Home Berita Warga di Lereng Merapi bersama GPC Akan Tanam Pohon Beringin Sepanjang 27...

Warga di Lereng Merapi bersama GPC Akan Tanam Pohon Beringin Sepanjang 27 Kilometer

0
Ketua Yayasan GPC (Gandung Pardiman Centre) Syarief Guska Laksana, saat menyerahkan bibit pohon beringin di Ledok Sambi, Pakembinangun. (Foto: san)

SLEMAN, Benang.id – Warga di Lereng Merapi berkomitmen untuk menanam pohon beringin sepanjang 27 kilometer di kawasan Merapi. Ini menjadi salah satu upaya untuk melestarikan alam. Mereka menyadari bahwa Merapi telah memberikan nikmat bagi masyarakat di DIY khususnya Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta.

Sekelompok warga yang peduli dengan alam di Merapi, Pagar Merapi, berencana untuk menanam sekitar 2.700 pohon beringin yang kelak akan membentuk letter M. Pohon ini akan ditanam di bantaran Kali Kuning.

“Kami resah terhadap sedikit banyak kerusakan dari Merapi. (Salah satunya mengenai) debit air di Kali Kuning, di mana Kali Kuning menjadi sumber air yang dinikmati oleh ribuan bahkan puluhan ribu warga DIY,” kata Joko MKT, perwakilan Pagar Merapi, Sabtu (9/5/2020).

Debit air di Kali Kuning yang menyurut membuat para warga yang tergabung dalam Pagar Merapi berniat untuk mengembalikannya seperti sedia kala. Pohon beringin menjadi jenis tanaman yang dipilih untuk mengembalikan debit air di Kali Kuning ini. Hal ini diharapkan membuat masyarakat berpikir akan pentingnya menjaga alam di kawasan Merapi.

Hal ini pun mendapat respons positif dari Gandung Pardiman Center (GPC). Di mana GPC memberikan 100 bibit pohon beringin yang diberikan pada pihak Pagar Merapi melalui Kelurahan Pakembinangun. 100 bibit pohon beringin ini akan ditanam di bantaran Kali Kuning di kawasan Sambi.

“Kami dari Gandung Pardiman Center, memberikan bibit beringin, Pagar Merapi ini akan menanam 27 km di sepanjang kali kuning akan ditanami beringin. Saat ini ada 100 bibit pohon beringin yang kami berikan,” ujar Ketua Yayasan GPC (Gandung Pardiman Centre) Syarief Guska Laksana, saat menyerahkan bibit pohon beringin di Ledok Sambi, Pakembinangun.

Kawasan Sambi, Pakembinangun, dipilih lantaran menjadi satu-satunya kawasan yang masih asri sejak erupsi Merapi tahun 1994. Untuk mempertahankan keasrian ini, warga bergotong royong melakukan penghijauan. Bantaran Kali Kuning menjadi salah satu tempat yang tak boleh ketinggalan untuk ikut dijaga keasriannya. Karenanya, bersama dengan Pagar Merapi, mereka sepakat untuk ‘memagari’ bantaran Kali Kuning dengan menanam pohon beringin.

“Kalau bantaran ini dirusak manusia, maka alam tentu tidak menerima. Erupsi dari 94 sampai sekarang yang masih asri di sini (Sambi). Maka kalau 2 kilometer itu dipager, dikasih pohon beringin, tentu akan terus asri,” ujar Lurah Pakembinangun, Suranto atau yang akrab dikenal Ranto Kresek.

Disebutkan bahwa jika ada 2 pohon beringin ditanam di jarak tertentu, tak bisa dipungkiri di bagian tengahnya pasti akan ada sumber mata air. Berpegang pada konsep ini, jika ada ribuan pohon beringin di kawasan lereng Merapi, tentu sungai-sungai yang ada tidak akan kekeringan.

“Ini sebagai bentuk perawatan Bumi Pertiwi. Sekarang udara segar di lereng Merapi, burung bisa bernyanyi dengan lantang. Kita berharap, Merapi tidak mati,” Bambang Sugeng.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here