Novo Nordisk: 2 dari 5 Orang Berpenyakit Kardiovaskular Berisiko Serangan Jantung dan Stroke Lebih Tinggi

0
81
POSEIDON Study Novo Nordisk Global Observational Study - Illustration of an Obese Mans Heart

Studi POSEIDON yang dilakukan Novo Nordisk terhadap 18.904 pasien di 18 negara menunjukkan bahwa inflamasi (peradangan) kardiovaskular (KV) masih sering ditemukan pada pasien penyakit kardiovaskular (CVD), meskipun telah menjalani terapi sesuai standar pengobatan saat ini.

Jakarta, benang.id – Novo Nordisk menyajikan hasil terbaru dari studi POSEIDON, sebuah studi real-world evidence berskala global yang dilakukan perusahaan, dalam Kongres ke-94 European Atherosclerosis Society (EAS) yang diselenggarakan di Athena, Yunani. Hasil studi POSEIDON menunjukkan bahwa inflamasi kardiovaskular masih memiliki prevalensi yang tinggi pada penyandang penyakit kardiovaskular meskipun telah menerima terapi sesuai standar perawatan saat ini.

Studi tersebut menjelaskan bahwa dua dari lima penyandang PKVA dan CKD mengalami inflamasi kardiovaskular, yang berkaitan dengan peningkatan risiko kejadian kardiovaskular. Inflamasi kardiovaskular merupakan kondisi di mana peradangan terjadi pada pembuluh darah.

Berbeda dengan peradangan yang muncul saat tubuh mengalami infeksi, kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke apabila berlangsung dalam jangka panjang.

POSEIDON Study Novo Nordisk Global Observational Study – Lab work

Di Indonesia, penyakit kardiovaskular seperti stroke dan penyakit jantung iskemik secara konsisten tercatat sebagai penyebab utama kematian. Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa penyakit kardiovaskular menjadi penyumbang 30 persen kematian di Indonesia.

Oleh karena itu, tingginya beban penyakit ini menegaskan bahwa tantangan kardiovaskular di Indonesia perlu mendapat perhatian lebih yang didukung dengan berbagai upaya pencegahan dan pengelolaan penyakit kardiovaskular secara lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Analisis kedua dari studi POSEIDON yang baru-baru ini dipublikasikan dalam European Journal of Heart Failure juga menunjukkan bahwa dua dari lima pasien gagal jantung mengalami inflamasi kardiovaskular.

Dalam studi POSEIDON, inflamasi kardiovaskular diukur dan didefinisikan berdasarkan kadar high-sensitivity C-reactive protein (hsCRP) ≥2 mg/L. hsCRP merupakan pemeriksaan darah yang paling umum digunakan dan tersedia secara luas untuk mengukur inflamasi kardiovaskular.

Temuan ini juga menyoroti bahwa masih ada kesenjangan yang signifikan dalam tata laksana penyakit kardiovaskular saat ini. Meskipun pasien telah menerima terapi sesuai pedoman klinis untuk mengendalikan kadar kolesterol, tekanan darah, dan gula darah, namun risiko kardiovaskular yang dipicu oleh inflamasi tetap berlanjut.

Studi POSEIDON menjadi salah satu studi global kontemporer terbesar yang menilai prevalensi inflamasi kardiovaskular pada kelompok pasien berisiko tinggi ini.

POSEIDON Study Novo Nordisk Observational Study_Corp Flag

“Studi POSEIDON yang dilakukan oleh Novo Nordisk menyajikan bukti penting bahwa inflamasi kardiovaskular merupakan sumber risiko yang signifikan dan tetap berlanjut pada pasien dengan penyakit kardiovaskular aterosklerotik serta penyakit ginjal kronis atau gagal jantung, meskipun telah menerima terapi sesuai standar perawatan saat ini,” ujar Filip Knop, Senior Vice President dan Chief Medical Officer Novo Nordisk.

“Memahami cakupan risiko inflamasi kardiovaskular merupakan hal yang sangat penting, seiring dengan berlanjutnya riset berbasis inovasi yang kami lakukan untuk mengembangkan terapi pertama kalinya yang berpotensi menjawab kebutuhan medis penting yang hingga saat ini masih belum terpenuhi,” lanjut Filip.

Studi POSEIDON yang dilakukan Novo Nordisk melibatkan 18.904 pasien di 18 negara yang mencakup kawasan Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Asia-Pasifik selama periode 2023 hingga 2025. Dalam studi tersebut, sebanyak 13.475 pasien mengalami PKVA, di mana 5.757 pasien (42,7%) juga memiliki CKD.

Sementara itu, 11.809 pasien mengalami gagal jantung yang mencakup seluruh spektrum gagal jantung, mulai dari fraksi ejeksi yang dipertahankan (preserved), sedikit menurun (mildly reduced), maupun menurun (reduced).

Inflamasi kardiovaskular memainkan peran utama dalam perkembangan dan progresivitas PKVA8,9. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa individu dengan inflamasi kardiovaskular memiliki risiko kejadian kardiovaskular mayor yang lebih tinggi, termasuk serangan jantung, stroke, dan kematian akibat penyakit kardiovaskular.

POSEIDON Study Novo Nordisk Global Observational Study – Building

Inflamasi juga berkontribusi terhadap progresivitas penyakit ginjal kronis. Di sisi lain, CKD sendiri dapat memicu inflamasi yang selanjutnya membentuk suatu siklus peningkatan risiko kardiovaskularInflamasi sangat berdampak pada risiko terjadinya gagal jantung. Kondisi ini umum ditemukan pada seluruh tipe gagal jantung, terutama pada individu dengan obesitas, penyakit ginjal, maupun kondisi metabolik lainnya.

“Studi POSEIDON yang dilakukan Novo Nordisk menunjukkan dengan jelas bahwa inflamasi bukanlah isu sekunder, melainkan faktor utama yang mendorong peningkatan risiko pada jutaan pasien penyakit kardiovaskular di seluruh dunia yang masih rentan mengalami komplikasi meskipun telah menerima terapi terbaik yang tersedia saat ini. Hal yang menarik adalah konsistensi temuan inflamasi pada berbagai kelompok pasien yang sangat beragam. Konsistensi ini menunjukkan adanya peluang pendekatan yang lebih praktis ke depan, yakni mengidentifikasi pasien yang paling berpotensi memperoleh manfaat dari terapi yang secara langsung menargetkan inflamasi. Temuan ini juga mengubah cara kita memandang risiko kardiovaskular residual, serta menegaskan potensi terapi antiinflamasi yang sedang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan medis yang belum terpenuhi,” ujar Profesor Carolyn SP Lam, Senior Consultant, Department of Cardiology, National Heart Centre Singapore, serta Profesor pada Cardiovascular & Metabolic Disorders Signature Research Programme, Duke-NUS Medical School.

Meningkatnya pemahaman atas peran inflamasi dalam penyakit kardiovaskular juga tercermin dalam berbagai pedoman klinis terbaru yang diterbitkan oleh European Society of Cardiology (ESC), American Heart Association (AHA), dan American College of Cardiology (ACC). Pedoman tersebut memasukkan peningkatan kadar hsCRP sebagai biomarker yang dapat memodifikasi penilaian risiko dan membantu menentukan kebutuhan strategi pencegahan yang lebih intensif.

Sebagai perusahaan yang telah berkomitmen dalam penanganan penyakit kronis selama lebih dari 20 tahun di Indonesia, Novo Nordisk terus berupaya mendorong inovasi dalam penanganan penyakit kronis yang saling berkaitan, termasuk obesitas dan diabetes melalui terapi dan inovasi kelas dunia.

Sejalan dengan fokus perusahaan dalam mendorong hasil kesehatan yang lebih baik bagi pasien, Novo Nordisk turut mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan penelitian yang membantu memperdalam pemahaman mengenai faktor-faktor risiko yang mendasari penyakit kardiometabolik, sehingga semakin banyak pasien dapat memperoleh penanganan yang tepat dan komprehensif. (*/GK)

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here