebut adalah Garuda Indonesia. Maskapai BUMN ini ada 15 flight untuk periode dari 8 Mei hingga 1 Juni 2020. Pandu menyebut, Garuda Indonesia sebenarnya juga sudah melaksanakan Flight untuk repatriasi dan juga kemudian untuk penerbangan execption.

Kemudian, maskapai Sriwijaya telah mengajukan 4 flight khusus di mana mereka adalah menggunakan cargo. Kemudian maskapai Air Asia ada 6 flight di mana mereka nanti akan menerbangkan repatriasi dari Kuala Lumpur tanggal 18 sampai 23 Mei.

“Ditambah dengan Citilink mereka reoperate saja sebanyak 96 flight,”paparnya.
Menurut Pandu, perdasarkan acuan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 18 maupun 25 tahun terkait dengan pengendalian angkutan udara berkaitan dengan mudik, sebenarnya sudah dijelaskan berapa dan apa kriteria penerbangan pada masa pandemi COVID-19.

Penerbangan tersebut adalah penerbangan khusus penerbangan kargo, ada juga penerbangan untuk repatriasi ataupun penerbangan lain yang mendapatkan izin Dirjen Perhubungan Udara. Terkait hal tersebut pihaknya telah menerima surat edaran dari Menteri Perhubungan yaitu Nomor 31 tentang pengaturan penyelenggaraan transportasi yang di dalamnya juga diperintahkan untuk membuat posko penjagaan dan pemeriksaan calon penumpang.

Terkait dengan protokol kesehatan, sejak hari ini di 2 Bandara yang ada di DIY sudah melaksanakan dengan membuka posko. Artinya bahwa seluruh penumpang yang akan menggunakan bandara di dua bandara ini akan menggunakan protokoler kesehatan. Yaitu sesuai dengan surat edaran Menteri Kesehatan Nomor HK 02 01 kemudian Ia juga mendapat surat edaran dari Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 DIY.

Ada kriteria penumpang yang harus dipenuhi agar diperkenankan terbang. Kriteria calon penumpang yang pertama adalah mereka yang mewakili lembaga negara, mereka yang berobat kemudian ada keluarganya yang sakit keras ataupun meninggal dunia sehingga mendapatkan izin.

“Yang terakhir adalah repatriasi pemulangan WNI, pelajar atau orang yang dalam kebutuhan khusus yang mendapatkan izin dari pemerintah. Juga penumpang terkait dengan penerbangan yang pengecualian ini adalah salah satunya adalah Pimpinan lembaga tinggi negara kemudian operasional gugus tugas dan ada operasi aktif ataupun layanan darurat,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here