JCWF 2026 Digelar 6–8 November di Yogyakarta, Ini Daftar Kegiatan dan Cara Ikutnya

0
Ketua BPPD DIY GKR Bendara. (Foto . Dok.Jogjaprov.id)

YOGYAKARTA, BENANG.ID – Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026 akan digelar pada 6–8 November 2026 di Loman Park Hotel Yogyakarta.

Festival tahun keempat ini menyajikan 85 program dari 97 komunitas dan mitra terkurasi, mulai dari yoga, gamelan, hingga meracik jamu. Sebanyak 14 program di antaranya gratis.

Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY selaku inisiator festival ini mengusung tema RECONNECT: Reconnecting People, Culture & Wellbeing.

Penyelenggara menargetkan sekitar 1.500 kunjungan selama tiga hari, yakni 6–8 November 2026.

Pengunjung dapat memilih berbagai kegiatan yang digelar di Loman Park Hotel Yogyakarta, antara lain yoga dan latihan pernapasan, tari dan gamelan, lokakarya seni, diskusi kesehatan mental, pengenalan jamu dan rempah Nusantara, Wellness Artisan Market.

Pada 6 November, festival juga menggelar Pentahelix Forum yang mempertemukan pemerintah, akademisi, komunitas budaya, praktisi wellness, dan pelaku industri pariwisata.

Dari 85 program, 14 tidak dipungut biaya. Wellness Artisan Market juga terbuka gratis untuk umum.

Program lainnya mengikuti ketentuan tiket dan reservasi.

Penyelenggara belum merinci cara pembelian tiket dan reservasi dalam keterangan ini.

Calon pengunjung dapat memantau informasi resmi BPPD DIY dan JCWF.

Festival ini menghadirkan 65 praktisi wellness dan 32 artisan dari 13 kota dan daerah.

Produk yang ditawarkan meliputi kuliner sehat, produk lokal, perawatan diri, karya kreatif, dan barang berkelanjutan.

Bagi pelaku usaha, pasar ini menjadi ruang memperkenalkan produk, memperluas jejaring, dan menjajaki kerja sama.

Nilai transaksi dan dampak ekonominya baru dapat diketahui setelah festival selesai.

Mengapa November?

Ketua BPPD DIY GKR Bendara menjelaskan, pemilihan November merupakan strategi menghidupkan pariwisata pada periode yang dipandang sebagai musim sepi (low season) sekaligus menciptakan permintaan baru (new demand).

“Budaya adalah ruh yang menghubungkan manusia dengan identitasnya.

Melalui JCWF, kami ingin menghadirkan pengalaman wisata yang bermakna sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan memperkuat pelaku usaha lokal,” ujarnya dalam konferensi pers di Loman Park Hotel Yogyakarta, Rabu (21/10/2026).

Menurut dia, pendekatan cultural wellness menghubungkan wisata dengan budaya, keseimbangan hidup, dan hubungan manusia dengan alam. Landasannya filosofi Jawa, seperti hamemayu hayuning bawana serta sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata DIY Ellya Shari menambahkan, potensi DIY tidak hanya pada destinasi populer, tetapi juga pada pengalaman budaya seperti membatik, belajar seni tradisi, menikmati gastronomi, dan meracik jamu.

“Banyak hal dari DIY yang bisa dikembangkan dalam wellness, mulai dari budaya sampai kuliner. Harapannya, wisatawan tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di DIY, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh hotel, restoran, desa wisata, dan pelaku usaha lokal,” kata Ellya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here