Dekan dan Dosen IPB University Kunjungi Fenny Siregar, Korban Pemukulan PT TPL

0
83
Dekan Fema IPB University Prof Dr Sofyan Sjaf (bertopi), dan dosen Rajin Gandi S KPm MSi (kiri) menemui Feny Siregar, mahasiswi Program Studi KPM, Fema IPB University, di rumah keluarga di Kota Pematangsiantar.

Pematangsiantar, benang.id – Dua orang dosen IPB University secara khusus datang dari Bogor untuk menemui Feny Siregar, mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (KPM), Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University, di rumah keluarga di Kota Pematangsiantar, Kamis (25/9/2025) siang. Mereka ialah Dekan Fema IPB University Prof Dr Sofyan Sjaf SPt Msi. dan dosen Rajin Gandi S KPm MSi.

Sofyan Sjaf dan Rajin Gandi tiba di kediaman dan orangtua Feny di kawasan Kampung Kristen, Kota Siantar sekira pukul 09.00 WIB. Kedua dosen itu menjalankan tugas dari Rektor IPB Rektor IPB University Arif Satria untuk menemui dan memintai konfirmasi dari Feny Siregar, satu dari 33 korban luka-luka akibat pemukulan pekerja PT Toba Pulp Lestari (TPL) saat menyerang masyarakat adat Sihaporas di kawasan Danau Toba, Buttu Pangaturan, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (22/9/2025).

Setelah berbincang dan memintai keterangan dari Feny, kurang lebih dua jam, kedua dosen pulang sembari menyalami Feny dan ibunya. Feny menjalani perawatan di RS Harapan Pematangsiantar sejak Senin, dan kembali ke rumah, Rabu (24/9/2025).

Ketika kejadian bentrok, Feny Siregar, tengah melakukan riset tugas akhir skripsi dengan obyek peran perempuan dalam Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Sihaporas (Lamtoras). Feny duduk di semester IX. Penelitian tersebut adalah bagian dari melengkapi skripsinya yang direncanakan berjudul Hubungan Pembagian Kerja dengan Tingkat Partisipasi Petani Huta Sihaporas dalam Gerakan Konflik Agraria: Perspektif Gender.

Dua dosen IPB berbincang-bincang dengan Feny dan keluarganya

“Keduanya, Pak Sofjan dan Pak Gandi adalah dosen departemenku, Fakultas Ekologi Manusia. Terakhir keduanya mengajar saya di semester 4, mata kuliah mayor,” kata Feny kepada wartawan, setelah kepulangan dosen IPB.

Pada pertemuan itu, hadir juga Pastor Walden Sitanggang OFMCap Ketua Yayasan Justice, Peace, and Integrity of Creation/Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (JPIC/KPKC) Kapusin, Keuskupan Agung Medan, dan Ketua Pelaksana Harian Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Tano Batak Jhontoni Tarihoran. Ada pun Feny ditemani ibunya.

Jhontoni Tarihoran yang ikut menyaksikan pertemuan mengatakan, IPB berkomitmen melindungi Feny Siregar atas kekerasan yang dialaminya saat terjadi penyerangan pihak pekerja PT TPL. “Feny Siregar mendapat penguatan atau dukungan dari IPB pascakekerasan yang dialaminya, saat terjadinya penyerangan pihak PT TPL pada Senin (22/9/2025) yang lalu di Sihaporas,” kata Jhontoni.

Dekan Fema IPB University Prof Dr Sofyan Sjaf SPt Msi menegaskan bahwa IPB akan melindungi Feny serta mendukung proses penelitian dalam menyusun skripsinya. “Tindak lanjut dari masalah ini, akan kami bicarakan dengan pimpinan IPB. Tentang upaya-upaya hukum lainnya nanti akan saya konsultasikan dengan pimpinnan,” kata Sofyan Sjaf.

Rektor IPB University, Arif Satria, mengatakan, telah menugaskan Dekan Fema IPB University, Sofyan Sjaf, untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Polda Sumatera Utara, untuk mengetahui kronologi kejadian.

Dekan Fema IPB University Prof Dr Sofyan Sjaf (bertopi), dan dosen Rajin Gandi S KPm MSi (kiri) menemui Feny Siregar, mahasiswi Program Studi KPM, Fema IPB University, di rumah keluarga di Kota Pematangsiantar.

Saat kejadian, terjadi bentrok antara warga dengan PT TPL hingga mengakibatkan puluhan orang terluka karena sengketa lahan. “Pada prinsipnya, kami berkomitmen untuk memberikan perlindungan kepada mahasiswi kami,” tegas Arif Satria. 

Menurut laporan Kompas.id, bentrokan antara perusahaan PT TPL dan masyarakat adat di Desa Sihaporas ini menyebabkan 33 warga terluka, 1 orang hilang, 4 rumah rusak, dan 5 gubuk tani dibakar. Adapun PT TPL menyebut, enam karyawannya juga terluka dan dua mobil operasional dibakar.

Kepala Komunikasi Perusahaan PT TPL Salomo Sitohang menjelaskan, bentrokan terjadi akibat sekelompok orang yang menghadang pekerja yang akan menanam serta memanen eukaliptus di area konsesi di Sektor Aek Nauli, Desa Sihaporas.

Secara terpisah, Direktur PT Toba Pulp Lestari Jandres Halomoan Silalahi mengatakan, bentrok antara pekerja perusahaan dengan masyarakat terjadi ketika pekerja tengah menuju areal kerja di Sektor Aek Nauli Desa Sihaporas.

“Sekelompok orang lalu melakukan penghadangan. Mereka juga melempar batu ke arah pekerja dan kendaraan perusahaan dan memblokade jalan dengan kayu gelondongan,” kata Jandres. (*/GK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here