Dukung Riset Kampus, Kementan Siap Serap Benih Padi, Kedelai, dan Kakao Buatan UGM untuk Disebar ke Seluruh Indonesia

0
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, saat meninjau pusat pengembangan benih di Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, Berbah, Kalitirto, Sleman, Kamis (15/10). (foto : dok.ugm.ac.id)

SLEMAN, BENANG.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah akan membeli benih hasil pengembangan Universitas Gadjah Mada (UGM) agar bisa disebarkan ke seluruh Indonesia.

Komitmen itu disampaikan saat ia meninjau pusat pengembangan benih di Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM, Berbah, Kalitirto, Sleman, Kamis (15/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut terungkap bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) mengucurkan dukungan anggaran Rp 7.717.750.000 tahun ini untuk kerja sama dengan UGM.

Kerja sama itu mencakup pengembangan, penyediaan, dan penyaluran benih kedelai lokal, padi Gamagora 7, serta kakao.

Kerja Sama akan Dilanjutkan

Amran menyatakan apresiasi dan rasa bangga atas kerja keras UGM dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Ia menegaskan dukungan Kementan tidak berhenti di sini, baik berupa anggaran maupun peralatan.

“Kami apresiasi teman-teman UGM atas kerja kerasnya serta komitmen yang diberikan. Kami akan melanjutkan kerja sama ini dan terus dikawal karena sesuai dengan perintah Bapak Presiden,” kata Amran.

Gamagora 7 Terdistribusikan di 11 Provinsi

Dekan Fakultas Pertanian UGM Subejo menjelaskan, penyediaan dan distribusi benih padi Gamagora 7 bertujuan memperluas pemanfaatan varietas unggul di berbagai daerah sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing.

Sejauh ini, benih tersebut telah didistribusikan ke Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

Menurut Subejo, Gamagora 7 memiliki produktivitas rata-rata 7,95 ton per hektar, dengan potensi maksimal 9,80 ton per hektar.

Total benih yang telah disediakan mencapai 170 ton senilai Rp 2,7 miliar.

Bibit Kakao Disalurkan Akhir 2026

UGM bersama PT Pagilaran dan Kementan juga berencana menyalurkan bibit kakao unggul pada akhir 2026.

Tiga varietas yang disiapkan adalah Klon Sulawesi 02, Klon MCC 02, dan Hibrida ICCRI 08 H.

Bibit itu akan dikirim ke Kabupaten Brebes, Cilacap, dan Batang.

Saekedelai Hubungkan Petani dengan Industri

Untuk kedelai, dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM sekaligus pengembang varietas kedelai, Atris Suyantohadi, menjelaskan bahwa pengembangan kedelai lokal dilakukan melalui platform Saekedelai.

Platform ini dirancang membantu pemerintah memperkuat ketahanan pangan dalam negeri.

Teknologi tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas petani lokal, mulai dari penelusuran produk dan mutu hingga hasil panen yang terhubung dengan mitra industri.

“Melalui Saekedelai, petani kedelai yang menanam itu sudah jelas hasil panennya dan juga hasil penjualan yang akan diterimanya nanti,” tutur Atris.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here