Saturday, August 20, 2022
No menu items!
spot_img
HomeIptekChair DEWG Presidensi G20: Indonesia Komit Wujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Chair DEWG Presidensi G20: Indonesia Komit Wujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Jakarta, benang.id – Teknologi digital telah menjadi komponen utama dalam kehidupan sehari-hari dan mendukung realisasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs).

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai Chair Digital Economy Working Group (DEWG) Mira Tayyiba menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mendukung Sustainable Development Goals. Pesatnya perkembangan digitalisasi akan mempercepat pertumbuhan banyak sektor,” tandasnya dalam acara the Virtual Side Event at High Level Political Forum (HLPF) on Sustainable Development 2022, dari Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Kamis (14/7/2022). 

Namun, di saat teknologi digital berkembang secara drastis di masa pandemi yang mengakibatkan perubahan aktivitas masyarakat beralih ke ruang digital, Sekjen Mira Tayyiba menyatakan bahwa kesenjangan digital tetap ada.

“Hal ini dapat terlihat pada belum meratanya konektivitas, kurangnya literasi dan kompetensi yang dibutuhkan untuk pemanfaatan teknologi digital yang produktif, serta belum tercapainya konsensus global tentang regulasi data,” ungkap Mira Tayyiba, dalam siaran persnya, Jumat (15/7/2022).

Oleh karena itu, Sekjen Kementerian Kominfo mendorong kolaborasi global, karena tantangan yang ditimbulkan oleh digitalisasi juga bersifat global.

“Kolaborasi dan kerja sama internasional juga harus diperkuat agar transformasi digital dapat berkontribusi pada pembangunan internasional dan mempercepat pertumbuhan ekonomi paska pandemi,” tandasnya.

Mira Tayyiba menegaskan, Pemerintah Indonesia juga memperjuangkan percepatan transformasi digital yang inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan. 

“Semangat tersebut tercermin dalam peta jalan transformasi digital nasional yang meliputi infrastruktur digital, pemerintah digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital. Semangat inklusivitas, pemberdayaan, dan keberlanjutan dalam mempercepat transformasi berbasis digital juga tercermin melalui peran aktif dan kontribusi kami kepada komunitas global, termasuk Presidensi G20 Indonesia,” ungkapnya.

Chair Digital Economy Working Group (DEWG) Presidensi G20 Indonesia menyatakan bahwa Indonesia menggarisbawahi pentingnya penguatan upaya kolaboratif antara G20 dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Presidensi G20 Indonesia melalui Digital Economy Working Group (DEWG) mengangkat tema “Achieving a Resilient Recovery: Working Together for a More Inclusive, Empowering, and Sustainable Digital Transformation”. Inklusif mengacu pada aspek-aspek ketersediaan, keterjangkauan, dan ketahanan infrastruktur digital serta pentingnya lingkungan digital yang aman demi meningkatkan akses dan konektivitas yang setara bagi semua. Memberdayakan artinya transformasi digital mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat, termasuk perempuan, UMKM, serta kelompok rentan lainnya melalui peningkatan kecakapan dalam memanfaatkan teknologi digital. Sedangkan berkelanjutan artinya transformasi digital perlu diselaraskan dengan upaya pencapaian SDGs. Ketiga prinsip tersebut dijabarkan dalam tiga isu prioritas DEWG, yaitu Konektivitas dan Pemulihan Pasca Covid-19, Kecakapan dan Literasi Digital, serta Data Free Flow with Trust dan Cross-Border Data Flow,” jelas Mira Tayyiba.

Pemerintah Indonesia meyakini bahwa isu prioritas DEWG G20 sejalan dengan komitmen PBB untuk meningkatkan konektivitas digital, mendukung inklusi digital, dan memperkuat peningkatan kapasitas digital.

“DEWG juga mendukung konsep konektivitas digital yang berpusat pada masyarakat untuk menekankan pentingnya konektivitas yang kuat dengan mengedepankan ketersediaan dan keterjangkauan akses, kesiapan infrastruktur, serta penggunaan konektivitas digital yang bertanggung jawab dan memberikan nilai tambah,” tutur Sekjen Kementerian Kominfo.

Pemerintah Indonesia terus mencari dukungan dari negara anggota PBB untuk mencapai percepatan transformasi digital yang sejalan dengan UN Cooperation Digital Transformation.

“Saya meyakini bahwa tema kegiatan hari ini, yaitu Strengthening Global Governance for Inclusive Digital Transformation akan bermanfaat bagi perkembangan ekosistem digital di masa depan dan memberikan hasil yang bermanfaat untuk pemulihan ekonomi dan sosial yang cepat dari pandemi,” ujar Chair DEWG Mira Tayyiba.

Ia pun mengapresiasi acara ini atas tujuannya dalam menyelaraskan prioritas PBB dan G20 demi akselerasi transformasi digital global yang inklusif.

“Sangat menyenangkan bagi saya untuk mengetahui bahwa perjumpaan malam ini adalah hasil dari kolaborasi yang solid antara Misi Tetap Indonesia, Singapura, India, dan Rwanda,” ungkapnya.

Acara the Virtual Side Event at High Level Political Forum (HLPF) on Sustainable Development 2022 yang berlangsung selama dua jam itu dibuka oleh Perwakilan Tetap Singapura di PBB, Duta Besar Burhan Gafoor. Kemudian, dilanjutkan dengan sambutan melalui pesan video dari Menteri Komunikasi dan Informasi, Josephine Teo.

Hadir pula dalam acara ini Perwakilan Tetap Indonesia di PBB, Duta Besar Arrmanatha Christiawan Nasir; Perwakilan Tetap Rwanda di PBB, Amb. Claver Gatete; Incoming UNSG Envoy of Technology, Amandeep Singh Gill; UNCTAD Direktur UNCTAD Divisi Teknologi dan Logistik, Shamika Sirimanne; Kepala Divisi Kebijakan Ekonomi Digital OECD, Audrey Plonk; dan Sekretaris Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India, Shri Sushil Pal.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments