Friday, February 23, 2024
No menu items!
spot_img
HomeInternasionalHamas dan Israel Berkonflik, Paus  Fransiskus yang Sakit 

Hamas dan Israel Berkonflik, Paus  Fransiskus yang Sakit 

Vatikan, benang.id – Pejabat Vatikan asal Indonesia, Padre Marco Solo SVD  melaporkan pesan Paus Fransiskus saat Doa Angelus pada Minggu lalu (8/10/2023). Pesan itu dilanjutkan Pemimpin Gereja Katolik Sedunia itu pada Audiensi Umum, yang baru saja usai pada Rabu (11/10/2023).

Dalam pesan WA-nya, Padre Marco menuliskan, pada kesempatan doa Angelus hari Minggu, 8 Oktober 2023 lalu, satu hari setelah serangan tiba-tiba dari Hamas kepada Israel yang menewaskan lebih dari 1.200 orang itu, Paus mengatakan: Perang adalah kekalahan, selalu merupakan kekalahan.

Kata Paus lagi: “Saya mengikuti dengan penuh kekhawatiran dan rasa sakit apa yang terjadi di Israel, di mana kekerasan telah meledak dengan lebih dahsyat, menyebabkan ratusan kematian dan cedera. Tolong hentikan serangan senjata dan pahami bahwa terorisme dan perang tidak menghasilkan solusi apa pun, namun hanya menyebabkan kematian banyak orang yang tidak bersalah. Perang adalah sebuah kekalahan, selalu merupakan kekalahan. Mari kita berdoa untuk perdamaian di Israel dan Palestina.”

Lanjut Sri Paus hari ini, Rabu, 11 Oktober 2023, pada kesempatan Audiensi Umum demikian:

“Adalah hak bagi mereka yang diserang terlebih dahulu untuk membela diri, namun saya sangat khawatir dengan pengepungan total yang dialami warga Palestina di Gaza, di mana juga terdapat banyak korban tak berdosa“.

Paus Fransiskus. Foto: Vatikan/Istimewa

Pesan itu dilanjutkan dengan menegaskan: “Saya terus mengikuti dengan rasa sakit dan ketakutan apa yang terjadi di Israel dan Palestina. Banyak orang terbunuh dan terluka. Saya berdoa bagi keluarga-keluarga yang telah melihat hari perayaan diubah menjadi hari berkabung. Dan saya mohon agar para tawanan segera dibebaskan.”

“Terorisme dan ekstremisme tidak membantu mencapai solusi terhadap konflik antara Israel dan Palestina tetapi mengobarkan kebencian, kekerasan, balas dendam dan hanya membuat salah satu pihak menderita”, lanjut Paus Fransiskus, menyerukan perdamaian bagi negeri yang tersiksa:

“Timur Tengah tidak membutuhkan perang, tetapi perdamaian; yakni perdamaian yang dibangun di atas keadilan, dialog dan keberanian persaudaraan,” tutur Sri Paus.

Menurut Sri Paus, akar dari sebuah konflik adalah rasa tidak berterima kasih dan pikiran serakah. Rasa  tidak berterima kasih memicu keserakahan. Rasa tidak berterima kasih juga menghasilkan kekerasan. Di lain pihak, sebuah ucapan terima kasih yang sederhana saja dapat membawa kedamaian!.

Intinya, Padre Marco Solo menandaskan, Paus Fransiskus mengikuti semuanya dengan perasaan khawatir dan rasa sakit hati yang luar biasa dan menyerukan agar peperangan segera dihentikan dan kedua belah pihak pun kembali berdamai.

“Kalau menurut Paus Fransiskus, peperangan adalah sebuah kekalahan manusia, mengapa orang harus terus berada di dalam situasi kekalahan? Apakah tujuan hidup ini adalah meraih kekalahan sepanjang hidup?,” ujar Padre Marco.

Dia melanjutkan, kehendak dan ajakan Paus Fransiskus adalah juga kehendak dan keinginan kebanyakan dari kita semua dan mayoritas polulasi dunia ini.

“Janganlah kita terkungkung oleh pola pemikiran yang salah bahwa kekerasan adalah solusi terbaik dari berbagai jenis konflik. No! Hanya dialog, negosiasi dan pendekatan-pendekatan kekeluargaan, persahabatan dan pertemanan dapat menyelesaikan berbagai masalah dengan tenang, tanpa unsur-unsur kekerasan. Jalur ini selalu akan bisa menciptakan perdamaian, kerukunan, penyembuhan dan rehabilitasi sejati dari relasi-relasi yang selama ini retak.”

Menurut Paus, lanjut Padre Marco, agama-agama dan hukum-hukum positif yang menyuarakan nilai-nilai di atas harus diolah dan digunakan seoptimal mungkin agar komunitas dunia ini kembali menikmati suasana kehidupan yang tenang, damai, tentram dan sejahtera. Dengan itu pembangunan akan bisa berjalan dengan semestinya.

“Kalau ujung-ujungnya kota hingga desa ibarat lautan api dengan pucuk-pucuk nyala setinggi gunung dan kemudian hanya meninggalkan kepingan-kepingan tembok, kapan kebahagiaan yang didambakan bisa tercapai? Setiap peperangan adalah awal kegagalan dan akan menciptakan generasi-generasi gagal,” ujar Padre Marco menyarikan statement Paus Fransiskus. (*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments