SURABAYA, BENANG.ID – Suasana haru mengawali duel Persebaya Surabaya kontra PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (18/10/2026).
Sebelum pertandingan pekan kelima Super League 2026/2027 dimulai, pemain kedua tim mengheningkan cipta untuk mengenang empat suporter PSS Sleman yang meninggal dunia akibat kecelakaan di Tol Madiun.
Para pemain Persebaya dan PSS membentuk lingkaran di tengah lapangan untuk memberikan penghormatan kepada para korban.
Sebagai ungkapan belasungkawa, kedua tim juga mengenakan pita hitam dalam pertandingan tersebut.
Momen itu menjadi bentuk solidaritas insan sepak bola atas tragedi yang merenggut nyawa empat pendukung Super Elja saat dalam perjalanan menuju Surabaya untuk menyaksikan tim kesayangan mereka bertanding.
Kecelakaan terjadi di KM 616 ruas Tol Ngawi-Kertosono, wilayah Madiun, pada Minggu (18/10/2026).
Selain empat korban meninggal dunia, dua suporter lainnya dilaporkan mengalami luka berat.
Empat korban meninggal dunia masing-masing adalah Novan Dika Dwi P (19), Fakhri Maulana Al-Zaki (20), Iyan Fathur Ar-Rozaq (15), dan Rio Rahman Sahid (23).
Sementara itu, dua korban luka berat adalah Anis Abdul Rohman (20) dan Adi Suwarto (26).
PSS Sampaikan Duka Mendalam
Manajemen PSS Sleman menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa rombongan suporter tersebut.
Executive Representative PSS Sleman, Vita Subiyakti, mengaku kehilangan atas insiden yang terjadi ketika para pendukung tengah berupaya memberikan dukungan langsung kepada tim.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan rombongan suporter PSS Sleman yang tengah melakukan perjalanan menuju Surabaya,” ujar Vita.
Ia juga mengingatkan seluruh Sleman Fans agar menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama saat melakukan perjalanan untuk mendukung PSS.
Vita berharap para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik, sementara keluarga dan sahabat yang ditinggalkan diberikan kekuatan menghadapi musibah tersebut.
Ia juga mendoakan kesembuhan bagi para korban yang masih menjalani perawatan intensif.
“Kami berangkat bersama untuk mendukung tim kebanggaan. Semoga semua dapat kembali ke Sleman dengan selamat dan senantiasa berada dalam perlindungan. Kami mendoakan agar keluarga dan sahabat yang ditinggalkan diberi kekuatan serta keikhlasan dan para korban yang sedang menjalani perawatan intensif segera diberikan kesembuhan,” tuturnya.


