
Pontianak, benang,id — Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Samuel Oton Sidin OFMCap mengatakan bahwa Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) adalah ungkapan iman, di mana kegiatan-kegiatan yang diperlombakan di dalamnya sangat dekat dengan sembah Syukur dan puji-pujian kepada Allah.
“Pesparani merupakan ibadat kepada yang Ilahi, yang kita tempatkan di atas segala sesuatu yang ada di atas bumi maupun di bawah bumi,” tuturnya dalam kotbah sebagai selebran utama Misa Pembukaan Pesparani Katolik II Kalimantan Barat Tahun 2026 di Gereja Katedral St Yosef Pontianak, Jumat (16/102026).

Mgr Samuel memimpin misa konselebrasi didampingi belasan imam konselebran dari empat keuskupan di Kalimantan Barat. Misa diikuti para peserta dan kontingen Pesparani Katolik II Kalbar dari berbagai daerah, bersama umat Katolik yang hadir di Gereja Katedral St Yosef Pontianak.
“Pesta ini tidak boleh hanya kita lihat dari sudut pandang perlombaan. Tetapi, dan seharusnya, sebagai orang-orang beriman kita melihatnya dari sudut pandang lain, yang lebih mendalam dan mendasar, yakni menurut pandangan iman, peribadatan, puji-pujian dan sembah syukur kepada Allah,” imbuh Mgr Samuel.


Dalam kesempatan tersebut, Mgr Samuel mengajak seluruh Umat berdoa agar Pesparani dapat berlangsung baik sesuai tujuan penyelenggaraanya. Selain itu, lanjutnya, Pepsarani juga benar-benar mengungkapkan kebersamaan sebagai komunitas gerejani, yang beriman, yang menjunjung tinggi Allah Pencipta di atas segala-galanya.
Misa pembukaan menjadi momentum bagi seluruh peserta untuk mengawali Pesparani dengan semangat iman, persaudaraan, kebersamaan dan pelayanan, sekaligus mempererat perjumpaan umat Katolik dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Acara Pembukaan

Usai Misa Pembukaan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Pembukaan Resmi Pesparani Katolik II Kalbar Tahun 2026 oleh Gubernur Kalimantan Barat, yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kalbar, Heronimus Hero. Pembukaan berlangsung di Gedung Pasifikus Bos, yang terletak di belakang Gereja Katedral St Yosef Pontianak.
Gubernur Kalbar dalam sambutannya mengatakan, sejak dahulu, nyanyian menjadi jalan manusia untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Ketika ayat-ayat Kitab Suci dilagukan, firman tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan dan menyentuh hati.
“Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya meresap lebih dalam bagi para penyanyi maupun pendengarnya. Dari sanalah keimanan semakin kuat dan kecintaan kepada Tuhan semakin tumbuh,” kata Gubernur.
Gubernur menambahkan, ”Paduan suara juga mengajarkan kita tentang kebersamaan. Jenis suara yang berbeda-beda saling menyelaraskan dan melengkapi hingga melahirkan harmoni. Begitu pula kehidupan kita bermasyarakat. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi dipadukan menjadi keindahan”.
Pemukulan gong sebanyak tujuh kali menandai Pembukaan resmi seluruh rangkaian Pesparani Katolik II Kalbar Tahun 2026 di Pontianak pada 16–17 Oktober 2026. Tiga kategori lomba paduan suara dilangsungkan malam itu juga. Lomba Paduan Suara Orang Muda Katolik yang diikuti 9 kabupaten/kota, diadakan di Aula Magna Gedung Pasifikus Bos. Sedangkan lomba Paduan Suara Gregorian Dewasa Pria, diikuti 5 kab/kota, dan Paduan Suara Dewasa Wanita, diikuti 5 kab/kota, diadakan di Gereja Katedral St Yosef.
Merayakan Iman, Memperkuat Persaudaraan

Pesparani Katolik II Kalimantan Barat menjadi ruang perjumpaan umat Katolik dari berbagai daerah untuk merayakan iman melalui berbagai kegiatan dan cabang lomba yang dilaksanakan selama penyelenggaraan Pesparani.
Selain menjadi ajang apresiasi terhadap seni dan budaya liturgi Katolik, Pesparani diharapkan semakin memperkuat persaudaraan, kebersamaan serta semangat untuk berkontribusi bagi kehidupan masyarakat dan daerah. “Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa”. (Mazmur 117:1) menjadi tema Pesparani Katolik II Kalbar 2026.
Pesparani Katolik II Kalbar 2026 diikuti oleh 444 orang peserta yang tergabung dalam 10 kontingen dari 2 kota dan 8 kabupaten di Kalbar. Kabupaten yang tidak ikut dalam Pesparani ini yakni Kabupaten Sambas, Kayong Utara, Bengkayang, dan Landak.
Kabupaten Landak adalah pemenang lomba Paduan Suara Dewasa Campur pada Pesparani Katolik I Kalbar Tahun 2026 lalu, dan konsentrasi untuk Pesparani Nasional 2027. (*/GK)

