JAKARTA, BENANG.ID – Tim padel beregu putra Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) harus puas membawa pulang medali perak pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Padel 2026. DIY gagal meraih gelar juara setelah ditundukkan Kalimantan Timur dengan skor 1-2 pada partai final di HQ Padel dan Tennis, Jakarta Selatan, Minggu (18/10/2026).
Pertandingan final berlangsung ketat dengan tiga partai yang mempertemukan atlet kedua provinsi. DIY sempat menjaga peluang merebut gelar setelah Jones Rayhan menyumbangkan kemenangan. Namun, hasil dua partai lainnya memastikan Kalimantan Timur keluar sebagai juara.
Pada partai pertama, Rafli Imam harus mengakui keunggulan lawannya. Rafli tercatat menelan kekalahan dengan skor 7-6, 6-2, 6-3.
DIY kemudian menyamakan kedudukan melalui Jones Rayhan. Setelah kehilangan set pertama dengan skor 4-6, Jones bangkit dan merebut dua set berikutnya dengan skor 6-3 dan 7-5. Kemenangan tersebut membuat kedudukan kedua tim menjadi imbang 1-1.
Sayangnya, langkah DIY untuk merebut gelar juara terhenti pada partai penentuan. Dimas Yogi harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 6-2, 6-1. Hasil itu membuat Kalimantan Timur memastikan kemenangan 2-1 sekaligus merebut gelar juara, sedangkan DIY menempati posisi runner-up.
Meski belum berhasil membawa pulang gelar juara, pencapaian tim beregu putra DIY hingga partai final menjadi catatan positif bagi perkembangan padel di daerah. Tim DIY menunjukkan kemampuan bersaing di tingkat nasional setelah melewati sejumlah pertandingan hingga menembus babak puncak.
Sebelumnya, DIY memastikan tiket final setelah menyingkirkan DKI Jakarta pada babak semifinal, Sabtu (17/10/2026). DIY mengunci kemenangan dengan skor keseluruhan 2-0.
Pasangan Jones/Yogi membuka keunggulan melalui kemenangan dua set langsung dengan skor 6-3, 6-1. Kemenangan berikutnya diraih pasangan Imam/Rafli yang harus bertanding hingga tiga set sebelum menundukkan lawannya dengan skor 6-7, 7-6, 6-4.
Ketua Pengprov Padel Indonesia (PBPI) DIY, RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo, sebelumnya menyebut keberhasilan menembus final sebagai peluang untuk membuktikan kualitas pembinaan padel daerah sekaligus membuka jalan menuju prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional.
“Meski belum berhasil membawa pulang gelar juara, kami tetap bersyukur atas perjuangan dan pencapaian tim DIY yang mampu menembus final Kejurnas Padel 2026,” kata Mas Marrel.
Ia menambahkan, medali perak ini akan menjadi modal berharga untuk terus meningkatkan kualitas atlet dan pembinaan padel di DIY.
“Kami akan menjadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk berlatih lebih baik, memperkuat kekompakan tim, dan mempersiapkan diri agar bisa meraih prestasi yang lebih tinggi pada kejuaraan berikutnya,” pungkasnya.
Kejurnas Padel 2026 diikuti 20 provinsi dan menjadi bagian dari upaya Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) memperkuat pembinaan atlet sekaligus memantau potensi pemain untuk jenjang kompetisi berikutnya, termasuk persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. (*)


