
YOGYAKARTA– Tiga atlet junior binaan Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) DIY berhasil masuk seleksi Tim Nasional (Timnas) Padel Junior KU-18. Capaian ini menjadi salah satu indikator perkembangan pembinaan dan regenerasi atlet padel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Ketiga atlet tersebut adalah Mirsya Tsaniya Dzurrotunafisah, Muhammad Haidar Firmansyah, dan Wisdom Dariya. Mereka berhasil masuk seleksi nasional di tengah meningkatnya minat generasi muda terhadap olahraga padel.
Ketua Umum PBPI DIY, R.M. Gusthilantika Marrel Suryokusumo atau Mas Marrel, mengatakan capaian tersebut membuktikan bahwa padel di Yogyakarta tidak sekadar menjadi tren sesaat, tetapi mulai berkembang melalui pembinaan atlet yang berkelanjutan.
“Prestasi ini membuktikan bahwa padel bukan olahraga sesaat atau musiman. Kita sudah menunjukkan prestasi melalui atlet DIY yang meraih peringkat tinggi, serta atlet-atlet muda yang lolos seleksi nasional,” kata Mas Marrel.
Menurutnya, perkembangan padel di DIY tidak hanya terlihat dari bertambahnya jumlah peminat, tetapi juga dari munculnya atlet-atlet muda yang memiliki potensi bersaing di tingkat nasional.
Mas Marrel juga menyoroti akses terhadap olahraga padel yang dinilainya tidak terbatas pada kalangan ekonomi tertentu. Para atlet yang menjalani pembinaan di DIY berasal dari latar belakang ekonomi yang beragam.
“Ini menunjukkan bahwa olahraga padel bukan hanya untuk orang yang berduit. Atlet-atlet berprestasi dari DIY berasal dari berbagai latar belakang ekonomi,” ujarnya.
PBPI DIY Dorong Regenerasi Atlet Padel
Mas Marrel menilai keberhasilan tiga atlet junior tersebut menjadi sinyal positif bagi regenerasi atlet padel di Yogyakarta. Tingginya minat anak-anak dan remaja terhadap olahraga ini dinilai membuka peluang lahirnya atlet berprestasi pada masa mendatang.
Ia berharap atlet-atlet muda yang kini menjalani pembinaan dapat berkembang menjadi pemain padel berprestasi dalam lima hingga 20 tahun ke depan, dengan dukungan dan pembinaan yang berkelanjutan.
“Ini merupakan bukti bahwa kita juga sudah memikirkan regenerasi atlet. Peminat dari kelompok umur bawah sangat banyak. Mereka inilah yang nantinya bisa menjadi atlet atau pemain padel besar di masa mendatang,” jelasnya.
Menurut Mas Marrel, proses pembinaan tersebut tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi antara PBPI DIY dan klub-klub padel di Yogyakarta menjadi bagian penting dalam mengembangkan kemampuan atlet sejak usia junior.
“Terima kasih banyak kami ucapkan kepada klub-klub padel di Yogyakarta. Tanpa kolaborasi dari klub-klub ini, pembinaan tidak akan berjalan,” ungkapnya.
PBPI DIY berharap kerja sama dengan klub-klub padel terus diperkuat agar semakin banyak atlet junior memperoleh kesempatan berlatih, mengembangkan kemampuan, dan berkompetisi di level yang lebih tinggi.
Atlet Junior Diminta Terus Berlatih
Mas Marrel juga berpesan kepada atlet junior yang belum berhasil masuk seleksi nasional agar tidak patah semangat. Menurutnya, usia muda merupakan masa penting untuk membangun kemampuan, kedisiplinan, dan fondasi sebagai atlet.
Ia meminta para atlet tetap fokus menjalani latihan dan tidak mudah menyerah dalam mengejar prestasi.
“Pesan saya kepada atlet yang belum berhasil lolos seleksi nasional, tetap fokus, tekun berlatih, dan terus bekerja keras. Perjalanan masih panjang. Kalian masih muda dan inilah momen untuk menaruh fondasi yang kuat dalam olahraga padel,” pungkasnya. (*)

