Probolinggo, benang.id – Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Kraksaan mengajak umat gereja Kristen dan Katolik di wilayah Kraksaan untuk bekerja bakti membersihkan makam Kristen di Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Probolinggo, pada Sabtu (13/6/2026) pagi.
Kerja bakti bersih-bersih makam ini, diikuti sekitar 70-an jemaat kedua gereja tersebut dengan didampingi Pendeta Josephine Christiana Sutrisno Ssi-Teol dan Romo Damianus Fadjar Tedjo Soekarno Pr, Pastor Kepala Paroki St Paulus Kraksaan.

Semangat persaudaraan lintas denominasi ini terpancar kuat di kompleks makam Rangkang, yang berlangsung pukul 06.30-09.00. Kedua jemaat/umat bergotong royong saling bahu membahu antara lain membersihkan sampah, mencabut ilalang, dan memotong dahan/ranting pohon yang mengganggu. Uniknya, untuk konsumsi kedua jemaat/umat membawa dan saling berbagi.

Pendeta Josephine mengungkapkan bahwa kegiatan kerja bakti ini dilakukan dalam rangka bulan Mardiko, dengan membersihkan lingkungan makam jemaat GKJW juga umat Katolik St Paulus.
“Kami, GKJW dan umat Katolik bersinergi bersama untuk membangun persaudaraan. Artinya kegiatan ini selalu dilakukan bersama dari tahun ke tahun dan menjadi tempat kami untuk tumbuh bersama,” jelasnya.

Pendeta Josephine berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan baik dalam bulan Mardika di GKJW maupun bulan-bulan lainnya yang berkaitan dengan umat Katolik.

Romo Fadjar menambahkan bahwa kerja bakti bersama dua gereja ini sudah menjadi rutinitas dari tahun ke tahun, mengingat cikal bakal persaudaraan dan persahabatan yang sudah terjalin sejak tahun 1950-an.


Romo Fadjar pun mengusulkan kepada beberapa majelis GKJW supaya kegiatan ini ditradisikan minimal dua kali dalam setahun. Yaitu, di bulan kesaksian dan pelayanan Mardika, Juni, dan di bulan Arwah bagi umat Katolik pada 2 November.
“Saya juga mengusulkan agar kegiatan ini dilaksanakan juga secara ke luar atau lebih meluas. Pada 31 Oktober 2026 kami akan kerja bakti di Taman Makam Pahlawan sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan,” tuturnya.

“Semoga kegiatan yang sederhana ini bisa menjadi sarana kebersatuan gereja- gereja Kristen dan Katolik di Kraksaan yang merupakan contoh moderasi beragama,” tutup Romo Fadjar. (*/GK)



