Perkuat Persaudaraan Islam-Kristen di Pakistan, Vatikan Dorong Dialog dan Keadilan

0
Delegasi Vatikan dipimpin Sekretaris Dikasteri untuk Dialog Antaragama, Mgr Indunil Kodithuwakku, didampingi Pater Markus Solo Kewuta SVD, serta Nuncio Apostolik untuk Pakistan, Uskup Agung Germano Penemote.

Di tengah persoalan diskriminasi dan perlindungan kelompok minoritas, delegasi Vatikan yang dipimpin Mgr Indunil Kodithuwakku memperkuat dialog lintas iman untuk merawat persaudaraan dan martabat manusia

Lahore, benang.id – Persaudaraan antarumat beragama tidak cukup dibangun melalui pertemuan dan seruan perdamaian. Dialog harus menjelma menjadi penghormatan terhadap martabat manusia, perlindungan kelompok minoritas, serta komitmen menciptakan kehidupan bersama yang adil.

Di tengah tantangan tersebut, Takhta Suci Vatikan memperkuat upaya membangun hubungan persaudaraan Islam-Kristen di Pakistan. Delegasi Dikasteri untuk Dialog Antaragama Vatikan mengunjungi sejumlah kota di negara Asia Selatan itu untuk mempererat komunikasi dan kerja sama lintas agama.

Delegasi dipimpin Sekretaris Dikasteri untuk Dialog Antaragama, Mgr Indunil Kodithuwakku. Ia didampingi Pater Markus Solo Kewuta SVD, atau yang dikenal sebagai Padre Marco, serta Nuncio Apostolik untuk Pakistan, Uskup Agung Germano Penemote.

Rangkaian kegiatan Kunjungan Delegasi Vatikan diawali di Lahore pada Jumat (6/11/2026), dengan melibatkan sejumlah tokoh agama dan lembaga dialog antariman.

Rangkaian kegiatan diawali di Lahore pada Jumat (6/11/2026), dengan melibatkan sejumlah tokoh agama dan lembaga dialog antariman.

Lahore memiliki sejarah panjang dalam kehidupan keagamaan dan perjumpaan lintas komunitas. Sejumlah tokoh yang terlibat dalam dialog Islam-Kristen di Pakistan antara lain Maulana Abdul Khabir Azad, Imam Besar Masjid Badshahi, serta lembaga Minhaj-ul-Quran.

Kehadiran delegasi Vatikan diharapkan memberikan dorongan baru bagi tradisi dialog tersebut. Lebih dari sekadar membangun hubungan baik antarpemimpin agama, perjumpaan lintas iman diharapkan melahirkan kerja sama konkret dalam bidang sosial, kemanusiaan, pendidikan, dan perdamaian.

Dialog di tengah persoalan minoritas

Kunjungan Delegasi Vatikan ke Pakistan mencakup sejumlah seminar, konferensi, dan pertemuan di beberapa kota.

Di balik upaya mempererat hubungan antaragama, perlindungan kelompok minoritas masih menjadi tantangan penting di Pakistan.

Umat Kristen merupakan kelompok minoritas di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Dalam kehidupan sehari-hari, komunitas Kristen menghadapi berbagai persoalan, mulai dari diskriminasi, tuduhan penodaan agama, hingga dugaan konversi paksa.

Persoalan tersebut juga menjadi perhatian para uskup Pakistan ketika melakukan kunjungan Ad Limina Apostolorum ke Vatikan pada Mei 2026.

Kunjungan Delegasi Vatikan ke Pakistan untuk memperkuat upaya membangun hubungan persaudaraan Islam-Kristen di Pakistan.

Ketua Konferensi Waligereja Pakistan yang juga Uskup Hyderabad, Mgr Samson Shukardin, menyampaikan keprihatinan mengenai diskriminasi dan belum terpenuhinya hak-hak umat Kristen secara setara.

Situasi itu memperlihatkan bahwa dialog antaragama tidak dapat dilepaskan dari persoalan keadilan dan penghormatan terhadap kebebasan beragama.

Persaudaraan lintas iman semestinya tidak berhenti pada hubungan baik di tingkat pemimpin agama. Semangat tersebut perlu hadir dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui perlindungan kelompok rentan dan penghormatan terhadap hak setiap warga negara.

75 tahun hubungan diplomatik Vatikan-Pakistan

Delegasi Vatikan dipimpin Sekretaris Dikasteri untuk Dialog Antaragama, Mgr Indunil Kodithuwakku, didampingi Pater Markus Solo Kewuta SVD, serta Nuncio Apostolik untuk Pakistan, Uskup Agung Germano Penemote.

Kunjungan delegasi Dikasteri untuk Dialog Antaragama berlangsung dalam momentum 75 tahun hubungan diplomatik Takhta Suci Vatikan dan Pakistan yang terjalin sejak 1951.

Sebelumnya, Sekretaris Takhta Suci untuk Hubungan dengan Negara-Negara dan Organisasi Internasional, Uskup Agung Paul Richard Gallagher, melakukan kunjungan resmi ke Pakistan pada 8-10 Oktober 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Gallagher bertemu dengan para pemimpin Gereja Katolik Pakistan dan pejabat pemerintah. Ia menekankan pentingnya peran komunitas agama dalam mendorong rekonsiliasi, melindungi martabat manusia, dan membangun perdamaian berkelanjutan.

Kunjungan delegasi pada November ini menjadi bagian dari kesinambungan diplomasi Takhta Suci dalam memperkuat hubungan antarumat beragama di Pakistan.

Dari Lahore menuju Karachi dan Islamabad

Delegasi Vatikan dipimpin Sekretaris Dikasteri untuk Dialog Antaragama, Mgr Indunil Kodithuwakku, didampingi Pater Markus Solo Kewuta SVD, serta Nuncio Apostolik untuk Pakistan, Uskup Agung Germano Penemote.

Setelah menyelesaikan agenda di Lahore, delegasi Vatikan dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Karachi sebelum mengakhiri rangkaian kegiatan di Islamabad.

Melalui pesan WhatsApp kepada Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI), Sabtu (7/11/2026), Padre Marco menjelaskan bahwa perjalanan tersebut mencakup sejumlah seminar, konferensi, dan pertemuan di beberapa kota.

Rombongan dijadwalkan kembali ke Roma melalui Islamabad pada 14 November 2026.

Setelah menyelesaikan agenda di Lahore, delegasi Vatikan dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Karachi sebelum mengakhiri rangkaian kegiatan di Islamabad.

Semangat dialog yang dibawa delegasi Vatikan sejalan dengan ajaran Konsili Vatikan II melalui deklarasi Nostra Aetate. Dokumen tersebut mendorong Gereja Katolik membangun hubungan dengan pemeluk agama lain berdasarkan penghargaan, persaudaraan, dan kerja sama.

Perbedaan keyakinan tidak semestinya menjadi alasan untuk membangun sekat di tengah masyarakat. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi ruang perjumpaan untuk memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebaikan bersama.

Di tengah diskriminasi dan ketegangan antaragama, upaya memperkuat persaudaraan Islam-Kristen di Pakistan menjadi pengingat bahwa perdamaian tidak cukup diucapkan. Perdamaian harus diperjuangkan melalui keadilan, penghormatan, dan perlindungan terhadap martabat setiap manusia. (*/GK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here