Truk Pasir Dianggap Merusak Jalan, Spanduk Berisi Kalimat Protes Terpasang di Jalan Kaliurang

0
Spanduk protes yang terpasang di Jalan Kaliurang. (Foto: Twitter/@visitkaliurang)

SLEMAN, Benang.id – Sejumlah spanduk yang berisikan protes dari masyarakat terkait dengan truk pasir yang kerap melintas di Jalan Kaliurang terpasang di beberapa titik. Melintasnya truk pasir tersebut dianggap merugikan warga baik yang tinggal maupun yang melintas di Jalan Kaliurang.

Salah seorang warga, Witri, mengaku tidak tahu siapa sosok yang memasang spanduk tersebut. Namun, ia telah melihat spanduk tersebut terpasang sejak beberapa hari terakhir. Pejabat Desa Hargobinangun, Suhardiman, mengungkapkan bahwa spanduk telah terpasang sejak Sabtu (15/2/2020).

“Baru kali ini ada protes. Kami harap masyarakat tetap tenang,” ujarnya, Senin (17/2/2020).

Pihaknya mengatakan akan berkomunikasi dengan penambang pasir sebagai salah satu upaya untuk menindaklanjuti spanduk tersebut. Lokasi penambangan pasir terletak di wilayah Cangkringan. Namun, lalu lintas truk pasir melewati Jalan Kaliurang.

Masyarakat menilai, Jalan Kaliurang yang merupakan jalur wisata menjadi terganggu dengan adanya truk pasir. Rencananya, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait termasuk Dinas Perhubungan.

“Harapannya ada win-win solution baik bagi pelaku usaha tambang maupun pariwisata,” katanya.

Spanduk protes yang terpasang di Jalan Kaliurang. (Foto: Twitter/@visitkaliurang)

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pakem, Beja Wiryanto, setuju dengan isi spanduk tersebut. Menurutnya, truk pasir yang melewati Jalan Kaliurang berpotensi mengganggu akses wisata terutama saat musim liburan tiba.

Tak hanya itu, keberadaan truk pasir juga dinilai merusak jalan. Tak jarang truk dengan muatan berlebih (overtonase) dan tak ditutup terpal melintas. Alhasil, material pasir berterbangan dan membahayakan pengguna jalan.

Beja memprediksi setidaknya ada 200 truk pengangkut pasir yang lalu lalang setiap hari. Yang ironis menurut Beja, dana kompensasi penambangan dinikmati oleh masyarakat Kecamatan Cangkringan karena lokasi tambang ada di wilayah tersebut. Padahal, infrastruktur jalan yang rusak sebagian besar ada di luar daerah Cangkringan

“Prinsipnya, saya bukan mengkritisi soal penambangan pasir, toh mereka sudah mendapat izin resmi dari pemerintah. Hanya, saya berharap persoalan lalu lintas ini diperhatikan karena berdampak pula terhadap kenyamanan wisatawan,” ujarnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here