Semai Toleransi Sejak Dini, Gereja St Paulus Kraksaan Ajak Pelajar Kerja Bakti di TMP

0
Pelajar tabur bunga di makam para pahlawan di TMP Kraksaan

Kraksaan, benang.id — Sebagai upaya menyemai sikap toleransi sejak dini, Gereja St Paulus Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur, mengajak pelajar SDK Santo Pius dan SMPK Santo Paulus Kraksaan untuk terlibat dalam aksi kerja bakti lintas iman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kraksaan, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan kerja bakti lintas agama ini diinisiasi Pastor Paroki Gereja St Paulus Kraksaan, Romo Damianus Fadjar Tedjo Soekarno Pr dalam rangka menyosong 100 tahun Keuskupan Malang.

Seluruh siswa kelas 4, 5, dan 6 SDK Santo Pius serta siswa kelas 7, 8, dan 9 SMPK Santo Paulus Kraksaan bergabung dengan seratusan anak muda, para pendidik, serta elemen masyarakat dari berbagai latar belakang agama dalam balutan semangat gotong royong untuk memberishkan makam para pahlawan.

Kehadiran para guru, staf tata usaha, hingga kepala sekolah memberikan pendampingan penuh kepada para peserta didik. Keikutsertaan para siswa di hari Sabtu—yang semestinya menjadi waktu beristirahat di rumah—patut diacungi jempol.

Spanduk kerja bakti lintas iman dalam rangka menyongsong 100 tahun Keuskupan Malang

Kusianto Prayitno, salah satu guru SMPK Santo Paulus Kraksaan, mengungkapkan kekagumannya atas tingginya antusiasme para murid. “Padahal mestinya hari ini libur, tetapi anak-anak antusias untuk itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa inti dari kegiatan ini adalah memberikan pembelajaran nyata di luar kelas. “Praktik langsung bertoleransi. Jadi kita mengajarkan ke anak-anak untuk tidak membeda-bedakan agama maupun etnis,” tambahnya.

Acara kerja bakti dimulai tepat pukul 06.15 WIB diawali apel bersama, dengan pemimpin apel Kepala SMPK Santo Paulus, Zainudin, sementara Ketua DPP Paroki Kraksaan, Gunawan Napitu, hadir sebagai inspektur apel. Seluruh siswa tampak kompak berbaris rapi dan mengikuti apel dengan penuh khidmat.

TMP Kraksaan

Sebagai bagian dari rangkaian apel, Siti Mariam SSos MAP. selaku Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo turut menyampaikan apresiasi mendalam mewakili pemerintah daerah:

“Baru kali ini ada kegiatan lintas agama yang sangat hebat, di mana seluruh elemen masyarakat bersama para murid dari sekolah Katolik serta berbagai unsur agama dan organisasi turun tangan bergotong royong membersihkan Taman Makam Pahlawan. Kegiatan luar biasa ini merupakan wujud nyata pengamalan Pancasila kita, khususnya Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dan Sila Ketiga Persatuan Indonesia, di mana semua agama bersatu padu bekerja sama demi terwujudnya ‘Probolinggo Sae’,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, para siswa diberikan ruang seluas-luasnya untuk belajar langsung mengenai praktik toleransi, mengamalkan nilai-nilai Pancasila, sekaligus berinteraksi dengan umat dari berbagai keyakinan untuk merayakan perbedaan dalam keharmonisan.

Menghayati Perjumpaan dan Semangat “Cinta yang Besar”

Sebagian peserta kerja bakti foto bersama di depan gerbang TMP Kraksaan

Apa yang dilakukan oleh anak-anak dan seluruh peserta hari itu sungguh mencerminkan semangat dari moto Santa Teresa dari Kalkuta, yakni mengenai “melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar”. Secara fisik, mereka bergotong royong membersihkan kompleks makam para pahlawan bangsa. Namun, di balik sapu lidi, kain lap, dan peluh yang menetes, anak-anak juga diajak untuk menghayati nilai-nilai perjumpaan yang sarat makna.

Nuansa kebersamaan ini semakin diperkuat dengan kehadiran para biarawati yang turut berbaur bersama perwakilan umat Katolik, jemaat GKJW, GP Ansor, para siswa, dan masyarakat.

Suster Bernarda HK, seorang biarawati Katolik yang hadir di lokasi, membagikan motivasi mendalam di balik keikutsertaannya. Suster Bernarda datang dengan kerinduan “ingin ikut untuk menjadi saksi kabar sukacita,” serta berharap kegiatan ini dapat “semakin mewujudkan jalan bersama sebagai murid-murid Tuhan yang dicintai”.

Setelah rangkaian kerja bakti selesai, keakraban kian terasa ketika para peserta menikmati kudapan dan makanan ringan yang telah disediakan panitia secara bersama-sama dalam suasana penuh canda tawa.

Penaburan Bunga di 43 Pusara Pahlawan

Guru dan pelajar ikut berpartisipasi dalam kerja bakti di TMP

Sebagai penutup acara kerja bakti, yang penuh kekhidmatan, seluruh peserta melaksanakan prosesi tabur bunga di atas semua pusara pahlawan yang ada di TMP Kraksaan. Dengan menaburkan kelopak bunga segar di setiap makam, para siswa beserta seluruh elemen masyarakat mengenang jasa-jasa luhur para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan bangsa.

Langkah kecil yang dilandasi cinta dan toleransi ini diharapkan mampu menjadi benih kebaikan yang tumbuh subur, sekaligus menjadi inspirasi bagi kelanjutan kegiatan serupa di masa depan demi merajut persaudaraan lintas iman di bumi pertiwi. (*/GK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here