
Lewouran, benang.id — Ketua Pelaksana Legio Maria, Sisi Leba, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan Ziarah Akbar Komisium Renha Rosari Larantuka yang diselenggarakan setiap Oktober. Dalam hierarki organisasi Legio Maria, komisium berada di atas kuria dan presidium.
Tahun ini, ziarah akbar diikuti anggota dari 21 kuria. Satu kuria dari Paroki Lewolaga tidak dapat hadir karena alasan tertentu.
Sesuai program tahunan, lokasi utama ziarah kali ini adalah Gua Maria Rosa Mistika di Stasi Riangbunga. Namun, Sisi mengusulkan agar rombongan melanjutkan perjalanan ke Lewouran karena gereja setempat menyimpan relikui Santo Petrus Rasul dan fragmen batu dari Pintu Suci Basilika Santo Petrus di Vatikan.
“Saya menginformasikan kepada Komisium bahwa di Stasi Santo Petrus Lewouran telah hadir relikui Santo Petrus yang dibawa oleh Pater Markus Solo Kewuta SVD, dari Vatikan. Saya bertanya, apakah setelah berziarah di Gua Maria Rosa Mistika, kami boleh melanjutkan ziarah ke relikui Santo Petrus di Lewouran, apalagi jaraknya juga dekat,” ujar Sisi.

Usulan tersebut disetujui. Setelah menyelesaikan ziarah di Gua Maria Rosa Mistika, seluruh anggota Legio Maria berarak menuju Gereja Stasi Santo Petrus Rasul untuk berdoa di hadapan relikui tersebut.
Sisi mengatakan, keberadaan relikui Santo Petrus menjadi daya tarik tersendiri bagi para anggota. Ia juga menilai kedekatan spiritual antara Bunda Maria dan Santo Petrus menjadi alasan penting untuk menghubungkan kedua tempat ziarah itu.
“Santa Maria dan Santo Petrus dalam Injil selalu dekat dengan Yesus dan tentu dalam banyak hal bekerja sama. Oleh karena itu, dari Bunda Maria kami bergerak kepada Santo Petrus,” katanya.
Sisi menuturkan, para anggota Legio Maria merasa terkesan, terharu, dan dikuatkan imannya melalui pengalaman ziarah tersebut. (*/GK, bersambung)
Baca selanjutnya di https://benang.id/dari-vatikan-ke-kampung-kecil-lewouran-3/

