Saturday, August 20, 2022
No menu items!
spot_img
HomeIptekBörje Ekholm Ajak G20 Promosikan Persaingan Teknologi Adil dan Berstandar Global

Börje Ekholm Ajak G20 Promosikan Persaingan Teknologi Adil dan Berstandar Global

Jakarta, benang.id – President & CEO Ericsson Börje Ekholm mengajak G20 untuk mempromosikan persaingan teknologi yang adil dan berstandar global, karena ketika market tidak dibatasi oleh pemerintah, dan perusahaan bebas untuk bersaing berdasarkan kemampuan mereka dengan standar global, maka teknologi yang paling terjangkau dan dapat dioperasikan akan berkembang sangat cepat.

Börje Ekholm mengemukakan hal itu dalam sambutannya pada Forum Dialog B20-G20 Gugus Tugas Digitalisasi, Kamis (7/7/2022), secara virtual.

Börje Ekholm dalam sambutannya membahas pentingnya transformasi digital dan memberikan beberapa komentar terkait rekomendasi pertama dari gugus tugas: Mendorong Konektivitas Universal.

Dia menilai ada beberapa alasan transformasi digital menjadi isu prioritas Presidensi G20 Indonesia.

Secara ekonomi, urai dia, transformasi digital adalah mesin pertumbuhan berkelanjutan yang dapat dimanfaatkan oleh semua perusahaan, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mencakup sekitar 90% bisnis global.

“Secara sosial, teknologi digital memberikan peluang untuk memperoleh pendapatan, belajar dan bersosialisasi, serta dapat mengatasi perpecahan, juga membebaskan orang-orang dari kemiskinan,” tutur Börje Ekholm.

Sementara dalam ruang lingkup lingkungan, teknologi digital berpotensi mengurangi emisi CO2 global hingga 15% pada tahun 2030.

Untuk dapat merealisasikan transformasi digital ini, tandas Börje Ekholm, rekomendasi pertama dan mendasar dari gugus tugas adalah untuk mendorong Konektivitas Universal. “Konektivitas broadband modern merupakan prasyarat untuk digitalisasi,” ujarnya.

Konektivitas adalah landasan di mana teknologi eksponensial lainnya seperti Internet of Things (IoT), Extended Reality (XR), dan Cloud dapat berkembang.

Börje Ekholm menyatakan akan fokus pada elemen utama dari rekomendasi ini: untuk mempercepat pembangunan jaringan berkinerja tinggi.

Dia berpandangan, kesenjangan terbesar di masa depan mungkin antara mereka yang memiliki akses ke konektivitas dan mereka yang tidak.

Gugus tugas mengajak G20 untuk mempercepat pembangunan jaringan berkecepatan tinggi dan berkapasitas tinggi dengan menjadikan investasi jaringan sektor swasta sebagai prioritas.

Gugus tugas secara khusus mengajak G20 untuk:

1. Mempromosikan persaingan yang adil

2. Mempromosikan standar global

3. Menghapus hambatan penyebaran jaringan

Di sinilah Börje Ekholm mengajak G20 untuk mempromosikan persaingan yang adil dan berstandar global. “Karena ketika market tidak dibatasi oleh pemerintah, dan perusahaan bebas untuk bersaing berdasarkan kemampuan mereka dengan standar global, maka teknologi yang paling terjangkau dan dapat dioperasikan akan berkembang sangat cepat,” jelasnya.

“Hal ini persis seperti yang kita lihat pada industri telekomunikasi dengan standar global The 3rd Generation Partnership Project (3GPP). Dimana kondisi tersebut memberikan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan jumlah langganan sebanyak delapan miliar pada standar yang sama. Lebih banyak orang yang berada dalam jangkauan jaringan seluler, daripada mereka yang berada dalam jangkauan listrik,” beber dia.

Börje Ekholm mengatakan bahwa 5G saat ini menjadi teknologi seluler penskalaan (scaling) tercepat yang pernah ada.

Dalam hal kaya fitur, kini pengguna dapat berkeliling dunia dengan satu ponsel. Hal tersebut hebat, namun yang lebih penting adalah ekosistemnya bersifat global. Sebuah inovasi dari Indonesia ini dapat diluncurkan secara global dalam hitungan detik.

“Dalam hal keterjangkauan, kita dapat melihat, misalnya, bahwa biaya data telah menurun tajam dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai bagian dari Produk Domestik Bruto (PDB), biaya data 1 GB telah turun 40% antara tahun 2016 dan 2020,” ujarnya.

Börje Ekholm menambahkan bahwa dalam upaya menghilangkan hambatan penyebaran, gugus tugas memohon G20 untuk mempertimbangkan:

●      Meminimalisasi biaya regulasi dan pajak khusus sektor lainnya

●      Menyediakan akses spektrum yang tepat waktu dan terjangkau

●      Serta pemberian izin yang transparan dan efisien untuk infrastruktur digital

Atas semua bahasan di atas, Börje Ekholm memberikan kesimpulan sebagai berikut:

  • Digitalisasi adalah hal yang paling mendekati solusi jitu untuk banyak tantangan dunia dan dapat menawarkan berbagai manfaat bagi ekonomi maju dan berkembang.
  • Konektivitas modern adalah prasyarat untuk digitalisasi.
  • Mempercepat pembangunan jaringan berkecepatan tinggi dan berkapasitas tinggi sangat penting untuk mewujudkan konektivitas modern.

“Untuk tujuan ini, kami memohon pemerintah untuk mendorong investasi sektor swasta, termasuk mempromosikan persaingan yang adil, mempromosikan standar global, dan menghilangkan hambatan penyebaran jaringan,” pungkas Börje Ekholm

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments