Apel 10.000 Banser di Cirebon: Kapolsek Ngaglik Terima Anugerah Riyanto Award

0
73
Penerima ”Riyanto Award” AKP Yuliyanto SH MH (kanan), saat mengikuti Apel Akbar 10.000 Banser dengan Inspektur Upacara Kapolri Listiyo Sigit Prabowo di Halaman Masjid Syarif Abdurrahman, Kompleks Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon, Selasa, 23 Desember 2025. Foto: Ari/Tim Media Polsek Ngaglik

Cirebon, benang.id – Kapolsek Ngaglik, AKP Yuliyanto menerima Anugerah Riyanto Award kategori ”Menjaga Keamanan dan Pemeliharaan Kerukunan Iman Beragama” dalam kegiatan Apel 10.000 Banser Keamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Acara tersebut digelar di Halaman Masjid Syarif Abdurrahman, Kompleks Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (23/12/2025).

Apel akbar tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan dihadiri tokoh-tokoh nasional, unsur Forkompinda Kota Cirebon, anggota TNI-Polri, Organisasi Kepemudaan Lintas Iman, serta ribuan anggota Banser dari berbagai daerah.

Penyerahan Anugerah Riyanto Award dilakukan Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor H Addin Jauharudin, serta diserahkan secara simbolis oleh Sukirman, ayahanda almarhum Riyanto kepada AKP Yuliyanto sebagai penerima penghargaan.

Menurut Ketum GP Ansor Addin Jauharudin, penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi dan komitmen Kapolsek Ngaglik dalam menjaga keamanan wilayah serta membangun komunikasi dan kerja sama lintas iman guna menciptakan kerukunan antarumat beragama. Konflik itu banyak terjadi pada akar rumput. Dalam wilayah keamanan Polsek adalah wilayah akar rumput. Ditegaskan, bukan soal besarnya kegiatan ataupun hajatan, tetapi soal mental, keinginan melayani yang semuanya berujung pada perdamaian. Berharap bahwa akan banyak polisi yang akan menyusul AKP Yuliyanto.

Nama “Riyanto Award” diabadikan untuk mengenang sosok anggota Banser yang menjadi korban peledakan bom Natal. Riyanto (19 Oktober 1975 – 24 Desember 2000) merupakan anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama yang gugur karena terkena ledakan bom saat mencoba menyelamatkan Gereja Eben Haezer di Mojokerto dari percobaan peledakan pada malam 24 Desember 2000.

AKP Yuliyanto menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan amanah dan motivasi untuk terus menguatkan sinergi Polri dengan seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan dalam menjaga persatuan, keamanan, dan kerukunan di tengah keberagaman.

“Nilai kemanusiaan dan pengorbanan almarhum Riyanto menjadi teladan bagi kita semua untuk terus mengabdi dengan tulus demi keselamatan dan kedamaian masyarakat,” tutur AKP Yuliyanto.

Pondasi strategi keamanan

AKP Yuliyanto SH MH (ketiga dari kanan) menerima penghargaan dari Sukirman, ayahanda almarhum Riyanto disaksikan Ketum GP Ansor H Addin Jauharudin (baju hijau). Foto: Ari/Tim Media Polsek Ngaglik

Bagi AKP Yuliyanto, menjalankan tugas negara, dan keamanan yang sejati tidak semata dibangun melalui kewenangan, tetapi melalui kepercayaan. Di wilayah yang tumbuh dengan keberagaman, ia memilih menjadikan dialog dan toleransi sebagai pondasi strategi keamanan.

Sebagai Kapolsek Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ia secara konsisten menginisiasi pertemuan lintas agama, memperkuat kerja sama warga, serta merawat kerukunan sebagai bagian tak terpisahkan dari praktik kepolisian. Berbagai kegiatan dilakukannya bersama jajaran untuk mewujudkan situasi aman dan damai di wilayahnya.

Menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, AKP Yuliyanto ikut menginisiasi bertemunya pimpinan tujuh organisasi pemuda lintas iman di Gereja Kristen Jawa yang berdampingan dengan Gereja Katolik St Petrus dan Paulus di Desa Minomartani, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, 20 Desember 2024.

Ketujuh pimpinan organisasi yang hadir saat itu adalah Ketum GP Ansor Addin Jauharudin, Ketum Pemuda Katolik (PK) Stefanus Asat Gusma, Ketum Pemuda Kristen (GAMKI) Sahat MP Sinurat, Ketum Pemuda Hindu (PERADAH) I Gede Ariawan, Ketum Pemuda Konghucu (GEMAKU) Kristan, dan Waketum Pemuda Budha (GEMABUDHI) Wiryawan, serta Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Agung Wijayanto.

Bulan lalu, tepatnya pada 19 November 2025, AKP Yuliyanto menerima kedatangan murid SMP Marsudirini Muntilan yang jaraknya sekitar 25 km dari Ngaglik. Mereka para puteri dari Timika, Papua itu, adalah, Novita Mirapuru, Laurensia Aligonda Kemoyau, Yulita Emepu, Ikarda Ina Mom, Mince Pato, Radita Omaleng, Albertina Omeyaro, Anarosina Imaimuraro, Herlina Mautapo, dan Glori Natalia Menanti.

“Anak-anak ini adalah pemimpin masa depan Tanah Papua dan Indonesia. Dan Polsek Ngaglik, sebagai bagian dari Polri dan Masyarakat Yogyakarta, sangat terbuka kepada siapa saja yang berkunjung, dari manapun mereka berasal,” ujar AKP Yuliyanto saat menyambut mereka.

AKP Yuliyanto dalam perannya sebagai Kapolsek juga terus menjalin komunikasi dan kerjasama dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) di wilayahnya. Ia pun sering melibatkan Banser dalam kegiatan kemanusiaan dan pengamanan kegiatan keagamaan dan kegiatan lainnya di wilayahnya.

Pendekatan yang menempatkan kemanusiaan dan keberagaman sebagai kekuatan ini terbukti ampuh menjaga stabilitas wilayah multikultural secara berkelanjutan.

“Melibatkan tokoh agama penting dalam penyelesaian masalah sosial di wilayah, serta mengedepankan Restorasi Justice dalam menyelesaikan permasalahan warga guna menyelamatkan masa depan dan kerukunan warga,” pungkasnya. (*/GK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here