Wealth Wisdom 2026: Kepercayaan dan Pemahaman Pasar Kunci Pengembangan Kekayaan

0
Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia periode 2014–2019 sekaligus pendiri Susi Air, membagikan pengalamannya

Jakarta, benang.id – Keberhasilan membangun dan mengembangkan kekayaan tidak hanya bergantung pada besarnya modal, tetapi juga kemampuan membaca dinamika pasar, mengelola risiko, dan membangun relasi yang dapat membuka peluang baru. Hal tersebut menjadi fokus dalam kelas “Expanding Wealth & Influence Through Networks” pada Wealth Wisdom 2026 yang diselenggarakan Permata Bank di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Mengusung tema “Finding Balance, Building Resilience”, sesi ini mengulas pentingnya pemahaman pasar dan jejaring bisnis yang berlandaskan kepercayaan sebagai bagian daeri strategi menjaga dan mengembangkan kekayaansecara berkelanjutan di tengah perubahan.

Menjaga Kekayaan melalui Pemahaman Pasar dan Pengelolaan Risiko

Arief Wana, Managing Partner dan Direktur PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, menekankan pentingnya memahami perkembangan ekonomi dan pasar dalam menentukan strategi investasi. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah proses konsultasi MSCI terkait klasifikasi pasar Indonesia hingga April 2027. Proses tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan pemenuhan persyaratan sebagai pasar berkembang, dengan kepastian penegakan aturan, pengawasan, serta transparansi penerapan regulasi sebagai faktor penting dalam memperkuat kepercayaan investor.

Menurut Arief, pergerakan pasar domestik juga perlu dilihat dalam konteks ekonomi global yang lebih luas. Tekanan inflasi yang berpotensi bertahan lebih lama dan berbagai perubahan dalam perekonomian dunia menjadi faktor yang perlu diantisipasi investor. Namun, dinamika tersebut tidak serta-merta menghilangkan peluang pertumbuhan di Indonesia. Karena itu, pemahaman risiko perlu disertai penilaian yang menyeluruh terhadap kondisi fundamental ekonomi dalam mengambil keputusan investasi.

Arief Wana, Managing Partner dan Direktur PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, menekankan pentingnya memahami perkembangan ekonomi dan pasar dalam menentukan strategi investasi.

“Secara fundamental, kondisi ekonomi Indonesia masih baik. Perekonomian terus berjalan dan defisit fiskal masih terkendali, meski tentu akan diuji oleh tantangan ke depan. Dengan fundamental yang cukup baik, pasar memiliki peluang untuk bangkit kembali,” terang Arief.

Membangun Kepercayaan dan Jejaring untuk Membuka Peluang Bisnis
Dari sisi kewirausahaan, Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia periode 2014–2019 sekaligus pendiri Susi Air, membagikan pengalamannya membangun usaha dari skala kecil hingga berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya bergantung pada ketersediaan modal, tetapi juga kemampuan mengenali peluang, membangun hubungan, dan beradaptasi dengan perubahan.

Bagi Susi, keterbukaan dalam berkomunikasi dan bekerja sama menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun jejaring. Kesediaan untuk menjalin hubungan dengan berbagai pihak tanpa membatasi diri dapat menumbuhkan rasa nyaman dan kepercayaan, yang pada akhirnya membuka ruang bagi peluang bisnis baru.

“Dalam bekerja, saya terbuka untuk berbicara dan bekerja sama dengan siapa saja. Saya memilih untuk mengalir dan tetap terbuka, karena dengan begitu orang lain akan merasa nyaman untuk mendekat,” ujar Susi.

Selain jejaring, Susi juga menekankan bahwa kemampuan beradaptasi merupakan bagian penting dalam mempertahankan dan mengembangkan usaha. Perubahan kondisi bisnis menuntut pelaku usaha untuk terus menyesuaikan pendekatan, tanpa kehilangan konsistensi dan kemauan untuk belajar. Dengan demikian, hubungan yang dibangun tidak hanya membuka peluang, tetapi juga menjadi salah satu modal dalam menghadapi tantangan bisnis.

Memperluas Perspektif Kekayaan di Tengah Perubahan
Pemikiran Arief dan Susi menegaskan bahwa pengembangan kekayaan memerlukan keseimbangan antara kehati-hatian dalam memahami dinamika pasar dan kemampuan membangun peluang melalui hubungan yang berlandaskan kepercayaan. Pemahaman terhadap risiko membantu individu mengambil keputusan investasi secara lebih terukur, sementara jejaring dan kemampuan beradaptasi dapat membuka kesempatan untuk mengembangkan bisnis dalam jangka panjang.

Melalui Wealth Wisdom 2026, Permata Bank terus menghadirkan ruang edukasi dan pertukaran pengalaman untuk membantu nasabah memperluas cara pandang dalam mengelola kekayaan. Sejalan dengan tema “Finding Balance, Building Resilience”, rangkaian ini mengajak nasabah melihat kekayaan bukan hanya dari pertumbuhan aset, tetapi juga dari kemampuan membangun ketangguhan dan mempersiapkan masa depan secara lebih menyeluruh. (*/GK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here