Digelar 3-5 Oktober, Art Jakarta 2025 Hadirkan 75 Galeri Terkemuka 16 Negara Asia dan Luar Asia

0
(Ki-ka) Executive Vice President of Individual Consumer Banking Business Development BCA Dody Santosa Iswan, Head of PR and Partnership Treasury Anang Samsudin, PR & Corporate Communication Lead at Stockbit & Bibit.id William, dan Art Director Art Jakarta Enin Supriyanto. Foto: benang.id/Gora Kunjana

Jakarta, benang.id – Pekan seni rupa Indonesia paling dinantikan, Art Jakarta, yang kembali pada digelar 3–5 Oktober 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, bakal menghadirkan 75 galeri terkemuka—dari 16 negara di seluruh Asia dan luar Asia.

“Mencerminkan kancah seni rupa Asia Tenggara yang selalu ulet, pekan seni rupa ini akan menghadirkan 75 galeri terkemuka—dari 16 negara di seluruh Asia dan luar Asia. Seiring dengan itu, hadir pula rancangan program yang solid, terdiri atas presentasi istimewa dan kolaborasi yang didukung oleh beragam mitra,” ujar Artistic Director Art Jakarta Enin Supriyanto dalam acara Media Gathering Art Jakarta 2025 di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Hadir juga dalam acara tersebut antara lain, PR & Corporate Communication Lead at Stockbit & Bibit.id William, Head of PR and Partnership Treasury Anang Samsudin, Executive Vice President of Individual Consumer Banking Business Development BCA Dody Santosa Iswan, serta Fair Director Art Jakarta Tom Tandio..

Artistic Director Art Jakarta Enin Supriyanto (kanan) berbicara dalam acara Media Gathering Art Jakarta 2025 di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (9/9/2025). Foto: benang.id/Gora Kunjana

“Khususnya dari luar negeri, kami senang dan bangga mendapatkan kepercayaan dari sejumlah galeri penting yang akan ikut serta tahun ini. Misalnya, Esther Schipper, salah satu galeri seni terkemuka di Eropa dan bermarkas di Berlin, dengan jaringan operasional di Paris, New York, hingga Seoul,” jelas Enin.

Selain itu, lanjut Enin, ada Kaikai Kiki, lembaga seni yang didirikan oleh perupa terkemuka Jepang, Takashi Murakami. Ada juga Tina Keng Gallery dari Taipei, galeri seni rupa yang telah menjadi institusi tersendiri di kawasan Asia atas rekam-jejaknya dalam membawa dan memperkenalkan karya-karya perupa terkemuka dari Taiwan dan Cina kepada komunitas seni rupa global.

Segmen AJX di Art Jakarta. Foto: Art Jakarta 2025

“Keikutsertaan galeri-galeri ini sebagai sekadar contoh bahwa Art Jakarta—dan Indonesia—makin mengukuhkan posisi sebagai penyelenggara pekan seni rupa yang berperan penting di kawasan Asia Tenggara,” imbuh Enin Supriyanto.

Tahun ini, Art Jakarta diperkuat oleh dukungan Lead Partners yaitu Julius Baer, Bibit, Treasury, dan BCA, yang masing-masing mempersembahkan kontribusi artistik penuh makna dalam Special Presentation.

Art Jakarta 2025.

Mencerminkan dukungan jangka panjang untuk seni, Julius Baer VIP Lounge merupakan platform yang memberi sorotan pada karya-karya kontemporer signifikan untuk memupuk dialog budaya di ruang-ruang khusus.

Sebagai bagian dari komitmen ini, seri Postcards from the Alps oleh seniman Indonesia Eddie Hara—yang telah lama berdiam di Basel, Switzerland—akan dipamerkan di VIP Lounge ini. Dikenal lewat karya-karya dengan perspektif Indonesia yang khas, Eddie membawa dimensi lintas budaya yang unik ke dalam karya-karyanya.

Segmen AJ Spot di Art Jakarta. Foto: Art Jakarta 2025

Salah satunya yang ditampilkan secara kuat adalah karya baru CALL 911. DESTROY BAD ART, lukisan yang berani, kocak, dan tak tanggung-tanggung dalam membentuk latar yang mendorong dan menjelajahi kreativitas seni.

Dari Indonesia, Bibit, aplikasi investasi digital pemenang penghargaan, akan memamerkan salah satu karya utama seniman terkemuka Agus Suwage, Potret Diri dan Panggung Sandiwara dilengkapi dengan sebuah program interaktif untuk pengunjung guna menjelajahi makna seputar tema “Portrait of Possibilities”.

PR & Corporate Communication Lead at Stockbit & Bibit.id William (tengah) saat bicara dalam acara Media Gathering Art Jakarta 2025 di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (9/9/2025). Foto: benang.id/Gora Kunjana

“Kami memilih karya Bapak Agus Suwage yang dibuat pada tahun 2019 judulnya Potret Diri dan Panggung Sandiwara. Sebuah karya yang cukup kolosal, ada 60 potret diri dari Pak Agus sendiri ada yang riil, ada yang menggunakan emoticon, dan sebagainya. Bibit dan Stockbit menampilkan karya tersebut dengan membawa sebuah narasi yang serupa tapi tak sama yaitu Portrait of Possibilities,” jelas William.

Sementara itu, Treasury, platform investasi emas digital terdepan, akan menghadirkan instalasi istimewa, “Reserve of Care”, yang diciptakan dalam sebuah kolaborasi bersama seniman Azizi Almajid dan Nuri Fatimah sebagai para pemenang Treasury Art Prize tahun kedua.

Head of PR and Partnership Treasury Anang Samsudin (tengah) saat bicara dalam acara Media Gathering Art Jakarta 2025 di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (9/9/2025). Foto: benang.id/Gora Kunjana

“Tahun ini kami ingin mengajak para pengungjung untuk melihat lebih mendalam. Karya ini berangkat dari sebuah pertanyaan dari sepasang keluarga muda, ‘apa yang bisa kita wariskan kepada generasi mendatang. Pertanyaannya sangat simple tapi dari pertanyaan itu menggugah sebuah jawaban yang sangat mendasar tapi menjadi fundamental. Akhirnya mereka menemukan jawaban yakni value. Kalau kita mau besar harus memiliki value, sebagai pribadi atau pun institusi, atau pun kita sebagai sebuah negara,” ujar Anang Samsudin.

Berikutnya, lembaga perbankan terdepan nasional, BCA, di dalam booth myBCA akan menampilkan instalasi unik oleh seniman Muklay yang bekerja sama dengan Palette Studio. Kolaborasi myBCA dengan seniman visual asal Jakarta, Muklay (lahir 1993), akan menciptakan pengalaman spasial interaktif, yang menghidupkan sejumlah karakter khasnya.

Muklay adalah seniman visual yang dikenal dengan gaya seni pop-nya yang lugas dan ceria, sering kali menampilkan berbagai simbolisme yang mencerminkan situasi sosial terkini dengan humor yang berani. Kolaborasi ini bertujuan untuk menonjolkan kualitas interaktif myBCA, mengajak pengunjung untuk merasakan dan terlibat dalam presentasi yang menghibur.

Executive Vice President of Individual Consumer Banking Business Development BCA Dody Santosa Iswan (ke-2 dari kiri) saat bicara dalam acara Media Gathering Art Jakarta 2025 di Artotel Suites Mangkuluhur, Jakarta, Selasa (9/9/2025). Foto: benang.id/Gora Kunjana

“Kami memilih karya Muklay pertama karena karya-karyanya sudah diaplikasikan ke barang-barang kehidupan sehari-hari, entah itu ke sepatu, ke baju, bahkan sudah mendunia hingga ke Jepang dan Korea Selatan. Kedua, yang mau kita bawa ke sini adalah spirit of optimsme, kami melihat karya-karya Muklay ini selalu mencerminkan sikap yang optimis,” ujar Dody Santosa Iswan.

Enin menambahkan bahwa dukungan penting lebih jauh datang dari Main Partner Art Jakarta dan kolaborasi mereka bersama para seniman. Sebuah ekshibisi oleh SUPERMUSIC akan menjadi portal mengasyikkan menuju komunitas-komunitas musik di seluruh negeri,” kata Enin.

iForte Energy, penyedia jasa energi surya yang tepercaya, akan menghadirkan instalasi berjudul Lumiphona.Dat untuk memberikan sorotan pada teknologinya dalam kolaborasi bersama seniman penuh bakat Ricky Janitra.

VIP Lounge. Foto: Art Jakarta 2025

Sementara itu, TACO menggandeng seniman piawai Jessica Soekidi, yang akan menggunakan material unggulan TACO dalam penjelajahan atas warna dan cahaya. Berikutnya, CASA, dalam fase selanjutnya sebagai Design Indonesia, akan mengambil alih VIP Lounge Art Jakarta untuk menyempurnakan kenyamanan pengunjung.

F&B di Art Jakarta. Foto: Art Jakarta 2025

Begitu pula, Oasis, % Arabica, dan Artotel Group pun turut bergabung bersama Art Jakarta dengan dukungan murah hati untuk mempersembahkan pengalaman pekan seni rupa kontemporer yang memuaskan bagi masyarakat umum.

Seperti edisi-edisi yang telah lalu, Art Jakarta akan menggelar segmen-segmen yang telah diakui memberi tawaran perspektif penuh stimulan tentang seni rupa kontemporer. SPOT, dipersembahkan untuk memamerkan instalasi istimewa dan karya seni berskala besar, menampilkan seniman Indonesia yang berkarya lintas medium dengan berbagai penjelajahan tematik: Ardi Gunawan (ISA Art Gallery), Ipeh Nur (ara contemporary), Endry Pragusta (Rachel Gallery), Aditya Novali (ROH), dan Adi Gunawan (SANKHARA Art).

Ipeh Nur (ara contemporary). Foto: Art Jakarta

SCENE, platform bagi kelompok dan kolektif seniman untuk menggalang dana dan memamerkan proyek inovatif, akan menyemarakkan pekan seni tahun ini dengan 31 peserta dari berbagai kota di Indonesia, memperlihatkan praktik seni yang hidup dan beragam di luar ibukota.

AJX, dipersembahkan bagi kolaborasi dengan berbagai lembaga dan perusahaan swasta, menghadirkan tiga program penting: Korea Focus, yang menyoroti suara-suara artistik dari Korea, akan menampilkan 12 galeri dari Korea Selatan dalam sebuah kolaborasi dengan Korean Ministry of Culture, Sports and Tourism, dan Korea Arts Management Service.

Korea Fokus. Foto: Art Jakarta 2025

Berikutnya adalah Cultural Partner Art Jakarta, MTN (Manajemen Talenta Nasional) Seni Rupa, yaitu program strategis nasional yang ditujukan untuk memupuk bakat Indonesia. MTN Seni Rupa akan memamerkan karya-karya oleh seniman Indonesia yang dikurasi oleh Agung Hujatnika dengan tema “Arus Baru” (“Rising Currents”), guna menekankan kreativitas, inovasi, dan komitmen terhadap pengembangan budaya—sejalan dengan misi Art Jakarta untuk mendukung ekosistem seni lokal.

Ketiga adalah kolaborasi dengan Natta-Cita Art Space (NCAS) dari ISI Bali yang menghadirkan seni rupa kontemporer Bali ke pekan seni ini, memperlihatkan ragam seni rupa di Indonesia yang begitu kaya.

Karya Ardi Gunawan di Art Jakarta. Foto: Art Jakarta 2025

Art Jakarta Papers 2026, yang akan diselenggarakan 6–8 Februari 2026, juga akan hadir di Art Jakarta tahun ini, untuk mengajak pengunjung menemukan kisaran luas penjelajahan artistik seputar kertas, dari gambar, seni cetak, patung, hingga instalasi. Konsep pekan seni rupa baru ini diharapkan dapat memupuk pasar bagi seni rupa kontemporer berbasis kertas di Indonesia.

Art Jakarta 2025 terus menjadi wadah yang hidup bagi kancah seni rupa di kawasan Indonesia dan sekitarnya, menghubungkan galeri, seniman, kolektor, pengamat, dan pecinta seni. Tak pelak, pekan seni rupa ini membukakan pandangan luas tentang perkembangan mutakhir seni rupa kontemporer sembari menopang denyut hidupnya.

Jangan lewatkan Art Jakarta 2025, tiket sudah tersedia mulai 9 September 2025, hanya di artjakarta.com. (*/GK)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here