Friday, July 1, 2022
No menu items!
spot_img
HomeEkonomiAksesibilitas dan Integrasi Antarmoda Picu Minat Masyarakat Gunakan LRT Jabodebek

Aksesibilitas dan Integrasi Antarmoda Picu Minat Masyarakat Gunakan LRT Jabodebek

Jakarta, benang.id – Kemudahan aksesibilitas dan integrasi antarmoda yang baik, menjadi kunci untuk memicu minat masyarakat menggunakan angkutan umum massal seperti LRT Jabodebek.

Hal tersebut dikatakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada webinar Aksesibilitas dan Integrasi Antar Moda pada LRT Jabodebek yang diselenggarakan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Kamis (12/5/2022), seperti dilansir dephub.go.id.

Menhub menyebut, pembangunan LRT Jabodebek adalah bagian dari upaya pemerintah untuk menyelesaikan masalah transportasi perkotaan di Jabodetabek.

“Jabodetabek masih bergelut dengan isu kemacetan, yang penyebab utamanya adalah penggunaan kendaraan pribadi. Untuk itu, kemudahan mengakses dan integrasi antarmoda menjadi kunci,” ucap Menhub.

Menhub Budi Karya
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Foto: dephub.go.id

Tahun 2015 yang lalu Presiden Joko Widodo telah melakukan groundbreaking pembangunan LRT Jabodebek untuk menandai dimulainya pembangunan LRT Jabodebek.

“Pemerintah menargetkan LRT Jabodebek dapat beroperasi pada tahun 2022 ini,” kata Menhub.

Direktur Prasarana Ditjen Perkeretaapian Harno Trimadi menjelaskan, Kemenhub memfasilitasi tiga pihak pengguna LRT yakni: pejalan kaki dan pesepeda, pengguna angkutan umum lain serta pengguna angkutan pribadi.

LRT Jabodebek akan diintegrasikan dengan Stasiun Kereta Cepat di Halim. Sementara, untuk memudahkan akses menuju Stasiun LRT Jabodebek, akan dibangun sejumlah fasilitas pendukung baik dalam jangka pendek, seperti: akses jembatan, tangga, eskalator, lift. Maupun jangka panjang seperti: park and ride, perbaikan geometri jalan, dan pelebaran jalan.

LRT Jabodebel
Pembangunan stasiun dan jalur laying LRT Jabodebek. Foto: benang.id/Gora Kunjana

Ditargetkan, penumpang LRT Jabodebek ini mencapai 100 ribu orang per hari dan headway 6 menit sekali. Stasiun Cawang akan menjadi hub-nya yang diprediksi terjadi pergerakan paling besar di stasiun ini yaitu sekitar 79 ribu pergerakan per hari.

LRT Jabodebek memiliki panjang lintasan 44,43 km dan 18 titik stasiun pemberhentian. Waktu tempuh yang lebih cepat, kepastian jadwal dan kenyamanan dalam LRT, menjadi keunggulan yang diharapkan membuat masyarakat beralih ke transportasi umum.

Turut hadir dalam webinar, Plt. Walikota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, Direktur Utama PT. KAI Didiek Hartantyo, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno, dan Ketua harian YLKI Tulus Abadi.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments