Monday, July 15, 2024
No menu items!
spot_img
HomeEkonomiBaru IPO, TRGU Sudah Raih 99% Target Laba Bersih 2022

Baru IPO, TRGU Sudah Raih 99% Target Laba Bersih 2022

Jakarta, benang.id  – PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU), emiten produsen tepung olahan gandum yang baru mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia Juli lalu, berhasil membukukan laba bersih Rp19,69 miliar pada Semester 1-2022, atau telah mencapai 99% dari target laba bersih 2022 yang Rp20 miliar.

Pada periode Januari-Juni, Perseroan yang merupakan bagian dari Cerestar Group berhasil membukukan kenaikan laba bersih 13%YoY. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, TRGU mencatatkan laba bersih Rp17,36 miliar.

Permintaan gandum yang tetap tinggi membuat perseroan mampu mencatatkan penjualan Rp1,56 triliun pada periode Januari-Juni ini, meningkat 5% dari Rp1,49 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun beban pokok penjualan naik 4%YoY menjadi Rp1,42 triliun. Perusahaan mencatatkan aset sebesar Rp2,44 triliun pada 30 Juni 2022, meningkat dari Rp1,98 triliun pada 31 Desember 2021.

“Kami bersyukur dalam situasi yang penuh tantangan terkait kenaikan harga gandum akibat konflik Rusia dengan Ukraina, TRGU berhasil meraih kinerja yang menggembirakan dengan mencatatkan kenaikan baik di sisi penjualan maupun laba bersih. Kita akan terus perkuat upaya pemasaran, supaya dalam situasi penuh tantangan saat ini penjualan Perseroan dapat terus positif hingga akhir tahun, sehingga dapat memenuhi komitmen kepada pemegang saham ketika IPO,” kata Direktur Utama Cerestar Indonesia, Indra Irawan, dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (15/8/2022).

Perseroan memperkirakan permintaan gandum masih akan tetap tinggi mengingat tiga alasan. Pertama, tingkat konsumsi gandum masyarakat Indonesia yang masih rendah, yaitu berada di kisaran 30 kg/kapita/annum.

Di Asia Tenggara, tingkat konsumsi gandum Indonesia berada di bawah Thailand, Malaysia dan Philipina.  Thailand yang berpenduduk 71 juta jiwa memimpin koonsumsi gandum di kawasan tersebut dengan tingkat konsumsi di atas 60 kg/kapita/annum.  Konsumsi gandum Thailand mencapai dua kali lipat dari konsumsi Indonesia yang jumlah penduduknya mendekati 4 kali lipat penduduk Thailand.  Dari sisi tersebut, sehingga optimis penjualan TRGU akan dapat terus positif hingga akhir tahun.

Kedua, generasi muda punya kecenderungan mengikuti tren mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang terbuat dari tepung gandum, seperti berbagai jenis roti, kue, dan mi. Artinya, seiring dengan kehadiran generasi baru maka permintaan tepung gandum Perseroan juga diyakini akan meningkat.

Ketiga, pasca pandemi kegiatan masyarakat meningkat pesat, dibandingkan sebelumnya yang harus tetap di rumah dan membatasi kegiatan. Peningkatan aktifitas dan tersebut, otomatis meningkatkan permintaan bahan makanan, termasuk makanan yang berbahan dasar tepung gandum. Hal ini juga diyakini akan mendorong peningkatan permintaan tepung gandum produksi Perseroan.

Sebagai bagian dari Grup Cerestar yang memulai usahanya dengan mendirikan pabrik tepung terigu di tahun 2007, TRGU yang baru IPO di bulan Juli lalu ini telah siap untuk melakukan ekspansi usaha.

Menggunakan dana hasil IPO sebesar Rp 315 miliar, perseroan akan membeli mesin baru guna meningkatkan kapasitas produksi, membeli tanah sebagai tambahan fasilitas penunjang pabrik, serta untuk membangun fasilitas gudang dan pengepakan.

Cerestar Group, perusahaan induk dari PT Cerestar Indonesia (TRGU) memulai bisnis produksi tepung terigu pada tahun 2007. Cerestar Group, dimana didalamnya terdapat Cerestar Indonesia, saat ini menguasai 12,65% pangsa pasar tepung terigu di Indonesia.  Grup usaha ini dimulai dengan pendirian perusahaan investasi asing bernama PT Cerestar Flour Mills pada tahun 2007, disusul pendirian PT Harvestar Flour Mills pada tahun  2013.

Setelah mengakuisisi  PT Agri First Indonesia pada tahun 2018, kelompok usaha ini mendirikan  PT Cerestar Indonesia Tbk pada tanggal 10 Agustus 2020, yang khusus disiapkan untuk menjadi perusahaan terbuka.

PT Cerestar Indonesia Tbk sukses melaksanakan penawaran perdana saham dan mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sampai 48,43 kali, dari 1,5 miliar saham yang ditawarkan atau 18,88% dari jumlah seluruh modal disetor Perseroan setelah IPO.  Perseroan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 8 Juli 2022.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments