YOGYAKARTA, benang.id – Cuaca panas, kering, dan berdebu yang menyelimuti Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dibarengi kenaikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY mencatat 13.677 kasus ISPA pada pekan ke-38 menurut Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).
Jumlah itu bertambah 1.059 kasus dibandingkan pekan sebelumnya.
Kepala Dinkes DIY dr. Gregorius Anung Trihadi mengatakan, pola penyakit selama kemarau berkaitan erat dengan udara berdebu dan suhu tinggi.
Menurut dia, penyakit saluran pernapasan dan pencernaan menjadi yang paling perlu diwaspadai, selain risiko dehidrasi.
“Iya, terjadi peningkatan kasus ISPA di DIY,” kata Anung, Kamis.
Heatstroke Belum Terlaporkan, tetapi Tetap Perlu Diwaspadai
Selain ISPA, suhu udara yang ekstrem juga membawa risiko heatstroke atau sengatan panas. Gejala awalnya berupa kulit terasa panas, pusing, dan mual.
Kondisi yang memburuk bisa membuat penderita kehilangan kesadaran.
Hingga kini Dinkes DIY belum menerima laporan kasus heatstroke. Meski begitu, Anung menekankan pentingnya pencegahan sejak dini.
“Laporan kasus heatstroke di DIY belum ada, namun perlu dilakukan upaya pencegahan agar tidak terjadi,” ujarnya.
Kelompok yang paling rentan adalah pekerja yang berjam-jam terpapar matahari langsung, seperti pekerja bangunan di kawasan permukiman dan jalan, serta petani.
Untuk mencegahnya, Anung menyarankan masyarakat:
- tidak terlalu lama beraktivitas di bawah sinar matahari langsung;
- minum air putih dalam jumlah cukup;
- memakai pakaian longgar berwarna terang;
- segera mencari tempat teduh atau sejuk saat mulai pusing atau lemas.
Fasilitas Kesehatan Disiagakan
Kemarau diprediksi berlangsung lebih panjang. Karena itu, Dinkes DIY menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan dan memperkuat edukasi kepada warga.
Anung meminta masyarakat tetap menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat, memakai masker serta pelindung dari panas saat bepergian, makan bergizi, dan segera memeriksakan diri jika muncul keluhan.
“Kami juga meningkatkan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mengantisipasi kenaikan kasus ISPA,” tuturnya.
Imbauan agar ISPA Tidak Menyebar
Untuk menekan penularan ISPA di tengah udara kering dan berdebu, Dinkes DIY mengimbau warga:
- disiplin memakai masker di tempat umum;
- menghindari paparan asap dan debu secara langsung;
- membatasi kontak dengan orang yang sedang flu atau batuk;
- mencukupi asupan vitamin C dan air putih untuk menjaga daya tahan tubuh.


