Inggris Peringatkan Ancaman Perang pada 2030, Warga Diminta Stok Air dan Makanan

0
Ilustrasi : Pasukan militer Ukraina di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap ancaman keamanan di Eropa. Pemerintah Inggris mengimbau masyarakat menyiapkan persediaan darurat untuk mengantisipasi potensi konflik dan gangguan pasokan kebutuhan pokok. (Foto: Ilustrasi/SS Youtube/Marvel Sunny)

LONDON, BENANG.ID – Pemerintah Inggris mengingatkan masyarakat agar lebih siap menghadapi situasi darurat, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap ancaman keamanan dan gangguan pasokan kebutuhan pokok.

Warga disarankan menyiapkan persediaan air minum, makanan tahan lama, serta perlengkapan dasar yang cukup untuk bertahan selama tiga hari.

Peringatan mengenai kesiapsiagaan nasional itu mengemuka setelah Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting menyebut bahwa negara tersebut memiliki waktu sedikit lebih dari 1.000 hari untuk memperkuat kesiapan pertahanan bersama sekutu, menjelang 2030.

Dalam tulisannya di surat kabar The Telegraph, Streeting mengatakan ancaman dari pihak-pihak yang dianggap sebagai lawan Inggris bukanlah hal baru.

Namun, menurut dia, kemampuan mereka untuk melancarkan serangan terus berkembang.

“Keinginan pihak lawan untuk mencelakai kita bukanlah hal baru. Yang telah berubah adalah kapasitas mereka,” tulis Streeting.

Ia memperingatkan, menjelang 2030, peningkatan kekuatan militer dan kemampuan ekonomi perang pihak lawan berpotensi menempatkan mereka pada posisi yang memungkinkan dilakukannya serangan.

Streeting menegaskan Inggris perlu memanfaatkan waktu yang tersisa untuk meningkatkan kesiapan pertahanan, bekerja sama dengan sekutu, serta mencegah kemungkinan terburuk.

Ia juga menyinggung risiko terorisme yang disponsori negara, termasuk ancaman yang dikaitkan dengan Rusia.

Menurut Streeting, ancaman terhadap keamanan dan ketahanan nasional tidak lagi dapat dipandang sebagai kemungkinan yang jauh.

Karena itu, rumah tangga dan pelaku usaha perlu menilai apakah mereka telah memiliki persiapan yang memadai untuk menghadapi keadaan darurat.

Warga Diminta Menyiapkan Kebutuhan untuk Tiga Hari

Dalam panduan kesiapsiagaan yang disampaikan pemerintah, masyarakat dianjurkan menyediakan sekitar sembilan liter air minum untuk setiap orang serta makanan yang cukup untuk tiga hari.

Persediaan lain yang disarankan meliputi selimut, uang tunai, kotak pertolongan pertama, serta radio FM yang dapat dioperasikan menggunakan engkol sehingga tidak bergantung pada baterai.

Pemerintah juga menyarankan warga mempertimbangkan kebutuhan tambahan, seperti cairan pembersih tangan, makanan hewan peliharaan, dan tisu basah.

Imbauan tersebut bukan semata-mata ditujukan untuk menghadapi kemungkinan konflik bersenjata.

Persiapan serupa juga dinilai berguna ketika terjadi bencana alam, pemadaman listrik, atau gangguan distribusi barang kebutuhan pokok.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menekankan bahwa kesiapsiagaan tidak seharusnya memicu kepanikan.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan upaya praktis agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.

“Ini bukan soal kepanikan, melainkan tentang mengambil langkah-langkah yang masuk akal untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok di rumah,” ujarnya kepada BBC.

Pasokan Pangan Inggris Juga Menghadapi Risiko

Selain persoalan keamanan, ketahanan pasokan pangan turut menjadi perhatian pemerintah Inggris.

Bulan sebelumnya, Kantor Audit Nasional Inggris atau National Audit Office (NAO) memperingatkan bahwa rantai pasokan pangan negara itu menghadapi berbagai risiko, termasuk meningkatnya ancaman serangan siber dan dampak krisis iklim.

NAO juga menilai Departemen Lingkungan Hidup, Pangan, dan Urusan Pedesaan Inggris (Defra) belum melakukan upaya yang memadai untuk memperkuat ketahanan rantai pasokan tersebut.

Burnham mengatakan masyarakat perlu lebih siap menghadapi berbagai gangguan karena peristiwa tak terduga dapat terjadi dalam beragam bentuk, termasuk cuaca ekstrem yang berujung pada pemadaman listrik.

Ia mencontohkan kondisi badai yang melanda Inggris dan pemadaman listrik yang berdampak pada warga di Cornwall.

Menurut Burnham, ketersediaan kebutuhan pokok di rumah dapat membantu masyarakat melewati situasi semacam itu tanpa harus segera bergantung pada bantuan dari luar.

Persediaan air dan makanan, perlengkapan pertolongan pertama, serta akses informasi melalui radio menjadi bagian dari langkah antisipasi menghadapi gangguan yang dapat muncul akibat bencana, masalah infrastruktur, maupun ancaman keamanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here