Jakarta, benang.id –Risiko penyakit serius dapat memengaruhi produktivitas sekaligus menimbulkan kebutuhan biaya perawatan yang signifikan. Sebab menjaga kesehatan tidak hanya penting untuk mempertahankan kualitas hidup, tetapi juga berperan dalam menjaga ketahanan finansial individu dan keluarga.
Melalui kelas “Investing in Health & Well-being” dalam rangkaian Wealth Wisdom 2026 yang berlangsung di Jakarta pada, Kamis (22/10/2026), Permata Bank mengajak nasabah memahami pentingnya gaya hidup sehat, pencegahan penyakit, serta perencanaan perlindungan finansial sebagai bagian dari kesiapan menghadapi masa depan. Sesi ini sejalan dengan tema Wealth Wisdom 2026, “Finding Balance, Building Resilience”, yang menekankan keseimbangan berbagai aspek kehidupan dalam membangun ketangguhan jangka panjang.
Menjaga Kesehatan sebagai Investasi Jangka Panjang
dr Gia Pratama, dokter dan penulis, menekankan bahwa investasi kesehatan dapat dimulai melalui kebiasaan sehari-hari dan kesadaran untuk memahami kondisi tubuh. Langkah pencegahan menjadi penting dalam menekan risiko penyakit serius, seperti stroke dan serangan jantung, yang dapat memengaruhi kualitas hidup dan produktivitas seseorang.
Menurutnya, penerapan pola makan sehat, pembatasan konsumsi gula, serta pemantauan indikator kesehatan, seperti tekanan darah, kadar gula darah, dan lingkar perut, merupakan langkah penting dalam mengidentifikasi faktor risiko penyakit sejak dini. Kebiasaan tersebut perlu diimbangi dengan aktivitas fisik secara konsisten. Selain membantu menjaga berat badan, olahraga juga berperan dalam mempertahankan kekuatan otot dan mendukung kesehatan tubuh secara optimal dalam jangka panjang.
“Sebagai dokter, saya sangat sering ditanya oleh pasien tentang waktu dan jenis olahraga terbaik. Padahal, olahraga yang baik adalah olahraga yang dilakukan. Di Indonesia, banyak yang berolahraga hanya untuk menurunkan berat badan. Lebih dari itu, olahraga merupakan investasi untuk seluruh tubuh,” terang dr. Gia.
Selain nutrisi dan aktivitas fisik, dr. Gia menyoroti pentingnya kualitas tidur dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh. Ia memperkenalkan pendekatan 4-3-2-1-0 sebagai panduan membangun kebiasaan menjelang tidur, termasuk pengaturan aktivitas, konsumsi makanan dan minuman, serta penggunaan perangkat digital. Ketiga aspek, yakni nutrisi, aktivitas fisik, dan tidur berkualitas, perlu dijaga secara seimbang untuk mendukung kondisi tubuh dan kualitas hidup dalam jangka panjang.
Membangun Perlindungan Finansial untuk Menghadapi Risiko Kesehatan
Melengkapi perspektif mengenai pentingnya pencegahan, dr. Tengku Raya Sharin, Operations Group Head PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life), menyoroti menpentingnya menjaga kesehatan sekaligus mempersiapkan perlindungan finansial. Menurutnya, penerapan pola hidup sehat, termasuk menjaga kualitas tidur, merupakan bagian dari upaya mengurangi risiko kesehatan. Namun, mengingat risiko penyakit tidak dapat dihindari sepenuhnya, kesiapan dalam mengantisipasi dampak finansial yang mungkin timbul juga menjadi aspek penting untuk diperhatikan.
Ia menjelaskan bahwa penyakit serius dapat membawa dampak keuangan yang besar bagi individu maupun keluarga. Berdasarkan data klaim Astra Life selama tiga tahun, penyakit jantung, kanker, diabetes, dan stroke termasuk kondisi yang banyak ditemukan dalam klaim asuransi. Biaya perawatannya dapat mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, bergantung pada kondisi pasien serta kebutuhan pengobatan dan perawatan.
“Pencegahan dan investasi kesehatan perlu berjalan beriringan dengan persiapan finansial. Kita perlu menjaga gaya hidup, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta memiliki perlindungan untuk mengantisipasi risiko yang dapat muncul di masa depan,” ujar dr. Tengku Raya Sharin.
Untuk membangun kesiapan tersebut, ia menyoroti pentingnya tiga lapisan perlindungan finansial, yaitu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan, dana darurat, serta asuransi tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Perencanaan sejak dini juga menjadi penting karena kondisi kesehatan yang telah terdiagnosis dapat memengaruhi akses terhadap perlindungan asuransi tambahan, termasuk ketentuan penerimaan dan besaran premi berdasarkan penilaian risiko.
Kesehatan dan Ketahanan Finansial sebagai Fondasi Kesejahteraan
Pandangan kedua narasumber menegaskan bahwa kesejahteraan jangka panjang memerlukan keseimbangan antara menjaga kesehatan fisik dan membangun ketahanan finansial. Kebiasaan hidup sehat menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko penyakit, sementara perencanaan perlindungan membantu individu dan keluarga menghadapi dampak ekonomi yang mungkin timbul ketika risiko kesehatan terjadi.
Melalui Wealth Wisdom 2026, Permata Bank terus menghadirkan ruang edukasi dan pertukaran perspektif untuk membantu nasabah memahami pengelolaan kekayaan secara lebih menyeluruh. Sejalan dengan semangat “Finding Balance, Building Resilience”, kekayaan tidak hanya dipandang dari pertumbuhan aset, tetapi juga dari kemampuan menjaga kualitas hidup, menghadapi risiko, serta mempersiapkan masa depan bagi diri sendiri dan keluarga. (*/GK)


